Koran Jakarta | July 19 2019
No Comments

10 Hal yang Harus Dilakukan Pegawai Baru di 3 Bulan Pertama Kerja

10 Hal yang Harus Dilakukan Pegawai Baru di 3 Bulan Pertama Kerja
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, akhirnya saya diterima bekerja. Apa yang terpenting untuk saya lakukan di bulan-bulan pertama saya bekerja?

Jawaban:

Selamat, akhirnya peker­jaan yang Anda idamkan kini tercapai juga. Tapi jangan ce­pat berpuas diri dulu karena tugas Anda belum selesai sam­pai di situ. Sekarang saatnya membuat atasan terkesan.

Melansir laman Business Insider, mulailah dengan 10 hal berikut untuk memaksi­malkan waktu tiga bulan per­tama dalam posisi baru:

  1. Merenungkan dan melak­sanakan rencana dan tujuan yang ditetapkan pada hari pertama

Mulailah dengan mere­nungkan tujuan yang Anda buat pada permulaan posisi baru. Periksa bagaimana tuju­an Anda telah berubah dan ba­gaimana dapat memperbaiki alur kerja untuk menyelesai­kan lebih banyak dan menjadi versi diri Anda yang diinginkan pada hari pertama.

  1. Menjadi tak ternilai bagi anggota tim dan rekan kerja

Tiga bulan adalah waktu yang cukup untuk mempela­jari posisi dan menjelaskan kepada rekan kerja mengenai seberapa banyak kelebihan yang dapat Anda tawarkan. Di­mulai pada minggu pertama, Anda harus hadir dalam per­temuan dan percakapan serta membangun keahlian Anda untuk menjadi orang yang ma­suk ke tim.

  1. Menemukan cara untuk mengatasi frustrasi yang mempengaruhi tim

Annabel Action, pendiri Never Liked It Anyway, berbagi beberapa trik untuk pemecah­an masalah secara kreatif. Tip­nya dimulai dengan proyek ke­cil, melarang solusi Anda, dan bahkan bertanya kepada diri sendiri “Apa yang akan dilaku­kan oleh pahlawan saya?”

  1. Mengevaluasi kembali ke­lompok sosial dan relasi

Mungkin mudah untuk me­rasa nyaman dengan tetangga kantor kita, tapi begitu Anda mengenal mereka, saatnya untuk memperluas relasi dan bertemu dengan orang lain di perusahaan. Anda mung­kin ingin memulainya dengan meminta saran dan perspektif mereka.

  1. Mengeksplorasi cara baru untuk meraih lebih banyak

Stewart Butterfield, CEO Slack, mengatakan kepada Adam Bryant dari The New York Times bahwa dia mendo­rong karyawan untuk bereks­perimen dan berinovasi.

“Mereka sangat serius, dan mereka ingin merasa seperti mereka telah menyelesaikan banyak hal pada usia yang sa­ngat muda daripada hanya mencoba untuk mencari tahu. Jadi saya mencoba mendorong mereka menuju sikap yang le­bih eksperimental. “

  1. Terus memperbaiki ke­biasaan buruk

Charles Duhigg, penulis “The Power of Habit,” menulis dalam bukunya:

“Biasanya, orang yang berolahraga dan mulai makan lebih baik akan menjadi le­bih produktif di tempat kerja. Mereka merokok lebih sedikit dan menunjukkan lebih ba­nyak kesabaran dengan rekan kerja dan keluarga. Mereka se­ring menggunakan kartu kre­dit mereka dan mengatakan bahwa mereka merasa kurang stres. Latihan adalah kebiasa­an kunci yang memicu per­ubahan luas.”

Kegiatan positif lainnya yang dapat memperbaiki pe­kerjaan Anda mencakup me­ningkatkan ibadah, menulis atau membaca.

  1. Mengidentifikasi penyebab boros waktu dan menghi­langkan kebiasaan itu

Kita semua bersalah mem­buang-buang waktu di sana-sini, tapi keputusan ada di tangan Anda mau coba meng­hilangkan kebiasaan buruk itu atau tidak.

Jika Anda berniat untuk menghilangkan kebiasaan bu­ruk itu, langkah pertama ada­lah mencatat bagaimana Anda menghabiskan hari sehingga Anda dapat mengidentifikasi tugas paling produktif dan pa­ling tidak produktif.

  1. Selalu menunjukkan nilai kepada perusahaan

Orang-orang sukses akan selalu menunjukkan berapa banyak nilai yang mereka bawa ke peran masing-masing. “Saya tidak pernah berpikir untuk meyakinkan siapa pun tentang sesuatu. Saya pikir dalam hal memberi inspirasi kepada me­reka,” kata Robin Dreeke, se­orang agen FBI.

  1. Menetapkan tujuan baru sesuai harapan manajer

Setelah Anda memiliki wak­tu untuk menyelesaikan daf­tar tujuan yang ingin dicapai, berkonsultasilah dengan ma­najer untuk mengetahui apa­kah tujuan Anda masih sesuai.

  1. Mengambil setiap kesem­patan untuk menjalin hu­bungan dengan rekan kerja

Joanna Coles, mantan pe­mimpin redaksi Cosmo dan Marie Claire, mengatakan bahwa berhubungan dengan teman sebaya sama penting­nya berhubungan dengan atasan.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment