Image Image Image Image Image Image Image Image Image Image

Koran Jakarta | October 1 2016

Scroll to top

Top

follow us

Nasional

Elite Diminta Kampanye Damai

Sabtu 1/10/2016 | 06:54
A   A   A   Pengaturan Font

Pilkada serentak tahap kedua akan digelar di 101 daerah pada Februari 2017. Karena itu memasuki masa kampanye nanti, para elite Parpol dan tokoh bangsa harus ikut menjaga agar Pilkada berjalan damai.

JAKARTA – Mabes Polri akan mengajak seluruh elite Parpol dan tokoh bangsa untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat, agar pemilukada ke depan berjalan dengan damai dan baik. Mabes juga mengajak semua pihak yang berkepentingan dengan pemilukada tersebut, untuk tidak memaksakan segala cara untuk menang.

Menurut Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, pihaknya sudah menginstruksikan jajarannya untuk mengambil peran untuk mengkampanyekan pemilukada yang demokrasi, tanpa kekerasan, aman dan damai.

“Ini saya sudah menginstruksikan pada seluruh jajaran, termasuk Polda sendiri, ini pihak yang secara teoritis, paling netral itu adalah polisi dan TNI. Polri dan TNI, ini yang kami akan mengambil peran itu, untuk mengkampanyekan pilkada yang demokrasi, tanpa kekerasan, aman dan damai,” kata Tito usai acara pelantikan Kapolda di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/9).

Dijelaskan, pihaknya akan mengajak tokoh-tokoh bangsa untuk mengkampanyekan pemilukada damai. “Kita mengajak juga pihak-pihak yang berkepentingan agar Pilkada ini damai, netral, contohnya tokoh-tokoh bangsa. Nah, akan kita ajak, berbicara mendinginkan masyarakat, agar memahami, bahwa yang namanya pemilu itu, adalah pesta demokrasi untuk menentukan hak pilih yang aman,” ujar Tito.

Dikemukakan Tito, pihaknya juga mengajak pihak-pihak yang berkepentingan untuk tidak menggunakan segala cara untuk memenangkan pemilukada. “Bukan memenangkan pilihannya, dengan segala cara. Jangan memaksakan segala cara, itu tidak boleh. Mengancam, intimidasi, menghujat, itu sebenarnya tidak boleh juga kampanye hitam,” tukas Tito.

Ditanya sanksi apa yang akan diberikan terhadap pihak-pihak yang melakukan kampanye hitam, Tito mengatakan, nanti akan dijelaskan. ”Nanti itu ya, Mabes Polri akan melakukan langkah, Polda, Polres, Polsek, akan melakukan langkah, kepada tokoh-tokoh masyarakat untuk membantu, membangkitkan, menggelorakan kampanye damai,” ujar Tito.

Apakah akan melakukan kerjasama dengan Kemeninfo? Tito mengatakan, iya. “Boleh, nanti kita akan melakukan hal itu. Bangun dengan stake holder yang lain,” ujar Tito.

Ajakan Kebencian

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli, mengatakan, Bareskrim Polri telah menemukan situs-situs dan akun-akun yang berisi kampanye hitam yang dilakukan pihak tertentu terhadap lawannya, yang akan berlaga di Pemilukada 2017. Meski tidak menyebut angka secara jelas, namun secara eksplisit Mabes menyebut ada ratusan akun berisi ajakan kebencian atau hate speech.

“Ada yang ditemukan tetapi sengaja tidak disampaikan ke publik. Kalau yang negatif disampaikan ke publik, maka yang diuntungkan adalah pihak-pihak yang mengupload. Karena itu, kami melakukan koordinasi dengan Kemeninfo untuk memblokir situs tersebut,” kata Boy.

DItambahkannya, meski sudah masuk dalam ranah penyidikan, namun pihaknya belum akan melakukan penangkapan terhadap pelaku. “Tidak ditangkap tetapi dilakukan pencegahan. Tidak bisa dihitung berapa situs yang sudah ditemukan, tapi jumlahnya tidak ribuan, tapi diantisipasi terus agar tidak meluas,” ujar Boy.

Boy mengatakan, pihaknya sendiri mengharapkan agar masyarakat yang menemukan adanya akun akun bernada kebencian tersebut agar segera melaporkan. “Sebaiknya dilaporkan, karena belum tentu ditemukan petugas, kalau ditemukan maka sebaiknya segera dilaporkan,” ujar Boy.

Mabes sendiri tidak menginginkan ada ujaran kebencian yang menjurus pada SARA di dunia maya. “Hate speech menjurus SARA itu tidak diinginkan karena berpotensi melanggar hukum. Mabes sangat tidak mengharapkan itu terjadi, karena bisa berdampak buruk terhadap masyarakat lainnya,” ujar Boy. – eko/AR-3

Senyum Jokowi saat Tinjau Progres Proyek LRT dan MRT

Sabtu 1/10/2016 | 06:10
A   A   A   Pengaturan Font

Tak ada yang berubah dari seorang Joko Widodo (Jokowi)saat masih menjabat sebagai Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Republik Indonesia. Sejak awal, sosok Jokowi dikenal dengan kebiasaannya untuk turun langsung ke lapangan atau yang blusukan.

Dalam ulusukannya, … Selengkapnya

Sejumlah Pembangunan Belum Berlandaskan Pancasila

Sabtu 1/10/2016 | 06:43
A   A   A   Pengaturan Font

Banyak pembangunan yang belum berkeadilan sosial di Tanah Air menujukkan bahwa sejumlah pembangunan tersebut belum berlandaskan Pancasila.

JAKARTA – Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Taufik Abdullah menilai sejumlah pembangunan di Indonesia belum berlandaskan Pancasila. Sebab pembangunan yang terjadi banyak … Selengkapnya

MKD Tampung Usulan Novanto Ketua DPR Lagi

Sabtu 1/10/2016 | 06:03
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR Syaruddin Sudding menyampaikan, pihaknya mendengar permintaan beberapa anggota Fraksi Partai Golkar yang menginginkan jabatan Ketua DPR dikembalikan kepada Setya Novanto. Sudding mengatakan, pihaknya akan menampung aspirasi tersebut dan akan dibawa ke dalam … Selengkapnya

mondial

Kiprah Nara Rakhmatia, Diplomat Muda Indonesia yang Pemberani

Sabtu 1/10/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Tudingan yang diarahkan negara-negara di kawasan Pasifik kepada Indonesia atas tingginya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, direspons keras oleh perwakilan pemerintah Indonesia di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Adalah Nara Masista Rakhmatia, delegasi Indonesia untuk PBB yang menyatakan kritik tersebut dilandasi oleh motivasi politik dan ditujukan untuk mengalihkan perhatian dari permasalahan yang dialami negara-negara tersebut.

Keberanian Nara, 33 tahun, untuk menyerang balik ini secara tak terduga mendapat pujian dari dunia internasional. Pasalnya, orang-orang yang dikritik balik olehnya adalah pemimpin dan kepala negara dari pemerintahan negara anggota kelompok negara-negara rumpun Melanesia (MSG) seperti Kepulauan Solomon, Vanuatu, Nauru, Kepulauan Marshall, Tuvalu, dan Tonga, yang mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap pelanggaran HAM di Papua dan Papua Barat.

Dalam kritiknya, Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare, mengatakan kekerasan terhadap HAM di dua provinsi di Indonesia tersebut terkait upaya untuk melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  

“Kekerasan HAM di Papua Barat dan upaya wilayah itu untuk menentukan masa depan sendiri seperti dua sisi mata uang. Banyak laporan pelanggaran HAM di Papua Barat yang muncul. Laporan tersebut menekankan upaya provinsi tersebut melepaskan diri dari Indonesia berujung pada kekerasan terhadap HAM yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia,” kata PM Sogavare.

Pernyataan Sogavare dan kritik dari beberapa negara di kepulauan Pasifik disebut Nara sebagai upaya negara-negara tersebut melakukan intervensi terhadap kedaulatan Indonesia. Pernyataan-pernyataan politik tersebut, dikatakan Nara, dirancang untuk mendukung kelompok-kelompok separatis yang ada di kedua provinsi tersebut, yang telah secara konsisten melakukan kekacauan publik, bahkan melancarkan serangan teror.

“Ini adalah sebuah pelanggaran kedaulatan dan integritas teritorial negara. Ini sungguh disesalkan dan berbahaya bagi negara-negara untuk menyalahgunakan pertemuan PBB, termasuk forum sidang ini. Negara-negara ini sedang mempergunakan Sidang Umum PBB untuk meningkatkan agenda domestik mereka, adapula sejumlah negara yang mengalihkan perhatian dari politik ke masalah-masalah sosial dalam negeri,” tegas Nara.

Nara menyebut negara-negara MSG itu telah menggunakan informasi yang salah dan mengada-ada sebagai landasan pernyataan mereka. “Sikap negara-negara tersebut meremehkan Piagam PBB dan membahayakan kredibilitas forum ini,” imbuh dia.

Dalam kesimpulan pernyataannya, Nara juga menggunakan pepatah untuk melawan tudingan telah adanya pelanggaran HAM di Papua yang dilontarkan 6 negara anggota MSG. “Ketika seseorang menunjukkan jari telunjuknya pada orang lain, jari jempolnya otomatis menunjuk pada wajahnya sendiri, Terima kasih,”.

Mendapat Pujian

Terkait sikap diplomat muda Nara dalam forum PBB, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, amat memujinya. Dikatakan Hikmahanto bahwa Nara sedang berperan sebagai wakil Indonesia.

“Wakil Indonesia bisa siapa saja yang memiliki jabatan untuk itu, mulai dari Presiden, Wakil Presiden, Menteri Luar Negeri, Duta Besar RI untuk Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB, diplomat senior ataupun diplomat muda yang bertugas di PTRI. Harus diakui dengan suara yang tegas dan bahasa Inggris yang lancar seolah penutur asli (native speaker), Nara telah menunjukkan betapa diplomat berusia muda pun mampu tampil dengan prima mewakili Indonesia,” kata Hikmahanto.

Selain itu Hikmahanto juga berharap, para diplomat muda Indonesia diberikan porsi untuk lebih banyak berperan dalam forum internasional. Sebab seperti halnya Nara, para diplomat muda tidak akan mengecewakan saat mereka diberi kepercayaan.

Latar belakang Nara diketahui berkuliah di jurusan penyiaran di Universitas Indonesia (UI) pada 2000, untuk mendapatkan gelar diplomanya. Namun di tengah-tengah proses kuliahnya, Nara juga mengenyam pendidikan di jurusan Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UI pada 2002 hingga 2006.

Karier Nara dalam bidang hubungan internasional dimulai ketika ia menjadi asisten dosen di FISIP UI pada 2005-2006 dan menjadi asisten peneliti Center for East Asia Cooperation Studies di jurusan HI, FISIP UI pada 2006-2007.

Sebelum memutuskan bergabung dengan Kementerian Luar Negeri, Nara menghabiskan waktunya menjadi peneliti di program CERIC (Center for Research on Inter-group Relations and Conflict Resolutions) dan juga Center for East Asia Cooperation Studies.

Nara diketahui pula mengambil studi Conflict and Peace di University of St. Andrew (2009-2010) yang ia lanjutkan di Georgetown University di jurusan Communication and Media Studies pada 2012.

Setelah bergabung dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dia ditempatkan di Direktorat Kerjasama Antarkawasan pada Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika. Di Kemlu, Nara ditempatkan di departemen Organisasi Kerjasama Ekonomi Asia Pasific APEC dan sempat menjabat Head of Section for The Budget and Management Committee (BMC) APEC sebelum dikirim ke New York untuk menjadi Diplomat Indonesia di PBB. uci/berbagai sumber/I-1

Kereta Komuter Tabrak Stasiun di AS, 114 Terluka

Sabtu 1/10/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

HOBOKEN – Sebuah kereta komuter diwartakan telah menabrak Stasiun Hoboken, New Jersey, Amerika Serikat (AS), pada Kamis (29/9) waktu setempat, mengakibatkan satu calon penumpang perempuan tewas dan 114 orang lainnya mengalami luka-luka.

Insiden kecelakaan transportasi itu terjadi pada pagi hari … Selengkapnya

Nelayan Tiongkok Tewas oleh Patroli Korsel

Sabtu 1/10/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

SEOUL – Tiga nelayan Tiongkok dilaporkan tewas pada Kamis (30/9) setelah kapal mereka terbakar saat anggota patroli penjaga pantai Korea Selatan (Korsel) mencoba menangkap mereka karena melakukan pencurian ikan. Menurut keterangan pejabat Korsel, kebakaran terjadi setelah anggota penjaga pantai Korsel … Selengkapnya

Abbas-Netanyahu Bersalaman

Sabtu 1/10/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

 Kematian mantan PM Israel, Shimon Peres, telah membuat dunia kehilangan. Berkat jasanya, Israel dan Palestina sempat mendamaikan walau hal itu berlangsung singkat.

YERUSALEM – Pemakaman mantan Perdana Menteri Israel, Shimon Peres, 93 tahun, dihadiri oleh para pemimpin dunia dari berbagai … Selengkapnya

ekonomi

Garuda-Airbus Kerja Sama Perlindungan Lingkungan

Sabtu 1/10/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

MONTREAL – Maskapai nasional Garuda Indonesia dan perusahaan manufaktur pesawat Airbus SAS menyepakati untuk mempromosikan perlindungan lingkungan sebagai dampak dari operasi penerbangan.

“Kerja sama jangka panjang tersebut sangat penting dalam rangka meningkatkan keselamatan dan menurunkan tingkat emisi karbon,” kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, M Arif Wibowo,  usai penandatanganan kesepakatan di Montreal, Jumat (30/9).

Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan Direktur Utama Garuda Indonesia dengan Penasihat Senior Presiden dan CEO Airbus SAS, Michel Wachenheim, disaksikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Arif menilai kerja sama yang dijalin tersebut sejalan dengan topik dari agenda besar Sidang Organisasi Penerbangan Internasional (ICAO) ke-39 yang mana menekankan tentang perlindungan lingkungan.

Dia menambahkan hal itu juga sejalan dengan upaya Garuda Indonesia terkait penerbangan yang berkelanjutan, termasuk perkembangan energi alternatif dan energi terbarukan di Indonesia.

“Kolaborasi yang terbaru ini antara dengan Garuda Indonesia dan Airbus SAS akan membantu untuk memberikan kesempatan dalam pertukaran ide, informasi, keahlian dan teknik dan untuk bersama-sama mencari solusi atas serta proyek-proyek yang sama dalam kaitannya peningkatan teknologi dan operasi penerbangan,” katanya. Ant/AR-2

IHSG Sepekan Menguat Terbatas

Sabtu 1/10/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan cenderung menguat terbatas. Namun, pada perdagangan di akhir pekan, Jumat (30/9), IHSG ditutup melemah 1,24 persen  atau 67,15 poin di level 5.364,80.

Analis PT Reliance Securities Tbk, Lanjar Nafi, mengatakan IHSG … Selengkapnya

Harga Eceran Rokok Naik 12,26 Persen Pada 2017

Sabtu 1/10/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pemerintah menaikkan tarif cukai tembakau maksimal 13,46 persen tahun depan. Kenaikan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.147/PMK.010/2016 itu dimaksudkan untuk mengendalikan produksi, tenaga kerja, rokok ilegal dan penerimaan cukai.

Kenaikan cukai baru tertinggi sebesar 13,46 persen … Selengkapnya

Regulasi Pembibitan Harus Jelas

Sabtu 1/10/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

 Dalam perkara afkir dini, KPPU seharusnya menggunakan kewenangannya memberikan saran dan rekomendasi ke pemerintah, bukan membebankan kesalahan kebijakan pemerintah pada pelaku usaha.

 JAKARTA – Dugaan praktik kartel terhadap perusahaan pembibitan unggas harus dilihat secara mendalam. Karenanya, dibutuhkan perspektif hukum jelas … Selengkapnya

rona

Taylor Swift Akhiri Perseteruan dengan Calvin Harris

Sabtu 1/10/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Perseteruan panas Taylor Swift dengan mantan pasangannya Calvin Harris sempat menjadi berita utama media-media hiburan dalam beberapa pecan lalu. Namun kini keduanya dikabarkan telah berbaikan dan kembali berteman.

Rumornya, pelantun Shake it Off dan DJ tersebut kembali saling mengirim pesan singkat setelah Taylor putus dari Tom Hiddleston. Sumber yang dekat dengan Taylor dan Calvin mengatakan pada TMZ bahwa keduanya sekarang masih berteman. Belum diketahui siapa yang duluan menghubungi, namun tidak ada yang romantis di antara mereka. Keduanya belum pernah berbicara di telepon atau bertemu satu sama lain.

Seorang sumber lain mengatakan pada US Weekly, “Pesannya singkat dan sederhana. Mereka akan berpapasan di acara-acara dan mereka harus terlihat baik-baik saja. Jadi jika media melihat mereka berada di tempat yang sama, mereka tidak akan panik. Mereka kembali berbaikan tapi tidak ada rencana untuk kembali berpacaran.”

Hubungan Taylor dan Calvin merenggang setelah putus pada Juni lalu. Foto Taylor dan Tom Hiddleston berciuman terungkap di dunia maya hanya dua pekan setelah putus dari Calvin.

Tak lama kemudian, sang DJ mengungkapkan kekesalan pada mantannya lewat Twitter setelah Taylor mengaku berkontribusi pada lagu This Is What You Came For, demikian diungkapkan Ace Showbiz.  Ant/S-1

Afgan Gelar Konser Spesial di Balikpapan

Sabtu 1/10/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Penyanyi Afgan Syahreza menggelar konser spesial di Gedung Olahraga dan Pertunjukan “Dome” Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (30/9) malam. “Akan ada yang spesial di konser nanti,” kata Afgan dalam acara jumpa penggemar di Hotel Swiss Bell Balikpapan sebelum konser.

Bagian … Selengkapnya

Melestarikan Kelezatan Jajanan Tradisional

Sabtu 1/10/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Kue-kue jajanan tradisional Indonesia tidak hanya dikenal karena kelezatannya. Adat istiadat yang kental serta filosofi di balik bahan, cara dan penyajian kue tradisional membuatnya menjadi semakin istimewa.

Diperlukan upaya khusus untuk tetap menjaga kelestarian kue-kue tradisional di masyarakat. Salah satunya … Selengkapnya

Awas, Obesitas Picu Penebalan Rongga Jantung

Sabtu 1/10/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Diantara berbagai faktor risiko penyakit jantung, obesitas merupakan salah satu keadaan yang perlu diwaspadai masyarakat.

Pada keadaan obesitas, terjadi kenaikan volume darah dalam tubuh dan curah jantung kardiak output, sehingga kerja jantung meningkat.

Dengan meningkatnya tekanan pengisian dalam jantung, penderita … Selengkapnya

megapolitan

KPK Cabut Status Cekal Aguan

Sabtu 1/10/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

 JAKARTA, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencabut status cekal terhadap Sugianto Kusuma alias Aguan. 

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan pihaknya menganggap kesaksian yang diberikan Aguan dalam penyidikan dan di pengadilan sudah cukup. Hal itu pun menjadi pertimbangan KPK untuk tidak memperpanjang masa cegah Aguan bepergian ke luar negeri.

“Dengan pertimbangan dari penyidik tersebut maka pencekalan terhadap Aguan tidak diperpanjang,” kata Basaria di Jakarta, Jumat (30/9).

Ia menambahkan bahwa biasanya status cegah disematkan KPK pada tersangka yang belum ditahan, saksi yang berpotensi menjadi tersangka, dan saksi yang dianggap penting atau saksi kunci. Dan sebelumnya memang Aguan menjadi saksi dalam kasus yang menjerat Sanusi tersebut. 

Basaria mengatakan Aguan memang beberapa kali diperiksa di tingkat penyidikan atau di pengadilan tentang kasus suap pembahasan dua Raperda mengenai reklamasi di Teluk Jakarta. Dan untuk mempermudah prosesnya, bos PT Agung Sedayu Group itu dicegah ke luar negeri sejak 1 April 2016 dan masa cegah itu berlaku selama 6 bulan sehingga akan berakhir pada 1 Oktober mendatang. mza/P-5

Kawasan Banjir Cenderung Beralih ke Arah Selatan

Sabtu 1/10/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

 JAKARTA – Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto mengungkapkan titik banjir di Jakarta cenderung beralih ke arah Selatan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, banjir terjadi paling banyak di bagian utara, seperti Jakarta Utara, … Selengkapnya

Propam Mabes Polri Tindak Lanjuti Keterangan Jessica

Sabtu 1/10/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

 JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan mengatakan kesaksian Jesica Kumala Wongso, terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin di dalam persidangan. Menurut mantan Kadiv Propam Mabes Polri itu, apa yang diutarakan Jessica sudah direspon pihak Propam Mabes Polri. 

Selengkapnya

Layanan Perekaman e-KTP Mobile Dibuka di Lima Wilayah

Sabtu 1/10/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

 JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali membuka layanan kependudukan mobile di lima wilayah kota, Sabtu (1/10) besok. Bagi warga yang hendak melakukan pengurusan layanan kependudukan seperti KTP elektronik maupun pembuatan akta lahir bisa mendatangi lokasi pelayanan terdekat. 

Kepala … Selengkapnya

olahraga

Cristiano Ronaldo Kembali Bela Portugal

Sabtu 1/10/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Cristiano Ronaldo dan Renato Sanches kembali berada di skuad Portugal setelah pulih dari cedera. Dengan tersedianya kedua pemain andalan itu, pelatih Fernando Santos mendesak tim juara Eropa untuk merebut kemenangan.

Santos, yang merilis daftar pemainnya untuk laga kualifikasi Piala Dunia Rusia 2018, bulan depan kontra Andorra dan Kepulauan Faroe, yakin pemainnya belum sepenuhnya tampil dengan kekuatan penuh ketika mereka kalah 0-2 dari Swiss.

“Kami harus keluar dari euforia juara Eropa, berpikir ini hanya laga santai. Itu tidak bisa terjadi lagi,” ujar Santos, Kamis (29/9) waktu setempat. “Kami harus ingat bahwa kompetisi kualifikasi sangat berbeda dari turnamen. Kami tidak memiliki 50 hari bersama-sama dan rasa kebersamaan itu harus segera kami dapatkan kembali. Kami bermain sekali sebulan dan kemudian para pemain kembali ke klub mereka,” sambungnya.

Kapten dan pencetak gol terbanyak Portugal, Ronaldo dan gelandang Sanches melewatkan pertandingan melawan Swiss karena mereka belum sepenuhnya pulih dari cedera yang dialami pada Piala Eropa 2016.

Tapi Santos mengatakan tidak hanya kehadiran mereka yang akan membuat Portugal kuat. “Saya tidak akan mengatakan tim kuat hanya karena Ronaldo ada di sini, tapi karena pemain lain bermain lebih baik, bekerja lebih keras dan berlatih lebih intens. Itu adalah salah satu masalah dari pertandingan melawan Swiss.”

Portugal menjadi tuan rumah pada laga melawan Andorra di Aveiro pada 7 Oktober dan mengunjungi Faroes tiga hari kemudian.  ben/Rtr/S-1

Jaga Rekor Tak Terkalahkan

Sabtu 1/10/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Manchester City dan Tottenham Hotspur akan berupaya melanjutkan catatan tak terkakalahkan.

LONDON – Dua tim akan berupaya melanjutkan catatan tak terkalahkan di Liga Inggris, Minggu (2/10) saat Tottenham Hotspur berharap mengikuti Celtic untuk merusak awal luar biasa Manchester City musim … Selengkapnya

MU Menang Tipis

Sabtu 1/10/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

LONDON – Manchester United (MU) harus bekerja keras untuk menundukkan klub asal Ukraina Zorya di Old Trafford dalam pertandingan Liga Europa, Jumat (30/9) dini hari WIB. Mereka hanya menang dengan skor tipis 1-0.

United juga membutuhkan pemain veteran untuk mengalahkan … Selengkapnya

Edinson Cavani Tenggelamkan Ludogorets

Jumat 30/9/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Edinson Cavani mencetak dua gol di babak kedua untuk memberikan Paris St Germain kemenangan 3-1 atas Ludogorets pada laga Liga Champions Grup A. Pertandingan yang berlangsung Kamis (29/9) dini hari WIB itu berlangsug di di tempat PSG membuat debut sepak … Selengkapnya

kupas

Pancasila Harus Menjadi Budaya dan Bukan Sekadar Ideologi Negara

Sabtu 1/10/2016 | 01:01
A   A   A   Pengaturan Font

‘Kesaktian’ Pancasila saat ini tengah menghadapi ujian dari ancaman, baik dari paham radikalisasi, terorisme, dan intoleran yang kini marak tersebar melalui berbagai saluran, termasuk media komunikasi digital.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dirayakan setiap 1 Oktober , membuktikan kemampuan Pancasila bertahan dari upaya penggantian ideologi bangsa menjadi komunisme. Karena itu, membincangkan kembali peran, fungsi, dan relevansi Pancasila menjadi amat penting.

Untuk mengetahui lebih mendalam soal Pancasila ini, Koran Jakarta mewawancarai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan, Jumat (30/9). Berikut petikannya.

Dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, bagaimana tanggapan Anda Pancasila saat ini?

Keberadaan Pancasila saat ini semakin terpinggirkan, dan terus mengalami penyusutan. Hal ini terbukti dengan adanya faham radikalisme yang berkembang pesat, aksi terorisme tumbuh subur, dan praktik korupsi juga terus terjadi dimana-mana.

Selain itu sebuah penelitian menyimpulkan bahwa penerapan silasila dalam Pancasila juga semakin jauh dari kenyataan. Sebanyak 99,4 persen masyarakat mengatakan Sila keempat musyawarah untuk mufakat, saat ini semakin susah ditemukan. Hanya 1,6 persen saja anggota masyarakat yang mengatakan bahwa pelaksanaan musyawarah untuk mufakat masih sering dilaksanakan.

Demikian pula sila kelima yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hasil penelitian menyimpulkan, sebanyak 96 perses responden mengatakan peran negara dalam mewujudkan keadilan sosial makin lemah. Dan hanya 4 persen saja yang mengatakan peran negara masih kuat.

Adakah pesan moral dari Anda?

Kita harus berbangga bahwa setelah 1 hari kemerdekaan Indonesia. Negara kita memiliki Ideologi yang saat ini masih ideal untuk menangkal segala tantangan dan ancaman yang masuk ke Ibu Pertiwi. Oleh karena itu saya berpesan kepada Pemuda Pemudi Indonesia untuk mengamalkan Pancasila bukan hanya sebagai slogan atau ideologi semata, namun harus dijadikan budaya.

Saya optimis bilamana Budaya Pancasila dilakukan secara gotongroyong dan bersama sama bangsa ini akan semakin kuat, kokoh, jaya dan pastinya tidak mudah di adu domba oleh pihak manapun.

Bisa dijelaskan bagaimana Pancasila menghadapi ancaman komunisme?

Perlu diketahui bahwa paham komunisme saat ini berbeda dengan masa 20 tahun lalu atau bahkan ditahun 60-an tentunya hal tersebut saat ini disampaikan secara berbeda. Paham Komunisme masih dilarang untuk dikembangkan di Indonesia.

Namun dengan situasi internasional yang ada, ancaman radikalisasi dan terorisme juga tidak bisa dianggap bukan bagian dari Komunisme oleh karena itu MPR mengajak masyarakat untuk memahami dan menjalankan lagi nilai-nilai Pancasila menjadi penting, tentunya dengan pola yang kekinian.

Seberapa relevan Pancasila diterapkan saat ini?

Perlu diakui memang masih menyisakan banyak pekerjaan rumah terkait implementasi nilainilai Pancasila. Tapi, kita juga patut bangga, karena hampir 100 persen masyarakat yakin bahwa Pancasila adalah dasar dan ideologi negara yang sudah final dan hampir seluruh masyarakat Indonesia juga berharap Pancasila diajarkan kembali dalam kurikulum pendidikan. Jadi saya nilai berarti Pancasila masih relevan saat ini.

MPR sangat giat melakukan sosialisasi empat pilar, salah satunya Pancasila. Apa saja tantangannya saat ini?

Tantangan yang dihadapi Pancasila hari ini jauh berbeda dengan tantangan 10-20 tahun yang lalu. Pemahaman Pancasila saat ini tidak bias diberikan dengan satu arah melainkan harus ada langkah yang lain untuk dilakukan. Enggan menggunakan medium-medium komunikasi digital, media sosial, dan hal-hal kreatif lainnya yang memikat, khususnya kalangan muda.

Lalu, beberapa penting ideologi Pancasila di masa kini?

Dengan Pancasila, sendi-sendi negara akan kokoh, dan tidak tergoyahkan. Lalu dengan adanya Pancasila, kemungkinan masuknya ideologi lain bisa ditangkal oleh karena itu ideologi Pancasla tentunya sangat penting bagi NKRI.

Apa yang membuat Pancasila saat ini rapuh dan memudar?

Setelah 18 tahun era reformasi bergulir, ternyata demokrasi di Indonesia masih sebatas demokrasi prosedural yang justru melahirkan kesenjangan sosial yang makin tinggi. Kesenjangan sosial inilah yang dinilai menjadi salah unsur rapuhnya Pancasila, ditambah juga hilangnya kurikulum di dunia pendidikan terkait pengamalan Pancasila yang semakin menambah memudarnya pada generasi Bangsa.

“Rusun Rawa Bebek Bersih, Murah, dan Fasilitasnya Lengkap”

Jumat 30/9/2016 | 01:01
A   A   A   Pengaturan Font

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggusur pemukiman di RW 9,10,11, dan 12 Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (28/9). Penggusuran itu dilakukan terhadap rumah liar yang menempati bantaran sungai Ciliwung.

Rencananya, Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung … Selengkapnya

“Saya Akan Ambil Sikap Tegas Terhadap Jaksa yang Nakal”

Kamis 29/9/2016 | 01:01
A   A   A   Pengaturan Font

Korps kejaksaan kerap diterpa persoalan internal, khususnya perilaku para jaksa yang tak sesuai harapan alias para jaksa yang nakal. Para jaksa nakal berusaha memanfaatkan pengaruh dan jabatannya untuk kepentingan pribadi.

Para jaksa nakal yang terungkap, lalu ditangkap, masih juga belum … Selengkapnya

“Kami Menyayangkan Tindakan Anarkis, Harusnya Diupayakan Musyawarah”

Rabu 28/9/2016 | 01:01
A   A   A   Pengaturan Font

Pelomik tentang klaim siapa yang sah mengaku sebagai hak waris kerajaan Gowa, berujung rusuh. Wakil dari keluarga kerajaan Gowa, memprotes keras kebijakan yang ditempuh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo, yang mengeluarkan Perda tentang Lembaga Adat Daerah. Apalagi dalam … Selengkapnya

berita lain

Transformasi Desain Kursi

Jumat 30/9/2016 | 01:02
A   A   A   Pengaturan Font

Kursi tidak sekedar kursi. Kursi yang mengakomodasi dudukan maupun sandaran menjadi tempat duduk yang nyaman. Paduan desain klasik dan moderen menjadi dekoratif bahkan menguatkan konsep interior.

Kursi merupakan furniture yang digunakan seharihari. Sehingga, kenyaman merupakan unsur utama dalam pembuatan kursi. … Selengkapnya

Adu Kuat Ponsel Menengah Anti “Lowbatt”

Kamis 29/9/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Lenovo Vibe 1 Turbo, Oppo R7 Plus, dan Huawei P8max yang memiliki kekuatan pada baterai sebentar lagi akan memiliki pesaing baru. LG telah mengumumkan bakal hadirnya LG X Power ke pasar Tanah Air bulan Oktober nanti.

Dengan terai sebesar 4,100 … Selengkapnya

Menjaga Eksistensi “City Car”

Rabu 28/9/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Segmen city car yang terus tergusur mencoba bertahan dengan sejumlah strategi. Beberapa pabrikan melakukan perubahan minor. Bahkan ada yang memperkuat eksistensinya sebagai mobil khusus untuk perempuan.

Sejak hadirnya varian yang LCGC (low cost green car), pasar city car seperti terjun … Selengkapnya