35 Rekening Lima Tersangka Diblokir | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 26 2020
No Comments
Kasus Korupsi Jiwasraya

35 Rekening Lima Tersangka Diblokir

35 Rekening Lima Tersangka Diblokir

Foto : ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A
BERIKAN KETERANGAN I Menko Polhukam Mahfud MD (kanan) didampingi Jaksa Agung ST Burhanuddin (kiri) memberikan keterangan pers seusai menggelar rapat kasus dugaan korupsi Jiwasraya di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/1).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Kejaksaan Agung telah memblokir 35 rekening bank milik lima ter­sangka kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Menurut Direktur Penyidikan Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febri Adriansyah, 35 rekening itu tersebar di 11 bank.

“Sebanyak 35 rekening itu di 11 bank, milik kelima ter­sangka. Tetap ada beberapa tindakan pelacakan aset,” ujar Direktur Penyidikan Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febri Adriansyah, di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu ( 22/1). Febri menutur­kan 11 bank tadi seluruhnya bank nasional. Namun, ia tak menjelaskan nama bank-bank tersebut.

Selain itu, penyidik Ke­jaksaan Agung juga telah menyita kurang lebih 1.400 sertifikat tanah milik kelima tersangka kasus Jiwasraya. Jaksa Agung, ST Burhanud­din, mengatakan penyidik belum bisa menaksir nilai to­tal aset para tersangka yang disita tersebut.

“Masih direkap-rekap. Banyak sekali. Bayangin, serti­fikat saja ada 1.400, bayangin saja, sertifikat tanah.”

Kejaksaan Agung menya­kini ada aset para tersangka kasus Jiwasraya yang disem­bunyikan di luar negeri. Maka penyidik fokus melacak aset para tersangka.

“Pasti ada, saya pastikan ada, oleh karena itu kami lacak terus,” kata Burhanuddin.

Sejauh ini aset yang telah disita penyidik meliputi kendaraan, tanah, dan rekening bank. Untuk kendaraan, su­dah ada delapan mobil dan satu motor yang disita.

Untuk penyitaan aset berupa tanah atau lahan, Ke­jaksaan Agung telah meminta Badan Pertahanan Negara (BPN) untuk memblokir 156 bidang tanah di Lebak dan Tangerang milik tersangka Benny Tjokrosaputro. Menu­rut Febri, sertifikat tanah milik tersangka Syahmirwan pun telah diblokir. Syahmir­wan adalah bekas Kepala Di­visi Investasi dan Keuangan Jiwasraya.

Jangan Dibelokkan

Di tempat terpisah, Men­teri Koordinator bidang Poli­tik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengingatkan Kejaksaan Agung agar kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tidak dibelokkan ke unsur perdata.

“Dalam hukum pidana, ada jalurnya sendiri. Kalau sudah masuk ke ranah hukum pidana, tentu tidak bisa dibelokkan ke perdata kalau memang ada unsur pidananya,” ujar Mahfud dalam konferensi pers di Kan­tor Kemenko Polhukam, Jakar­ta Pusat, Rabu (22/1).

Mahfud memastikan proses hukum atas kasus dugaan korupsi Jiwasraya tetap berjalan. ags/jon/Ant/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment