Koran Jakarta | September 23 2019
No Comments
Kejahatan “Online”

Bareskrim Tangkap Otak Sindikat Penipuan Daring

Bareskrim Tangkap Otak Sindikat Penipuan Daring

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Direktorat Tin­dak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap tersangka Iren alias Nurul Ainulia, bos sindikat penipuan online (dar­ing) yang menggasak uang se­besar 113 miliar rupiah. Iren berhasil ditangkap berkat kerja sama antara KBRI di Malaysia, Imigrasi Malaysia, dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

“Dalam kasus ini, Iren ber­peran sebagai pemberi per­intah kepada tersangka lain untuk membuat perusahaan serta rekening perusahaan un­tuk menampung aliran dana hasil kejahatan dari luar negeri,” kata Kepala Sub­dit II Dittipidsiber Bareskrim Polri, Komisaris Besar Pol Rickynaldo Chairul, di Kantor Bareskrim, Jakarta, Selasa (20/8).

Iren diketahui se­bagai master minds atau otak kejahatan penipuan online yang beroperasi di Ame­rika Serikat, Inggris, Nigeria, Malaysia, Yunani, Ceko, dan Eropa. Bareskrim Polri men­jemput Iren di KBRI Kuala Lumpur pada 16 Agustus lalu.

Menurut Rickynaldo, ter­sangka Iren memerintahkan tersangka lainnya untuk menu­karkan uang hasil kejahatan ke dalam bentuk mata uang asing di beberapa money changer. Se­lanjutnya menyerahkan uang hasil penukaran valas ke WNA Nigeria berinisial AEM.

Polri, tambah Rickynal­do, berupaya memu­langkan tersangka Iren yang sempat melari­kan diri ke Malaysia. Tim dari Siber Polri telah bekerja sama dengan tim KBRI di Malaysia, Imi­grasi Malaysia, dan PDRM melakukan pe­ngamanan serta pro­ses administrasi pemulan­gan ter­sangka ke Indonesia.

Kembangkan Kasus

Bareskrim masih mengem­bangkan kasus ini bekerja sama dengan FBI, UK NCA, Polisi Siber Nigeria, Polisi Siber Malaysia, Polisi Siber Yunani, Polisi Siber Ceko, Europol, dan Interpol yang memang fokus pada kejahatan internasional Sindikat Nigerian Scam atau Business Email Compromise di seluruh dunia.

Dari tangan Iren, tambah Rickynaldo, polisi menyita be­berapa barang bukti yakni satu buah KTP, satu buah NPWP, satu buah buku paspor, dan satu buah kwitansi Louis Vuitton. Atas per­buatannya, tersangka dikenakan pelanggaran sejumlah pasal. Iren diduga melanggar Pasal 82 dan/ atau Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan/atau Pasal 46 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Jo Pasal 30 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) dan/atau Pasal 51 ayat (1) dan ayat (2).

Iren juga diduga melanggar Pasal 35 dan/atau Pasal 36 Un­dang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/ atau Pasal 3, Pasal 5, dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegah­an dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan/ atau Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 20 tahun penjara. eko/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment