Koran Jakarta | December 11 2017
No Comments

5 Kesalahan Mendasar pada CV

5 Kesalahan Mendasar pada CV
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan :

Bu Rossa, sudah belasan CV yang saya kirim tapi belum ada satu pun panggilan interview. Saya sangat down Bu. Saya berpikir mungkin saja ada kesalahan yang mendasar pada CV saya. Mohon advisnya Bu Rossa.

Hendri, Jakarta

Jawaban :

Tahukah kamu bahwa HRD perusahaan menerima puluhan bahkan ratusan lamaran kerja setiap kali proses perekrutan? Penelitian menyebutkan bahwa rata-rata HRD hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 menit untuk memutuskan apakah kamu layak untuk maju ketahap selanjutnya atau tidak. Dengan waktu yang sesingkat itu untuk menyeleksi lamaran, apa yang sebenarnya perusahaan cari dan apa yang harus kamu hindari untuk disebutkan dalam CV? Baca baik-baik tips berikut ini.

  1. Jangan Menjelaskan Riwayat Hidup Terlalu Detail

Setiap orang pasti ingin membuat CV yang bagus untuk membuat HRD terkesan, namun kadang malah memasukkan detail tidak penting ke dalam CV. Sehingga kadang kala memasukkan hal-hal yang tidak penting. Contohnya, kamu mungkin memasukkan informasi mengenai pengalaman magang yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan jabatan yang akan kamu lamar.

Solusinya adalah hanya memasukkan informasi riwayat pekerjaan yang ada kaitannya dengan pekerjaan yang akan kamu lamar. Jika perusahaan mencari kandidat di bidang marketing, HRD perusahaan pastilah mencari kandidat yang mempunyai pengalaman di bidang tersebut. Jadi, bila pelamar tidak mempunyai pengalaman di bidang marketing, kemungkinan CV-nya tidak akan dilirik HRD.

  1. CV yang Berantakan

CV berantakan merupakan hal yang paling dibenci oleh HRD. Ini disebabkan karena mereka sulit untuk mendapatkan informasi secara cepat. Susun CV-mu sejelas dan seringkas mungkin. Berikan detail namamu, pekerjaan terkini dan pengalaman yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan kamu lamar. Buatlah dalam bentuk pointers sehingga memudahkan para perekrut untuk mendapatkan informasi tentangmu.

  1. Tujuan yang Standar

Menulis pernyataan tujuan yang standar di surat lamaran adalah salah satu yang harus kamu hindari. Pernyataan klasik seperti “Mencari pekerjaan yang menantang dan mengembangkan professionalisme” sebaiknya tidak perlu kamu tulis.

Fokuslah ke pekerjaan yang kamu mau dan hanya jabarkan pengalaman dan kemampuan kamu yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut. Baca berulang kali untuk memastikan apakah tawaran pekerjaan tersebut cocok denganmu atau tidak.

  1. Data Pribadi yang Tidak Relevan

Apabila kamu aktif di kegiatan keagamaan atau olahraga, dan kegiatan tersebut tidak berhubungan sama sekali dengan pekerjaan yang kamu lamar, jangan cantumkan ke dalam CV. Ini bisa dianggap berlebihan dan tidak relevan untuk dicantumkan ke dalam CV.

Namun misalnya, pekerjaan yang kamu lamar adalah sebagai humas di sebuah kegiatan amal dan kamu mempunyai pengalaman di bidang yang serupa, itu berarti harus dicantumkan.

  1. Kemampuan yang Umum

Para perekrut pasti akan bosan mendengar jika kamu menerangkan bahwa kamu sangat mahir dalam Microsoft Office. Semua pekerja di zaman modern saat ini pastilah memiliki skill tersebut. Jadi stop untuk membanggakan keahlianmu dalam menggunakan Microsoft Office.

Lain halnya jika kamu berkerja dalam industri pengembangan perangkat lunak dan melamar pekerjaan sebagai pengembang software, skill Microsoft Office mungkin akan dibutuhkan. Tapi jika, skill Microsoft Office tersebut hanya sebagai keahlian normal untuk menyelesaikan pekerjaan rutinmu, sebaiknya tidak perlu kamu tulis. Hanya tuliskan keahlian-keahlian wajib yang bisa mendukungmu.

Saat melamar pekerjaan, HRD pasti akan melihat CV-mu terlebih dahulu. Jangan lupa cek hal-hal yang wajib kamu cantumkan dalam CV. Walaupun begitu, usahakan jangan terlalu memberikan informasi yang tidak begitu relevan dengan pekerjaan yang akan kamu lamar karena itu tidak penting. Mulai dari sekarang, perhatikan lebih detail lagi CV-mu sebelum mengirim ke HRD. Tetap semangat dan semoga sukses!

         

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment