Koran Jakarta | August 25 2019
No Comments
Pemberantasan Narkoba

BNN Jabar Waspadai Narkotika Masuk lewat BIJB

BNN Jabar Waspadai Narkotika Masuk lewat BIJB

Foto : Koran Jakarta/Teguh Raharjo
Musnahkan Ganja - Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum (kiri) memasukkan barang bukti ganja hasil operasi Badan Narkotika Nasional Jabar ke dalam mesin pemusnah pada peringatan Hari Antinarkotika Internasional tingkat Jabar, di halaman Gedung Sate Bandung, Senin (15/7).
A   A   A   Pengaturan Font

BANDUNG – Badan Narko­tika Nasional (BNN) Jawa Barat (Jabar) mewaspadai Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kabupaten Majalengka, se­bagai pintu baru bagi penge­dar narkotika untuk masuk ke Jabar. Selama ini bandara men­jadi salah satu titik masuk pere­daran narkotika untuk masuk ke Jabar, terutama dari kelom­pok pengedar internasional.

“Betul, kami sudah men­gantisipasi hal tersebut. Semua titik masuk menuju ke Jabar se­lalu diawasi, demikian juga ke­mungkinan titik masuk baru ka­rena ada BIJB,” kata Kepala BNN Jabar, Brigjen Sufyan Syarief, pada peringatan Hari Antin­arkotika Internasional tingkat Jabar, di halaman Gedung Sate Bandung, Senin (15/7).

Sufyan mengatakan sepan­jang tahun 2019, hingga perten­gahan Juli, telah mengamankan sebanyak 240 kilogram ganja dan 3,5 kilogram sabu-sabu sebagai hasil operasi BNN, di luar op­erasi kepolisian. Barang bukti itu dimusnahkan kemarin. Pemus­nahan barang bukti narkotika itu telah menyelamatkan sedikitnya 1,5 juta warga di Jabar.

“Jaringan internasional dan lokal sudah sama-sama pintar, jadi kita harus lebih masif me­lakukan pencegahan, jangan masuk ke Jabar,” tuturnya.

Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menambah­kan, jumlah pengguna narkoti­ka di Jabar saat ini diperkirakan mencapai 800 ribu orang atau sekitar 1,7 persen dari pecandu secara nasional. “Sayangnya, sekitar 2,5 persen pecandu ada­lah usia produktif. Ke depan, bukan hanya aparat yang men­cegah, namun semua pihak harus ikut serta. Sebab tidak bisa menyerahkan sepenuhnya pada aparat,” tegas dia.

Pencegahan penyalahguna­an narkotika, tambah Uu, akan lebih baik dilakukan sejak da­lam lingkungan keluarga. Ke­mudian melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemuka agama, komunitas, hingga kepolisian.

“Kami akan terus mendor­ong pembentukan perda per­lindungan dari narkotika, men­dorong pusat untuk membuat undang-undang perlindungan. Sebab, kata Pak Presiden, anak muda saat ini akan menjadi pemimpin di masa depan. Kita akan sosialisasikan ini kepada anak muda yang produktif,” tegasnya.

tgh/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment