Budi Karya Sumadi : Pembangunan Infrastruktur Dilanjutkan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 26 2020
1 Comment
WAWANCARA

Budi Karya Sumadi : Pembangunan Infrastruktur Dilanjutkan

Budi Karya Sumadi : Pembangunan Infrastruktur Dilanjutkan

Foto : ANTARA/NOVA WAHYUDI
A   A   A   Pengaturan Font
Presiden Joko Widodo kembali memberikan amanah dan kepercayaan kepada Budi Karya Sumadi untuk memimpin Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Ini dilakukan karena sejumlah capaian positif diraih Budi, baik di transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian.

Walaupun demikian tidak dipungkiri kalau masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi dalam memajukan sektor perhubungan di Tanah Air. Untuk itu, ke depan seluruh jajaran Kemenhub harus bekerja keras melaksanakan tugas yang ada.

Untuk mengetahui rencana kerja di tahun mendatang serta langkahlangkah dalam membuat nyaman perjalanan masyarakat saat liburan, reporter Koran Jakarta, Mohammad Zaki Alatas berkesempatan mewawancarai Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dalam beberapa kesempatan di Jakarta, belum lama ini. Berikut petikan selengkapnya.

Meski pada periode kabinet kemarin tak penuh, tapi cukup banyak capaian dihasilkan. Apa saja?

Keberhasilan pembangunan infrastruktur transportasi tidak hanya sekadar selesai membangunnya, tetapi baru berhasil jika sudah bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Untuk itu, kami ingin mengubah mindset sumber daya manusia (SDM) di Kemenhub yang tadinya hanya bekerja untuk dirinya, tetapi sekarang bekerja untuk masyarakat.

Untuk capaian di sektor transportasi bagaimana?

Berkat dukungan tim yang kuat, kami meraih sejumlah capaian. Saya tekankan di sini kalau itu semua berkat kerja dan dukungan semua jajaran di Kemenhub, mulai dari eselon I, II, III, IV, dan tim di daerah, terlebih lagi yang berada di pelosok dan daerah terluar. Pencapaian ini terutama dalam sektor infrastruktur untuk membangun program Indonesia Sentris, dengan membuka asebilitas dan meningkatkan perekonomian suatu daerah.

Detailnya dapat dijelaskan?

Pencapaian yang dilakukan di sektor Perhubungan Darat yaitu pembangunan BRT dan rehabilitasi terminal. Kemenhub juga mengembangkan transportasi perkotaan. Pengembangan angkutan massal di wilayah perkotaan mampu memindahkan sebagian pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum. Di Jabodetabek, proporsi perjalanan dengan angkutan umum terus meningkat seiring perbaikan layanan angkutan umum. Saat ini sudah ada MRT dan KRL yang mampu menarik minat masyarakat menggunakan transportasi massal.

Untuk sektor laut bagaimana?

Capaian sektor Perhubungan Laut yaitu pembangunan pelabuhan nonkomersial sebanyak 118 lokasi, pengembangan pelabuhan, dan tol laut. Pembangunan tol laut dinilai dapat menekan harga dan memastikan pasokan bahan pokok dapat diterima masyarakat Indonesia bagian timur.

Untuk meningkatkan bidang logistik, Kemenhub akan menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan hub internasional. Hal tersebut dilihat dari arus bongkar muat peti kemas di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok yang diharapkan bertambah menjadi 8 hingga 12 juta TEUs di tahun 2019. Sehingga ke depan perdagangan ke luar negeri dari Indonesia dapat ditangani oleh Pelabuhan Tanjung Priok.

Bagaiamana dengan sektor udara?

Pada sektor Perhubungan Udara capaiannya, antara lain pembangunan bandara baru di 15 lokasi untuk peningkatan konektivitas antarwilayah dan jembatan udara. Hal itu untuk meningkatkan konektivitas logistik dengan menyediakan 39 rute yang dilayani sampai ke daerah-daerah pedalaman yang terpencil untuk pemerataan serta kesenjangan ekonomi dan pembangunan antarwilayah di Indonesia bagian timur.

Lalu untuk perkeretaapian?

Capaian pada sektor Perkeretaapian yaitu pembangunan proyek double-double track (DDT), reaktiviasi jalur KA, pemantauan proyek LRT, pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya.

Bagaimana dengan rencana kerja mendatang?

Kami akan fokus melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk mendukung visi misi Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Ma’ruf Amin pada Kabinet Indonesa Maju 2020-2024. Pada periode kedua Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin dalam Kabinet Indonesia Maju, pembangunan infrastruktur akan terus dilanjutkan beriringan dengan pembangunan SDM yang unggul dan berkualitas.

Apa fokus kinerja yang akan dilaksanakan?

Kami akan fokus pembangunan infrastruktur transportasi yang dapat menciptakan konektivitas untuk mendukung akses pariwisata, kelancaran arus logistik, akses ke daerah terluar, tertinggal, terdalam, dan perbatasan (3TP), serta Ibu Kota Negara Baru (IKN). Selain itu, pembangunan infrastruktur yang dihubungkan titik-titik tersebut di atas diharapkan dapat membuka keterisolasian, membuka ruang ekonomi baru, mendongkrak lapangan kerja baru, serta mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

Adakah tugas khusus dari Presiden Jokowi?

Saya mendapatkan tugas dari Presiden Jokowi untuk memajukan infrastruktur transportasi mendukung konektivitas destinasi pariwisata super prioritas. Ini merupakan tantangan yang kami terima dengan senang. Pemerintah telah menetapkan lima destinasi super prioritas.

Kelima destinasi tersebut, terdiri dari empat dari 10 Bali baru yang sudah masuk super prioritas yakni Danau Toba Sumut, Borobudur Joglosemar, Mandalika Lombok dan Komodo, Labuan Bajo NTT. Ditambah satu Calon Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yaitu di Likupang, Sulawesi Utara, yang berasal dari lima destinasi unggulan yaitu Sungai Liat Bangka, Tanjung Gunung Bangka, Cikidang Jabar, dan Likupang Sulut.

Untuk berhasilnya, apa dukungan Kemenhub?

Dukungan yang dapat diberikan Kemenhub, di antaranya dengan menyusun beberapa kebijakan seperti transportasi angkutan darat. Wujudnya, antara lain dengan pemberian layanan subsidi operasional angkutan antarmoda dan angkutan penyeberangan, pengadaan fasilitas perlengkapan keselamatan jalan, pembangunan dermaga danau pada kawasan pariwisata dan pembangunan kapal Ro-Ro, dan bus air.

Bagaimana untuk transportasi kereta api dan udara?

Untuk transportasi perkeretaapian yaitu dengan pembangunan jalur KA menuju kawasan pariwisata, reaktivasi jalur kereta pariwisata, dan konektivitas jaringan kereta api dan menuju ke Bandara. Untuk transportasi laut yaitu dengan perpanjangan dermaga dan pengerukan kedalaman alur agar kapal cruise dapat bersandar dan pemberlakuan terminal pelabuhan laut pada destinasi pariwisata, akan diperuntukkan khusus untuk terminal penumpang laut dan tidak bercampur dengan terminal angkutan barang. Untuk transportasi udara, dengan memperpanjang runway dan apron agar dapat didarati pesawat narrow body (sekelas B-737), membuka jalur penerbangan internasional, peningkatan konektivitas rute dari dan menuju ke lokasi pariwisata.

Jika ditotalkan berapa anggaran yang disiapkan untuk dukungan tersebut?

Kami mengalokasikan anggaran 2,953 triliun rupiah untuk pengembangan lima destinasi pariwisata super prioritas di tahun 2019-2020. Dari total 2,953 triliun rupiah, Kemenhub mengalokasikan 353,99 miliar rupiah pada tahun 2019 dan 2,6 triliun rupiah pada tahun 2020, untuk mengembangkan kelima destinasi pariwisata super prioritas tersebut.

Untuk angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) bagaimana dengan tren mudik tahun ini?

Moda kereta api masih menjadi favorit pilihan masyarakat pada liburan angkutan Nataru. Memang terdapat penurunan jumlah penumpang KA sekitar 6-8 persen pada dua hari terakhir dibandingkan hari yang sama pada tahun lalu. Kami masih lihat datanya sampai satu minggu ke depan.

Kenapa turun?

Penurunan penumpang kereta api diduga karena antusiasme masyarakat yang ingin mencoba perjalanan melalui tol Elevated Jakarta- Cikampek. Berdasarkan riset dari Badan Litbang Perhubungan, dari 2500 responden, 48 persen mengatakan akan melakukan perjalanan pada saat Libur Natal dan Tahun Baru menggunakan mobil. Masyarakat yang tadinya libur memakai kereta api sekarang mencoba lewat tol. Kalau lebaran kan yang paling penting sampai langsung di kampung halaman, tetapi kalau sekarang ini liburan. Misalnya tujuan ke Solo, ingin mampirmampir dulu ke Cirebon, Semarang, dan sebagainya.

Kemarin sempat terjadi kemacetan di Japek II, kenapa?

Iya saya rasa penasaran masyarakat membuat banyak yang akhirnya mencoba tol Japek II layang. Rasa penasaran masyarakat inilah yang kemudian membuat volume kendaraan yang melintas di tol layang Japek meningkat. Dalam kondisi normal jumlah kendaraan melintas mencapai 75 kendaraan per menit. Sedangkan untuk kondisi padat dapat mencapai 100 kendaraan per menit.

Kalau ada yang mengatakan upaya pemerintah gagal bagaimana?

Seperti yang saya katakan, kemacetan di Tol Layang Japek II kemarin disebabkan oleh euforia dari pengguna karena ingin menjajal tol baru. Sehingga proyek tol yang baru dibuka untuk mengatasi kemacetan tersebut tidak bisa dibilang gagal. Kayak contoh saya jual martabak, martabaknya enak saya promosiin terus pada datang. Baru satu jam habis, masa dibilang gagal? Kan enggak.

Selain meningkatkan volume kendaraan, apakah ada penyebab lain?

Dari laporan yang saya terima, ada penyempitan lajur dari enam menjadi empat lajur. Selain itu 500 meter sebelum pintu tol layang banyak bus dan truk yang mengambil di lajur satu sehingga menghambat kendaraan golongan 1 yang akan masuk ke tol layang. Selain itu, di Km 50 ada rest area kecil kapasitas terbatas dan masyarakat banyak yang ingin masuk rest area sehingga terjadi perlambatan di bahu jalan.

Lalu apa antisipasi yang dilakukan?

Untuk mencegah kemacetan di tol Layang Japek, ke depan akan dibatasi kendaraan yang lewat tol tersebut. Sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan di atas. Kami akan mengevaluasi dalam waktu dekat ini. Diharapkan tiga bulan ke depan kekurangan yang terjadi dapat dibenahi.

N-3

Klik untuk print artikel

View Comments

tiara
Senin 30/12/2019 | 08:34
yuks bergabung bersama kami dupa88.net memberikan bosnus cashback 100% untuk Kekalahan Modal Pertama, Selain itu hanya bermodal 25K bisa bermain di semua game dan mendapat kesempatan menang hingga jutaan rupiah.

Submit a Comment