Koran Jakarta | August 25 2019
No Comments
Gejolak Politik

Bandara Hong Kong Kembali Ditutup

Bandara Hong Kong Kembali Ditutup

Foto : PHILIP FONG/AFP
BANDARA DIDUDUKI PENGUNJUK RASA I Seorang turis memberikan barang bawaannya kepada penjaga keamanan saat memasuki pintu keberangkatan di tengah pengunjuk rasa pro-demokrasi di bandara internasional Hong Kong, Selasa (13/8).
A   A   A   Pengaturan Font

HONG KONG – Sejumlah penerbangan di Bandara In­ternasional Hong Kong kembali mengalami penundaan se­telah massa pengunjuk rasa pro-demokrasi mendudukinya pada Selasa (13/8). Sebelumnya, bandara tersebut sempat beroperasi, tetapi terjadi penumpukan sehingga sejumlah pesawat yang hendak lepas lanas ditunda atau dibatalkan. Kemudian muncul pengumuman bahwa check-in telah di­tangguhkan.

“Operasi terminal di Bandara Internasional Hong Kong telah benar-benar terganggu akibat demonstrasi publik di bandara hari ini,” kata otoritas bandara.

Cathay Pacific, maskapai penerbangan utama Hong Kong, mendaftarkan lebih dari 200 pembatalan pener­bangan dan mendesak pelanggan untuk menunda perja­lanan yang tidak penting dari Hong Kong. Namun demi­kian, 47 orang rombongan atlet renang DKI Jakarta berhasil lolos dari hadangan pendemo dan dipastikan akan ikut dalam penerbangan Cathay Pasific pukul 19.05 waktu se­tempat.

“Kita tetap on schedule flight. Ini kita lagi persiapan boarding untuk kembali ke Indonesia,” kata Gama Hakim, 28 tahun, official PPLM (Pusat Pendidikan Pelatihan Ma­hasiswa) Swimming team, Dinas Olahraga Pemprov DKI Jakarta.

Kementerian Luar Negeri RI melaporkan sebanyak 75 warga negara Indonesia (WNI) terdampak unjuk rasa di Hong Kong. Plh Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Joedha Nugraha, mengata­kan kini 75 orang tersebut telah terjadwal pulang bertahap sejak sore hingga malam hari ini. “KJRI Hong Kong telah mengirim tim untuk membantu. Saat ini ke-75 WNI telah mendapat jadwal penerbangan dan akan kembali ke tanah air sore dan malam ini,” ujar Joedha.

Ia menyebut, secara keseluruhan WNI yang berada di Hong Kong dalam keadaan aman.

Sementara itu, Frank Filser, 53 tahun, berusaha untuk menjadwal ulang penerbangan kembali ke Jerman untuk mengunjungi ayahnya yang menderita kanker stadium ak­hir. Namun, dia bersimpati dengan para pemrotes meski­pun ada gangguan.

Situasi Berbahaya

Bandara Hong Kong yang merupakan salah satu yang tersibuk di dunia, menjadi tempat protes selama lima hari berturut-turut.

Tautan video yang tersebar di media sosial memperli­hatkan penumpang berupaya untuk melewati demonstran, yang telah menduduki bandara di bagian dalam untuk menghalangi penumpang yang akan berangkat.

Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, sebelumnya menge­luarkan peringatan terbaru kepada para pengunjuk rasa. Lam mengatakan Hong Kong telah “mencapai situasi ber­bahaya”. AFP/ang/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment