Koran Jakarta | September 23 2018
No Comments

“Incess Seat” = 25 Juta Rupiah

“Incess Seat” = 25 Juta Rupiah

Foto : koran jakarta/ones
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta adalah kota yang selalu mampu memberikan sesuatu kepada warganya, juga warga kota lain.

Sesuatu yang bisa berarti lucu, haru, nggemesin, atau tidak jelas. Kalau mau mengikuti—tidak dianjurkan, sesuatu itu adalah: Pembatas jalan diberi warna ala kue warna-warni, warna pelangi, walau kemudian dikembalikan ke warna dasar, hitam putih.

Sesuatu itu jalur sepeda yang di tengahnya ada tiang listrik atau telepon, walau kemudian dicabut. Sesuatu itu bisa kali yang ditutup plastik hitam agar tidak bau dan diberi semprotan wangi, walau kemudian dibersihkan dengan cara dikeruk.

Sesuatu itu bisa adanya lapangan rumput di jalanan raya, termasuk depan halte bus, walau agaknya begitu mekanismenya, setelah dikeluhkan masyarakat, lalu diangkat. Dengan segala varian kata-kata pembenaran dan pembelaan dari proses yang terjadi.


Jakarta, dan hanya Jakarta yang memungkin semua ini terjadi. Sehingga media luar negeri pun mengikuti dan bertanya-tanya apa yang terjadi.

Dan sesungguhnyalah, di Jakarta yang sebentar lagi merayakan pesta olahraga Asean Games, yang juga menerima pendaftaran nama calon presiden dan calon wakil presiden untuk pilpers tahun depan, menyimpan banyak ragam peristiwa yang tak ada di tempat lain.

Salah satunya yang mulai dibicarakan ramai adalah adanya istilah “Incess Seat” yang dijual seharga 25 juta rupiah.


Sebelumnya perlu diberikan keterangan lebih dulu. Incess adalah singkaan dari kata princess, yang artinya putri raja dari permaisuri.

Artinya, sebagai anak raja, perempuan ini memiliki kedekatan dengan penguasa utama. Nama ini dipakai untuk menamai dirinya sendiri, oleh Syahrini.

Syahrini adalah selebritas papan atas, yang sebenarnya tidak hanya dikenal sebagai penyanyi. Boleh dikata Syahrini tokoh seleb, yang selalu dikaitan dengan kehebohan, sensasi, dan gosip.

Posisi ini kadang lebih sohor dibandingkan artis—penyanyi, pemain film, juara olahraga. Dan begitulah Syahrini yang memperingati 10 tahun berkarya—entah dihitung dari kapan dan dalam peristiwa apa, membuat konser.

Tiketnya, yang dikategorikan sebagai “Incess Seat”, atau kursi princess, dibandrol 25 juta rupiah Dan habis terjual. Sesuai dengan yang selalu terjadi padanya, ada dua sisi yang mengelukan, dan mengeluhkan.

Yang terakhir ini mempertanyakan siapa yang mampu beli tiket seharga konsernya Celine Dion? Jangan-jangan saudara sendiri.

Atau bahkan mempertanyakan: apakah Syahrini bisa disebut penyanyi. Mana judul lagu ngetop yang bisa diandalkan? Apa pun yang muncul adalah kontroversi.


Dan di sinilah Syahrini menikmati popularitas, karena dikontroversikan, karena mengontroversikan diri, karena terus berlanjut dengan semua tingkah laku dan omongannya.

Di awal karier saat mengatakan lahir di Bogor—dan menjadi kontroversi, diprotes, karena surat kelahiran dan sekolahnya di Sukabumi, jadi pembicaraan ramai. Syahrini tidak memberi jawaban akhir dan pasti.

Untuk kita yang biasa-biasa, kota kelahiran pastilah ingat. Sulit dimengerti kalau lupa, lebih sulit dimengerti kenapa “memalsu” kota kelahiran, sehingga penduduk Sukabumi merasa tersinggung.


Sekali lagi, inilah posisi yang sangat disadari oleh Syahrini untuk selalu berada di pusat pemberitaan—mengalahkan artis lain yang sangat banyak, sangat berbakat.

Pemakai “jambul khatulistiwa”, atau bulu mata “anti badai”, atau apa pun juga adalah bagian yang secara haus diterkam oleh media, dimuntahkan lagi, dikomentari, juga termasuk tulisan di rubrik ini.

Syahrini membiar rasa lapar masyarakat akan dirinya, kalau ia naik pesawat jet pribadi, tanpa perlu menjelaskan jet pribadi miliknya atau milik orang lain, apakah menyewa, atau di mana menyimpan pesawatnya, dan dipakai untuk keperluan apa.


Syahrani membiarkan pertanyaan berbuah penasaran berlangsung terus. Juga harga tiket yang ditawarkan, atau nanti lagu yang ditampilkan, atau penampilan heboh lain.


Jakarta menyediakan kisah atau kasus model begitu, lebih dari kota-kota lain. Industri hiburan memanfaatkan dengan baik, dengan bintang sesuatu yang bernama Syahrini

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment