Anies Dinilai Tak Serius Cegah Banjir | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 3 2020
No Comments
Cuaca Ekstrem | Banjir Jakarta Disebabkan Hujan Lokal Bukan Kiriman

Anies Dinilai Tak Serius Cegah Banjir

Anies Dinilai Tak Serius Cegah Banjir

Foto : ANTARA/FAUZAN
TEROBOS BANJIR | Sejumlah pengendara melintasi banjir di Jalan KH Hasyim Ashari, Ciledug, Kota Tangerang, Banten, Selasa (25/2). Hujan lebat yang mengguyur sejak Selasa (25/2) dini hari serta buruknya sistem drainase menjadi penyebab banjir di jalan tersebut.
A   A   A   Pengaturan Font
Sebanyak 67 persen saluran air di DKI Jakarta tidak berfungsi baik mulai karena tersumbat sampah, limbah, dan lumpur.

 

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan pengambilan air tanah secara berlebihan menjadi salah satu faktor pemicu banjir di Jakarta. “Pengambilan air tanah yang cukup banyak berimbas pada penurunan permukaan daratan di Jakarta sehingga menjadi salah satu penyebab banjir,” kata dia di Jakarta, Selasa (25/2).

Ia mengatakan jika dibandingkan 20 hingga 30 tahun lalu, daratan di ibu kota mengalami penurunan. Bahkan, pada waktu itu sebagian besar wilayah Jakarta masih berada di atas permukaan laut. “Sekarang datanya sudah mengalami penurunan. Salah satunya karena pengambilan air tanah yang cukup banyak tadi,” ujar dia.

Daratan yang lebih rendah dibandingkan permukaan laut tadi menyebabkan air sulit untuk keluar dari tanah menuju laut. Persoalan tersebut diakuinya tidak bisa dikerjakan satu lembaga saja namun harus ada kesadaran kolektif.

Kondisi itu diperparah dengan masih banyak tempat yang aliran airnya tersumbat, drainase tidak lancar, hingga sungai-sungai dipenuhi sampah akibat perilaku buruk masyarakat. “Berdasarkan data kira-kira tujuh bulan yang lalu sejumlah sungai-sungai di Jakarta dan Bekasi dipenuhi sampah,” katanya.

Pola perilaku masyarakat berpengaruh besar terhadap kondisi sungai-sungai tercemar itu. Meskipun sudah banyak komunitas yang bergerak membersihkan, namun sampah tetap saja kembali dibuang ke sungai.

Tangani Banjir

Sementara itu, pengamat Perkotaan Universitas Trisakti Nirwono Joga menilai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dianggap tidak serius mencegah banjir. Anies malah sibuk mengurusi revitalisasi dan Formula E.

“Banjir hari ini lebih banyak disebabkan hujan lokal bukan banjir kiriman. Luapan air sungai dan luberan air dari saluran air menunjukkan memang tidak ada penanganan dan pembenahan sungai serta perbaikan saluran air kota yang signifikan,” ujar Joga.

Menurutnya, Jakarta sudah menjadi daerah rawan banjir sejak dulu. Namun, lanjut Joga, Anies tidak melakukan upaya pencegahan banjir sejak awal kepemimpinannya di Jakarta “Yang membedakan adalah gubernurnya serius apa tidak mengatasi banjir? Misal mulai dari membenahi bantaran sungai, merehabilitasi saluran air, merevitalisasi situ danau embung waduk, memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH) baru untuk daerah resapan air. Itu yang tidak dilakukan Anies dalam dua tahun ini. Konsekuensinya, ya banjirnya tidak teratasi dengan baik,” kata Joga.

Dia berharap, Anies dan jajarannya segera bertindak untuk membenahi bantaran sungai, merehabilitasi saluran air, merevitalisasi situ, danau, embung dan waduk serta memperbanyak RTH baru untuk daerah resapan air. pin/jon/Ant/P-5

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment