Awas, Bahaya Mengancam di Balik Rasa e-Rokok | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 26 2020
No Comments
Vape

Awas, Bahaya Mengancam di Balik Rasa e-Rokok

Awas, Bahaya Mengancam di Balik Rasa e-Rokok

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Perlu ada regulasi yang lebih kuat dari produksi dan kemurnian senyawa yang digunakan dalam rokok elektrik (e-rokok).

Tim ilmuwan dari Harvard TH Chan School of Public Health menemukan jejak dua mikroba toksin, endotoksin dan glukan, di perusahaan nikotin vaping pods, Juul. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, endotoksin adalah agen mikroba dan komponen dinding sel luar dari beberapa jenis bakteri, termasuk E coli.

Untungnya, kadar endotoksin ditemukan di bawah batas deteksi dalam polong Juul. Namun yang mengejutkan, penelitian ini menemukan 46 persen dari 54 vape rasa buah Juul yang mereka analisis mengandung jejak glukan yang terdeteksi.

Menurut para peneliti, glukan adalah komponen dinding sel jamur yang dapat menyebabkan peradangan di saluran udara dan menyebabkan kerusakan paru jangka panjang. Dan dua rasa, tembakau dan mentol, jauh lebih terkontaminasi dengan glukan daripada rasa buah Juul lainnya.

Kabar ini berhembus setelah Food and Drug Administration AS mengumumkan bahwa mereka melarang semua rasa buah dan vaping pod rasa nikotin mint untuk para remaja. Tapi untuk rasa tembakau dan mentol, dalam aturan baru FDA itu dikecualikan, padahal menurut penelitian ini paling banyak terkontaminasi glukan.

Para peneliti masih mendalami mengapa tembakau Juul menunjukkan kadar glukan yang tinggi. David Christiani, salah satu peneliti, mencatat bahwa dia tidak percaya kadar glukan terkait dengan penyakit e-rokok misterius yang telah merenggut nyawa lebih dari 50 orang pada Desember 2019. Kendati demikian, studi baru ini juga sejalan dengan apa yang ditemukan tim saat menganalisis merek produk-produk vape lainnya.

Sebuah studi sebelumnya yang dilakukan tim peneliti yang sama yang dipublikasikan pada April juga menemukan bahwa 17 dari 75 produk rokok elektronik dari 10 merek AS yang paling laku juga terkontaminasi endotoksin, 61 dari 75 bahkan mengandung jejak glukan.

Itu sebabnya, kini para peneliti menyerukan aturan yang lebih ketat seputar penjualan produk ini. “Perlu ada regulasi yang lebih kuat dari produksi dan kemurnian senyawa yang digunakan dalam e-rokok. Orang tidak boleh berasumsi bahwa e-rokok itu aman,” kata Christiani.

Mematikan Sel

Sejak kemunculannya, rasa rokok elektronik memang sangat menarik karena memiliki beragam rasa yang jauh dari rokok konvensional pada umumnya. Tapi tahu kah Anda, selain TH Chan School of Public Health, sudah cukup banyak penelitian yang menyoroti rasa di e-rokok itu.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of American College of Cardiology, menyebut rasa kayu manis dan mentol dalam vape, dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular ketika dihirup. Tim peneliti menyelidiki efek cairan vape pada sel-sel endotel yang melapisi bagian dalam pembuluh darah.

Joseph Wu, Profesor di Stanford University, dalam penelitiannya menemukan bahwa sel-sel endotel yang terpapar pada cairan vape atau darah yang dikumpulkan dari pengguna vape, sesaat setelah menghirup vape, menunjukkan peningkatan signifikan jumlah molekul yang terlibat dalam kerusakan DNA dan kematian sel.

“Tingkat keparahan kerusakan terjadi bahkan jika tanpa adanya nikotin, bervariasi diantara rasa 1populer,” ungkap Wu. Ia menambahkan dalam kayu manis dan mentol ditemukan sangat berbahaya.

Dalam penelitian ini, para peneliti menyelidiki efek dari enam rasa cairan vape populer yang berbeda, seperti buah, tembakau, tembakau manis dengan karamel dan vanila, butterscotch manis (sejenis permen), kayu manis dan mentol. Mereka menilai ada kadar nikotin yang bervariasi pada sel endotel yang berasal dari sel induk berpotensi majemuk yang diinduksi manusia atau sel iPS.

“Ketika kami mengekspos sel pada enam rasa berbeda dari cairan vape dengan berbagai tingkat nikotin, kami melihat kerusakan yang signifikan Sel-sel kurang layak, dan mereka mulai menunjukkan beberapa gejala disfungsi,” kata Wu.

Para peneliti menemukan bahwa sementara beberapa cairan cukup beracun bagi sel-sel endotel, rasa kayu manis dan mentol secara signifikan menurunkan kelangsungan hidup sel, bahkan tanpa adanya nikotin.

“Penting bagi pengguna vape untuk menyadari bahwa bahan kimia dari kayu manis dan mentol ini beredar di dalam tubuh mereka dan memengaruhi kesehatan pembuluh darah mereka. Studi ini jelas menunjukkan bahwa vape bukanlah alternatif yang aman untuk rokok tradisional,” kata Wu.

Menurut survei federal, persentase siswa sekolah menengah yang menggunakan rokok elektrik adalah 27,5 persen, naik dari 20,8 persen pada 2018. Kemudian berdasarkan penelitian Journal of American Medical Association menemukan bahwa sejauh ini rasa mint adalah yang paling populer di kalangan pengguna Juul AS kelas 10 dan 12, dengan lebih dari 40 persen mengatakan mint adalah jenis nikotin yang paling sering digunakan.

Kandungan e-Rokok

Dilansir dari Americam Cancer Society, berbagai bahan yang umumnya terkandung dalam vape, sebagai berikut.

1.Nikotin

Sama halnya dengan rokok tembakau, hampir semua jenis vape juga mengandung nikotin. Nikotin memiliki berbagai dampak buruk untuk kesehatan seperti merusak perkembangan otak remaja, menyebabkan kerusakan paru-paru permanen, dan meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru.
Kandungan nikotin dalam vape sangat beragam, ada yang banyaknya setara dengan rokok tembakau dan ada yang lebih rendah. Cara penggunaan vape juga memengaruhi jumlah nikotin yang dikonsumsi. Orang yang menggunakan vape cenderung mengalami ketergantungan, karena tabung dengan tegangan tinggi pada vape dapat mengalirkan nikotin pada jumlah yang besar ke dalam tubuh.

2.Propilen Gilikon

Kandungan ini biasanya digunakan untuk membuat efek kabut. Uap dari zat tersebut dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, paru-paru, tenggorokan serta berpotensi merusak ginjal dan sistem saraf. Tidak hanya itu, meskipun vape tidak mengeluarkan asap tetapi uap yang dihasilkan jika terhirup akan menimbulkan serangan asma, gangguan saluran pernapasan dan batuk. Vape juga berbahaya untuk penderita pneumonia, gagal jantung, disorientasi, kejang, dan hipotens.

3.Bahan Kimia Perisa

Vape memiliki berbagai rasa pada cairannya. Cairan tersebut yang membuat harum uap yang dihasilkan. Namun, di dalam rasa-rasa tersebut terdapat satu zat yang membahayakan yaitu, diasetil. Diasetil dapat menyebabkan penyakit paru-paru obstruktif kronis jika masuk ke tubuh.

4.Formaldehyde

Formaldehyde adalah zat penyebab kanker yang bisa terbentuk ketika cairan vape terlalu panas. Senyawa ini biasanya banyak digunakan dalam kayu lapis, papan serat, dan papan partikel. Senyawa ini berisiko menyebabkan kanker hidung, merusak sistem pencernaan, kulit, dan paru-paru. ima/R-1

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment