Bantu Petani dan Nelayan untuk Kikis Kemiskinan di Gorontalo | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 23 2017
No Comments
suara daerah

Bantu Petani dan Nelayan untuk Kikis Kemiskinan di Gorontalo

Bantu Petani dan Nelayan untuk Kikis Kemiskinan di Gorontalo

Foto : koran jakarta / M Umar Fadloli
A   A   A   Pengaturan Font

Pembangunan infrastruktur seperti bendungan hingga jalan penghubung terus dilakukan di Provinsi Gorontalo. Pembangunan tersebut dilakukan agar roda perekonomian di provinsi ini berjalan baik. Pemerintah Provinsi Gorontalo juga fokus pembangunan di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan agar dapat mengentaskan kemiskinan yang saat ini masih mencapai kurang lebih 17 persen.

Gorontalo terbagi menjadi lima kabupaten dan satu kota. Tiap-tiap wilayah administrasi tersebut terbagi lagi menjadi beberapa wilayah administrasi di bawahnya, yaitu kecamatan dan desa/kelurahan. Pada tahun 2011, Provinsi Gorontalo terdiri dari 70 kecamatan dan 723 desa/kelurahan.
Untuk memajukan wilayah ini telah ditetapkan visinya, yaitu terwujudnya percepatan pembangunan berbagai bidang serta peningkatan ekonomi masyarakat yang berkeadilan di Provinsi Gorontalo. Untuk mewujudkannya, dibentuklah misinya. Untuk pencapaian visi pembangunan tersebut ditetapkan lima misi pembangunan Gorontalo 2012–2016.

Pertama, memfokuskan peningkatan ekonomi atas dasar optimalisasi potensi kewilayahan, mendorong laju investasi, percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan, sekaligus mengembangkan potensi unggulan dengan mengakselerasi secara cerdas terhadap pencapaian kesejahteraan rakyat. Kedua, meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan kesesuaian keahlian serta pemenuhan mutu kualitas penyelenggaraan pendidikan dan kesehatan.

Ketiga, mengembangkan manajemen pengelolaan potensi sumber daya kelautan, pertanian, peternakan, kehutanan, Danau Limboto, dan potensi lingkungan lainnya yang lebih baik, saling terintegrasi serta lestari demi kepentingan kemakmuran masyarakat. Keempat, mengembangkan nilai-nilai religi, dalam kehidupan beragama yang rukun penuh kesejukan sekaligus memelihara keragaman budaya serta memperkuat peran pemberdayaan perempuan, perlindungan terhadap anak, termasuk isu kesetaraan gender dalam pembangunan.

Kelima, menciptakan sinergitas di antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota di Gorontalo dalam kaidah otonomi daerah sekaligus untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik, menurunkan angka kemiskinan, serta menjalankan sistem tata pemerintahan yang baik dalam rangka reformasi birokrasi.

Untuk mengetahui apa saja langkah ke depan secara nyata yang akan dilakukan Provinsi Gorontalo, wartawan Koran Jakarta, Muhammad Umar Fadloli, berhasil mewawancarai Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, seusai mengikuti rapat terbatas evaluasi pelaksanaan program strategis nasional dan program prioritas Provinsi Gorontalo, di Kantor Presiden, Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa saja yang sudah Anda kerjakan dalam memimpin Gorontalo?

Ada pembangunan Bendungan Bone Hulu, Bolang Hulu, dan jalan penghubung Gorontalo–Manado.

Progresnya seperti apa?

Alhamdulillah, tiga-tiganya tidak ada masalah. Namun, satu sempat tertunda yaitu pekerjaan Bendungan Bone Hulu. Tertunda karena ada miskomunikasi antara masyarakat dan pemerintah sana tentang lokasi karena di situ ada taman nasional. Mereka berkeinginam agar pembangunan tidak merusak lingkungan, terutama ada hewan dan burung maleo di sana agar jangan terganggu.

Maka itu, kami melakukan sosialisasi dan kami jelaskan kepada masyarakat bahwa pembangunan Bendungan Bone Hulu tidak akan mengganggu taman nasional dan menjaga kelestariannya. Alhamdulillah, mereka setuju membuat surat pernyataan dan pemerintah juga.

Lalu, yang pembangunan Bendungan Bolang Hulu?

Bolang Hulu itu ground breaking tahun 2018, serta pengerjaan jalan penghubung Gorontalo–Manado dilakukan tahun anggaran 2017 dan tahun 2018 kurang lebih 60 miliar rupiah untuk pengerjaan jalan 10 kilometer untuk pelebaran jalan.

Ada kendala terkait pembebasan lahannya?

Selama itu ganti untung bukan ganti rugi, masyarakat Gorontalo sangat mendukung. Insya Allah untuk pembangunan di sana persoalan lahan tidak ada masalah. Pada tahun 2018, kami mengusulkan pembangunan Bandara Pohuwato, Pelabuhan Anggrek, dan penghijauan Polonia.

Presiden Joko Widodo mengingatkan agar dapat nengentaskan kemiskinan, tanggapan Anda?

Iya, kami memang terkait kemiskinan masih tinggi, tercatat ada sebesar 17,16 persen. Setelah kami lihat bahwa dalam memberikan bantuan kurang pas sasarannya. Nah, itu nanti yang kami ubah.

Bantuan apa saja?

Bantuan perikanan ada perahu nelayan, lalu petanian, dan peternakan. Ada sapi, kambing, itik, serta pemberian kredit usaha rakyat (KUR). Ini ke depan yang harus tepat sasaran.

Apa yang akan ditonjolkan di Gorontalo?

Masyarakat kami kulturnya itu 65 persen ada di desa yang fokus sebagai petani makanya pertanian, peternakan, dan perikanan akan kami kembangkan. Untuk pertanian, ada jagung sebagaimana yang disampaikan Presiden Joko Widodo. Kami berharap para pengumpul jagung tidak hanya melakukan aktivitas pembelian, akan tetapi turut serta membina dan memfasilitasi petani dalam mengusahakan pengembangan tanamannya di daerah itu. N-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment