Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments
Perayaan Waisak

Agama Mengajarkan Kasih Sayang

Agama Mengajarkan Kasih Sayang

Foto : ANTARA/ANDREAS FITRI ATMOKO
PERAYAAN WAISAK - Pengunjung menerbangkan lampion perdamaian saat perayaan Waisak 2563 BE/2019 di Taman Lubini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (19/5). Pelepasan ribuan lampion itu merupakan simbol perdamaian serta menjadi rangkaian perayaan Tri Suci Waisak.
A   A   A   Pengaturan Font

MAGELANG – Inti ajaran agama adalah kasih sayang, bukan kebencian. Semua aga­ma di dunia mempunyai tu­juan yang sama untuk mewu­judkan keharmonisan.

“Semangat ini yang harus kita rawat sebaik-baiknya. Kita harus mencegah segala bentuk tindakan yang membuat ke­hidupan kita bersama menjadi terpecah dan menimbulkan konflik,” kata Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, saat memberi sambutan pun­cak perayaan Tri Suci Waisak (TSW), di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (18/5) malam.

Pesan itu disampaikan Me­nag menyikapi situasi dalam negeri saat ini yang baru saja menyelenggarakan pemilu serentak pada 17 April 2019. In­donesia yang memiliki banyak agama sebagai salah satu ben­tuk pluralitas yang harus di­rawat dan tidak boleh terpecah.

“Kita yakin dengan kede­wasaan berdemokrasi, kita bisa menjadi negara maju dan bermartabat. Keragaman men­jadi kekuatan, bukan kelemahan kita,” tandas Lukman.

Menurutnya, demokrasi yang berjalan harus mam­pu mengelola keberagaman dalam kehidupan beragama, sedangkan keberagaman dalam konteks demokrasi ialah untuk memanggul semangat kebersamaan. “Maka dari itu, kita sangat perlu untuk mem­beri perhatian pada kehidupan berdemokrasi dan beragama,” ujar Menag.

Melalui momentum Tri Suci Waisak TSW, Lukman mengajak umat beragama untuk mengevaluasi diri. Evaluasi diri ada di semua agama, misalnya, dalam agama Buddha ada TSW.

Contoh Pahlawan

Sementara itu, Ketua Wa­lubi, Hartati Murdaya, minta umat mencontoh sikap para pahlawan. Mereka tidak in­gin jadi pejabat, menteri, atau presiden.

“Mereka hanya ingin me­wariskan negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat kepada rakyat Indonesia. Mereka tidak mau kekuasaan apa pun. Mereka hanya ingin Indo­nesia maju, adil, dan makmur. Hanya itu harapan untuk rakyat Indonesia,” tandas Hartati.

Dia lalu mengajak masyara­kat untuk mempertahankan semangat para pahlawan bangsa. Marilah kita terus ber­satu. Jangan terpecah belah. Tetap bersatu apa pun situasi dan kondisinya agar kita tak kembali terjajah.

“Semoga Indonesia damai sejahtera dan sentosa,” harap Hartati. wid/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment