Koran Jakarta | June 24 2017
No Comments
Strategi Efisiensi

Bank of America akan Lakukan PHK Besar-besaran

Bank of America akan Lakukan PHK Besar-besaran

Foto : Brendan McDermid/Reuters
A   A   A   Pengaturan Font

NEW YORK - Pemangkasan pegawai kembali terjadi. Kali ini bank terbesar kedua Amerika Serikat (AS), Bank of America Corp, mulai mengurangi jumlah pegawai pada divisi operasional dan teknologi. Pemangkasan ini bagian dari rencana perseroan untuk memangkas beban.


Pemangkasan pegawai dilakukan oleh Bank of America pada pertengahan minggu ini. Sebagian besar pegawai yang jadi bagian dari pemutusan hubungan kerja (PHK) berasal dari kantor pusat di Charlotte, negara bagian North Carolina. Namun, belum diketahui secara pasti jumlah pegawai yang diberhentikan.


Keputusan pengurangan jumlah pegawai tersebut sejalan dengan upaya Bank of America untuk memangkas beban guna mendorong target-target finansial yang telah dipasang oleh CEO Brian Moynihan.


Meskipun di waktu yang bersamaan Bank of America merekrut pegawai, namun pegawai yang di PHK lebih banyak jumlahnya jika dibandingkan dengan yang direkrut. Hal ini diungkapkan Moynihan dalam konferensi pers bulan lalu.


Tidak hanya memangkas jumlah pegawai, Bank of America juga ternyata memangkas beban dengan cara menutup beberapa pusat data. Dengan konsekuensi, data-data informasi dipindahkan ke sistem yang lebih murah dan dioperasikan oleh perusahaan-perusahaan teknologi.


Sebagai informasi, untuk bank-bank besar, operasional teknologi memakan biaya yang sangat besar. Sistem lama mungkin dapat diandalkan, namun sudah ketinggalan jaman. Sementara itu, sistem baru yang modern mahal untuk dikembangkan.


Sebelumnya, salah satu bank terbesar di Jepang, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc (MUFG), juga akan melakukan pengurangan jumlah tenaga kerja.

MUFG disebut-sebut sedang mempertimbangkan untuk merumahkan sekitar 10.000 pegawainya, atau sekitar 7 persen total tenaga kerja dalam satu dekade ke depan.

Keputusan ini diambil karena dampak dari suku bunga rendah dan meningkatnya persaingan menekan margin laba perusahaan.


Langkah ini merupakan contoh mencolok bagaimana bank-bank Jepang berjuang menghadapi lingkungan bisnis yang semakin menantang karena kebijakan suku bunga negatif bank sentral mengikis marjin dan populasi yang menyusut mengurangi permintaan kredit.


MUFG berusaha untuk merombak perusahaan dengan menutup cabang dan meningkatkan investasi teknologi Langkah ini bertujuan untuk berkompetisi dalam kemajuan digital di industri keuangan dan memberi kesempatan untuk penghematan biaya. Rtr/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment