Koran Jakarta | February 23 2018
No Comments
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, Tentang Kecelakaan Bus

“Tanjakan Emen Dibuat Lebih Landai”

“Tanjakan Emen Dibuat Lebih Landai”

Foto : ISTIMEWA
Budi Setiyadi
A   A   A   Pengaturan Font
Dunia transportasi Tanah Air kembali berduka. Kali ini, kecelakaan maut terjadi di kawasan Tanjakan Emen, Jalan Raya Bandung–Subang, Kampung Cicenang, Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Kecelakaan yang melibatkan sebuah bus pariwisata itu menelan korban jiwa hingga 27 orang.

Untuk mengupas lebih jauh tentang hal tersebut, berikut perbincangan Koran Jakarta dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemeterian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi di Jakarta, Senin (12/2).

Apa tanggapan Anda atas kecelakaan maut yang terjadi di kawasan Tanjakan Emen?

Iya, saat ini kami dari Kemenhub sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar kejadian yang menjadi duka bagi kita semua tidak tidak terulang lagi di masa mendatang.

Apa saran Anda?

Kami usulkan perbaikan di Tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Usulan tersebut akan disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Usul tersebut agar Tanjakan Emen dibuat lebih landai lagi tidak seperti sekarang ini. Kami juga meminta agar ada pelebaran di tanjakan tersebut, dari yang sebelumnya sekitar 2,5 meter menjadi 3,5 meter.

Bagaimana kondisi bus sebelum kecelakaan?

Informasi yang kami terima, bus pariwisata yang mengalami kecelakaan maut di kawasan Tanjakan Emen laik beroperasi.

Maksudnya?

Artinya, keadaan bus pariwisata tersebut dinyatakan tidak mengalami masalah mulai dari mesin, ban, dan lain-lain. Karena bus pariwisata tersebut telah dilakukan uji kelaikan atau KIR. Biasanya, kecelakaan lalu lintas memang karena mobilnya tidak baik, tidak di KIR, tetapi ini (bus pariwisata) di KIR. Jadi, kami tidak bisa katakan (kecelakaan) itu pecah ban atau sebagainya.

Bagaimana dengan uji berkala bus tersebut?

Masa waktu KIR bus tersebut juga masih berlaku hingga sekarang. Kemudian, uji KIR-nya baru tanggal 4 bulan Oktober kemarin baru 4 bulan, mobilnya jadi bagus premium. Jadi kalau menurut saya, kalau penyebab kecelakaan dari kendaraan kecil kemungkinan.

Sudah berkomunikasi pemilik bus?

Sudah. Kalau kendaraannya itu, saya tanya ke pemilik di Bogor bahwa bus tersebut dipelihara langsung oleh mekaniknya merek bus. Merek busnya kan mercedes. 

 

m.zaki alatas/ AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment