Bakpao, Lezat saat Hangat | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
No Comments

Bakpao, Lezat saat Hangat

Bakpao, Lezat saat Hangat

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Memiliki tekstur yang lembut dengan pilihan rasa yang beragam, bakpao menjadi kudapan hangat yang pas bersanding dengan secangkir teh. Apalagi di tengah musim hujan seperti saat ini

Keberadaan bakpao yang kita kenal dalam khasanah kuliner Indonesia tidak bisa dilepaskan dari tradisi kuliner Tionghoa. Dialek bakpao sendiri memang berasal dari bahasa Hokkian. Sementara orang Hakka atau Khek menyebutnya sebagai Nyukppao atau Yungppao, artinya sama, yakni daging yang terbungkus.

Penyebutan Bakpao sendiri berasal dari gabungan kata Bak yang berarti daging babi dan Pao yang memiliki arti bungkusan. Artinya Bakpao berarti bungkusan yang berisi daging, terutama daging babi. Tekstur bakpao memiliki tekstur yang lembut mengembang. Kulit bakpao memang dibuat dari adonan tepung terigu dan ragi yang diproses hingga mengembang.

Setelah menjadi biang, bakpao kemudian dibentuk dan diisi sesuai dengan selera. Ukuran bakpao biasanya memiliki diameter sekitar 10 sentimeter. Tapi, belakang ada juga yang dibuat lebih kecil. Di negara asalnya, bakpao memang menggunakan cincangan daging babi sebagai isian bakpao. Namun, tidak di Indonesia.

Karena mayoritas penduduk Indonesia beragama muslim, maka isian bakpao kemudian disesuaikan, yakni menggunakan isian kacang-kacangan, seperti kacang hijau ataupun olahan kacang merah.

Banyak Varian Sejak diadaptasi sebagai salah satu kudapan Indonesia, keberadaan bakpao terus berkembang. Terutama pada isian untuk bakpao yang tidak lagi menggunakan isian daging babi.

“Kalau secara umum, isian untuk Bakpao itu bisa isian manis dan asin. Asin biasanya menggunakan cincangan daging ayam yang ditumis sederhana. Sementara manis lebih bervariasi lagi, ada coklat, kacang hijau atau sekarang banyak juga menggunakan isian selai seperti bluberry,” kata Chef Agus Surya dari Holiday Inn Jakarta Kemayoran beberapa waktu lalu. Modifikasi pada bakpao tidak hanya pada ragam isian dari bakpao yang semakin beragam.

Ukuran dan bentuk bakpao juga terus berkembang. Ukuran bakpao tidak lagi besar, tetapi juga dalam ukuran yang lebih imut atau kecil. Sementara untuk bentuk, belakangan, lanjut Chef Agus, juga muncul bakpao dengan aneka karakter lucu. Artinya, bakpao dibuat dengan beragam bentuk. ”Jadi bentuk Landak misalnya,” tambah Chef Agus.

Meski demikian, lanjut Chef Agus teknik yang digunakan dalam membuat bakpao cenderung masih sama. Yakni bakpao harus dikukus untuk menjadi hidangan yang lembut, lembab dan nyaman di mulut.

“Ada juga yang menambah beberapa bahan tambahan lain. Seperti menggunakan labu. Jadi seperti bakpao labu kuning,” kata Chef Agus.

Tekstur Harus Lembut Membuat bakpao menurut Chef Agus terbilang gampang-gampang susah. Beberapa hal harus diperhatikan untuk mendapatkan bakpao yang sempurna.

Yakni bakpau yang mampu mengembang sempurna, memiliki tekstur yang sangat lembut. “Biasanya kegagalan saat membuat bakpao untuk para pemula adalah bakpaonya kurang mengembang sempurna. Jadi terasa bantat, tidak lembut saat digigit,” kata Chef Agus. Untuk mendapatkan bakpao yang mengembang sempurna, berbagai tahapan harus diperhatikan.

Terutama menyangkut pada proses resting yakni proses dimana adonan untuk bakpao harus didiamkan terlebih dahulu agar bisa mengembang sempurna. “Ini (resting) harus dilakukan di suhu kamar,” kata Chef Agus.

Sebelum masuk di proses resting, yang tidak kalah penting adalah pemilihan dan pencampuran bahan-bahan yang digunakan. Termasuk kebersihan peralatan untuk membuat bakpao.”

Pastikan semua peralatan yang akan digunakan dalam kondisi bersih. Tanpa ada bekas seperti minyak misalnya,” tambah Chef Agus. Untuk bahan, sebaiknya bahan-bahan yang digunakan harus ditakar sesuai dengan kebutuhan atau timbangan yang diperlukan.

Proses mencampur adonan juga menjadi penting.” Jangan sampai tahapannya tidak urut. Nanti akan berpengaruh dan sebaiknya menggunakan tepung terigu protein rendah,” jelas Chef Agus.

Untuk proses pengukusan, bakpao sebaiknya dikukus setelah panci pengukus telah panas. Pastikan agar uap air tidak kembali jatuh ke permukaan bakpao karena bisa berdampak pada tampilan bakpao yang menjadi lebih basah.

“Biasanya kalau sudah mengembang, bakpao tidak akan turun lagi kalau sudah diangkat,” kata Chef Agus. Disarankan agar bakpao disajikan bersama dengan teh hangat atau kopi. Jika memilih bakpao dengan rasa manis, sebaiknya menggunakan teh atau kopi tanpa gula. Karena umumnya, isian bakpao sudah sangat manis.

Sejarah Bakpao

Sebelum dibawa dan diadaptasi sebagai kudapan Indonesia, bakpao rupanya memiliki sejarah yang cukup panjang sebagai sebuah kudapan yang masuk dalam kategori roti kukus ini.

Dikutip dari berbagai sumber, makanan serupa roti isi daging atau kacang ini mula-mula ditemukan oleh Zhuge Liang (181-234). Liang sendiri merupakan ahli militer Tiongkok.

Ia menemukan resep bakpao ini secara tidak sengaja. Awalnya, Liang dan prajuritnya harus melewati sebuah sungai berbahaya untuk kembali ke kampung halaman mereka usai berperang. Masyarakat lokal menyarankan untuk menyediakan kepala manusia sebagai tumbal agar mereka bisa melewati sungai tersebut dengan selamat.

Liang tentu tidak menyetujui syarat tersebut. Terlebih jika ia harus membunuh tentaranya yang dipakai sebagai tumbal. Alhasil, Liang memilih untuk berburu binatang.

Kepala binatang buruan kemudian dibalut dengan adonan tepung hingga menyerupai kepala manusia. Bungkusan daging menyerupai kepala inilah yang kemudian diberikan sebagai persembahan atau tumbal agar mereka bisa selamat menyeberangi sungai. Sejak itulah, resep daging berbalut kulit tepung berkembang menjadi bakpao yang kita temui saat ini.

Popularitasnya tidak hanya di negara asalnya, tetapi juga di negara lain. Termasuk Indonesia. Di Jakarta sendiri kudapan ini cukup mudah ditemui. Bakpao Legendaris Di Indonesia ada bakpao yang terkenal sejak dulu, bahkan sampai sekarang masih diburu para pecinta kuliner. Bakpao Boldy di Kota Malang. Namanya Bakpao Boldy sudah ada sejak tahun 1950.

Disebut Boldy karena terletak di Jalan Boldy yang kini bernama Jalan Mangunsarkoro, Blimbing, Malang. Varian bakpao ini beragam mulai dari ayam cincang, ayam kecap, babi cincang, babi kecap, tausa, kacang hijau, dan kacang tanah. Dibandingkan lainnya, harga per buah camilan ini memang sedikit mahal. Siapa yang tak kenal dengan Bakpao Chik Yen. Hampir di semua kota-kota besar ada outlet jajanan lezat ini. Rasanya juga beragam, ada ayam, keju, cokelat, hingga kacang hijau.

Tak banyak yang tahu, ternyata outlet bakpao ini berasal dari Surabaya. Bahkan pabrik utamanya juga berada di sana. Surabaya juga terkenal dengan bakpao Hong Kong.

Jajanan ini sangat pas disantap untuk sarapan pagi. Varian isinya juga beragam dari kacang-kacangan hingga daging ayam. Bakpao lezat ini dijual di gerai yang berada di Jalan Karang Asem.

Saat mampir ke Kediri, jangan lupa untuk datang ke outlet bakpao legendarisnya. Namanya Bakpao Kimyen yang sudah ada sejak tahun 1976. Meski telah ditinggalkan oleh pemiliknya, tapi cita rasa dari jajanan ini tidak berubah. Hal ini karena masih menggunakan teknik serta resep yang diturunkan oleh Pak Kimyen.

Bakpao Minyen, kudapan legendaris ini dikenal dengan tiga jenis bakpaonya. Ada yang manis, asin, dan juga spesial. Bakpao manis berisi kacang hijau atau kacang merah. Sedangkan rasa asin berupa ayam.

Untuk rasa spesial berisi bakpao asin dengan dengan isi daging super banyak serta tambahan telur. Gerai bakpaonya di Jalan Jendral Sudirman 171, Bandung. nik/dariberbagaisumber/R-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment