Koran Jakarta | April 23 2019
No Comments

“The Power of Kepepet” Dorong Capai Sukses

“The Power of Kepepet” Dorong Capai Sukses
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Never Too Young to Become a Billionaire

Penulis : Yasa Singgih

Tebal : xxxi + 227 halaman

Penerbit : Elex Media Komputindo

Cetakan : Mei 2018

Yasa Singgih lahir di Bekasi pada tanggal 23 April 1995. Di usianya yang begitu muda, dia sudah mampu menjadi ikon pengusaha muda Indonesia dengan banyak penghargaan dan prestasi. Perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus, banyak rintangan. Sejak usia 15 tahun, Yasa sudah belajar membuat kondisi “kepepet” sehingga mau tidak mau, harus memulai usaha.

Buku ini mengajarkan mengubah mindset dan keharusan berbisnis. Dijelaskan pula perbedaan mental pengusaha dan pedagang, serta cara memulai bisnis. Buku ini juga mengajak pembaca memikirkan cara meningkatkan omzet.

Yasa membagi bukunya dalam 12 bab. Setiap bab membahas hal yang berbeda-beda. Tidak semua bab melulu membahas soal bisnis. Yasa memulainya dengan terlebih dulu mengajak memiliki mental pengusaha. Bab pertama dimulai dengan judul Man of Value, yang mampu mengubah mindset tentang bisnis.

Ternyata bisnis bukan sekadar mencari keuntungan. “Don’t try to become a man of success. Try to be a man of value, and success will follow you (hal 2). Bab 2 mengenali mimpi-mimpi, passion, dan semangat mengejar impian tersebut.

Impian adalah tujuan. Hidup tanpa tujuan sungguh tidak produktif. Setiap manusia harus punya tujuan mulai dari tujuan 50 tahun lagi sampai dipecah menjadi tujuannya 5 menit lagi (hal 30).

Misi dan impian pun tidak boleh melulu tentang keuntungan. Visi dan misi harus luhur. Sebab campur tangan Tuhan selalu ada. Tidak benar jika berbagi itu sebuah kerugian. Tidak benar menambah tim berarti harus membagi penghasilan.

Selain mimpi, juga harus memiliki kondisi kepepet. Ciptakan sendiri kondisi kepepet. The Power of Kepepet membuat manusia lebih kreatif,” katanya. Bab mulai mengulik tentang bisnis dan mengupas tahapan-tahapannya yang harus dilalui. “Sekarang, ceklah pada tangga mana bisnis Anda sekarang. Jika masih berada pada tangga pertama, segeralah memulai bisnis sebelum melanjutkan membaca,” (hal 81)

Bab terakhir, entrepreneur Journey berisi kisah hidup penulis dari pertama kali memulai bisnis hingga sukses. Dia tidak langsung sukses, pernah bangkrut ratusan juta dan harus menjual tanah. Tapi akhirnya sukses berbisnis fashion “Mens Republic”.

Bila kebanyakan buku hanya berisi teori ataupun autobiografi, ini benar-benar aplikatif. Di setiap bab terdapat challenge yang harus dikerjakan dan dipraktikkan. Apabila belum selesai melakukan dan mempraktikan tidak boleh membaca bab berikutnya.

Diharapkan, setelah membaca buku ini, masyarakat menjadi pribadi baru. Seseorang dinilai tidak dari langkah yang dimulai, tapi menyelesaikannya. Jangan berhenti saat lelah, berhentilah saat selesai. Segeralah bangun impian atau hanya akan jadi pembantu orang lain mewujudkan impiannya (hal 222).

Buku ini bisa membantu memulai membangun bisnis. Di setiap bab disertakan gambar-gambar menarik sehingga menambah semangat membaca. Sukses bukan dimulai saat sudah berumur, namun saat ini juga. Tidak ada kata terlalu muda untuk menjadi seorang miliarder. 

Diresensi Santi Puspitasari, Lulusan Syarif Hidayatullah

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment