Koran Jakarta | July 21 2017
No Comments

Boleh Bertahan dengan Gaji Kecil, Asalkan..

Boleh Bertahan dengan Gaji Kecil, Asalkan..

Foto : KORAN JAKARTA
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan :

Bu Rossa, apakah gaji besar adalah patokan kita memiliki pekerjaan yang baik? Saya baru lulus kuliah dan mulai bekerja di advertising agency. Saat reuni dengan teman, saya baru tahu ternyata gaji saya tidak besar. Tapi saya senang dengan pekerjaan, lingkungan dan fasilitas kantor saya ini. Mohon advisnya ya Bu. Anton, Jakarta

Jawaban :

Orang kerja untuk apa kalau bukan untuk mendapatkan uang? Apalagi untukmu yang masih muda, punya pekerjaan, dan penghasilan sendiri adalah suatu kebanggaan. Kamu tak lagi bergantung kepada orangtua. Hari-harimu pun terisi dengan hal positif dan lebih bermakna. Tapi ketika gajimu ternyata paling kecil di antara temanmu yang bekerja di tempat lain, tentu ada rasa iri. Tapi apakah bijak jika kamu melepaskan pekerjaanmu begitu saja hanya karena gaji yang kecil? Coba pikirkan lagi. Kalau kamu tak bisa mendapatkan keuntungan materi yang cukup baik dari perusahan ini, harus ada keuntungan lain yang menjadi alasanmu bertahan.

1. Ilmu baru yang buat skillmu terus berkembang, dan tak hanya di satu bidang

Kadang kantormu bisa jadi tempat belajar gratis yang bahkan lebih baik dari kampus. Apalagi kalau perusahaan tempatmu ini seperti startup, gaji memang biasanya tak seperti temanmu yang bekerja di BUMN atau perusahaan multinasional. Tapi jangan salah, startup justru sebaik-baiknya tempat untuk belajar. Mengingat jobdeskmu bisa bertambah sewaktu-waktu, entah saat temanmu dibagian itu sakit, cuti bahkan resign.

2. Rekan kerja tak hanya asyik diajak kerja sama tapi juga berbagi segala hal, termasuk lowongan pekerjaan

Karena lingkungan kantor yang baik dan sehat itu sudah pasti memberi banyak kebaikan. Membuatmu bisa bekerja dengan nyaman dan lebih produktif. Sementara lingkungan kantor yang sehat itu terbentuk dari rekan-rekan kerja yang bisa bekerja secara tim dengan baik, mengedepankan persaingan yang sehat, dan punya interaksi sosial yang lebih luas.

3. Mendapatkan jenjang karier yang cukup jelas

Bekerja itu ibarat naik tangga. Kamu tak bisa langsung sampai di atas menikmati gaji yang besar dan punya jabatan bergengsi. Kamu perlu menapaki satu per satu anak tangga, dengan segala risiko juga kemungkinan di antara proses itu. Tapi yang pasti selama perusahaanmu ini punya jenjang karir yang jelas, kamu tak perlu berlarut-larut galau ingin resign cuma karena gajimu yang sekarang pas-pasan.

4. Waktu yang cukup untuk istirahat dan menikmati hidup, karena kamu tak digaji untuk kerja lebih dari 8 jam

Selama kantormu ini masih punya peraturan yang manusiawi seperti jatah libur dan istirahat yang semestinya, kenapa harus terus mempersoalkan gaji? Apalagi kalau kantormu sendiri punya aturan kerja yang terbilang longgar, seperti dalam lima hari kerja, ada satu hari di mana kalian bebas memilih bekerja atau main game dan nonton film. Satu hari yang ternyata membuat kantor terasa lebih nyaman lagi dan lagi.

5. Fasilitas kantor, seperti laptop dan kebutuhan lain untuk meningkatkan semangat kerjamu

Gaji boleh pas-pasan, tapi ternyata fasilitas untuk menjaga kualitas kerja pegawainya terpenuhi dengan baik. Mulai dari fasilitas sehari-hari seperti laptop, makan siang, alat komunikasi lainnya, lalu fasilitas kesehatan, bahkan sampai jaminan ketenagakerjaan. Apa itu masih kurang?

6. Aturan perusahan yang fleksibel, yang membebaskanmu kerja sambil jalan-jalan atau kuliah

Semakin berkembangnya teknologi, membuatmu bisa bekerja darimana. Tak harus pergi ke kantor, selama di sekitarmu ada internet, bukankah semua tugasmu bisa beres? Dan kantormu ini biarpun startup dengan gaji yang pas-pasan ternyata paham kondisi seperti itu. Sampai akhirnya terciptalah ide untuk satu hari kerja di rumah. Sebenarnya tak harus di rumah juga tapi bisa dimana saja, asalkan kamu tetap menyetor pekerjaanmu.

Membicarakan gaji sebenarnya terlalu absurd sekalipun jelas hidup ini perlu materi. Tapi apalah artinya materi kalau kamu tetap saja tak bisa bahagia dengan pekerjaan atau kehidupanmu sendiri.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment