Koran Jakarta | August 19 2019
No Comments
Pemerintah Inggris - Anggota Parlemen Boris Johnson Paling Populer

10 Kader Konservatif Perebutkan Kursi PM

10 Kader Konservatif Perebutkan Kursi PM

Foto : AFP/SAJJAD HUSSAIN
A   A   A   Pengaturan Font
Pemilihan untuk putaran pertama akan dilakukan oleh 313 anggota parlemen Konservatif, mulai tanggal 13, 18, 19, dan 20 Juni 2019.

 

LONDON – Sepuluh kandi­dat dicalonkan dalam pemilihan pemimpin Partai Konserva­tif sekaligus Perdana Menteri Inggris menggantikan Theresa May. Dari sepuluh kandidat, terdapat sejumlah nama yang sudah terkenal, seperti man­tan Menteri Luar Negeri Boris Johnson, Menteri Lingkungan Michael Gove, mantan Menteri Brexit Dominic Raab, Men­teri Kesehatan Matt Hancock, hingga Menteri Dalam Negeri Sajid Javid.

Kandidat lainnya adalah Menteri Pembangunan Internasional Rory Stewart, man­tan Pemimpin House of Com­mons Andrea Leadsom, dan anggota Parlemen Konservatif Mark Harper. Dua calon lain­nya adalah Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt dan mantan Men­teri Pekerjaan dan Pensiun Es­ther McVey.

Putaran pertama pemungutan suara di antara anggota parlemen Konservatif akan mengerucutkan nama calon menjadi dua kandidat. Pemilihan untuk putaran pertama akan dilakukan oleh 313 anggota parlemen Konservatif, mulai tanggal 13, 18, 19, dan 20 Juni 2019. Dua kandidat tersebut akan dipilih oleh sekitar 160.000 anggota Partai Konservatif dalam pemungutan suara 22 Juni. Pemimpin terpilih diharapkan bisa diumumkan sekitar empat minggu kemudian.

Sebelumnya, Perdana Men­teri Inggris, Theresa May, men­gakui kekalahan pada Jumat, 24 Mei 2019, dan mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Konservatif.

“Ini (Brexit) akan dan se­lalu menjadi penyesalan men­dalam bagi saya, bahwa saya belum dapat menciptakan Brexit,” kata May yang berucap di podium di depan Downing St. No 10 (kantor Perdana Men­teri Inggris).

“Saya telah melakukan yang terbaik,” imbuhnya,

Mengakhiri pidatonya, May berurai air mata. Dia berusaha keras untuk menahan emosinya dan suaranya kemudian bergetar saat dia menyatakan, “Saya bersyukur bisa punya kesempatan untuk melayani negara yang saya cintai ini.”

Sebanyak 313 anggota parle­men Konservatif akan memilih pemilihan pemimpin Partai Konservatif sekaligus Perdana Menteri Inggris, mengganti­kan Theresa May, mulai tang­gal 13, 18, 19, dan 20 Juni. Pada putaran pertama akan dipilih dua calon. Karena perubahan peraturan lain, kandidat harus memenangkan suara dari seti­daknya 16 anggota parlemen lainnya dalam pemungutan suara pertama dan 32 dukungan pada putaran kedua.

Dua kandidat di final akan diajukan kepada sekitar 160.000 anggota Partai Konser­vatif yang lebih luas dalam pe­mungutan suara mulai 22 Juni, dengan yang terpilih diharap­kan diumumkan sekitar empat minggu kemudian.

Profil Kandidat

Nama anggota Parlemen Boris Johnson sudah lama disebut-sebut sebagai orang yang pas mejadi perdana men­teri. Mantan Wali Kota London ini, yang pernah menjadi juru kampanye Brexit, berbalik arah karena kecewa terhadap May. Sebagai wujud kekecewaan­nya, dia mundur dari Kemen­terian Luar Negeri. Johnson menganggap rencana Brexit yang diusulkan May punya banyak kelemahan. Dia adalah kandidat yang paling populer.

Sementara itu, Matt Han­cock, yang merupakan mantan anggota parlemen dari West Suffolk ini diangkat sebagai menteri kesehatan hanya be­berapa bulan setelah menjabat menteri kebudayaan. Perge­seran ini terjadi setelah Jeremy Hunt diangkat sebagai menteri luar negeri, menggantikan Bo­ris Johnson yang mundur.

Sedangkan Jeremy Hunt sempat enam tahun me­mimpin Departemen Kesehat­an. Jeremy Hunt digeser ke Ke­menterian Luar Negeri untuk menggantikan Boris Johnson. Saat referendum, dia menolak Brexit, tapi kini dia mendu­kung Brexit.

Calon lainnya adalah ang­gota Parlemen Esther McVey. Mantan pembawa acara tele­visi ini adalah salah satu pen­dukung Brexit. ang/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment