Bupati Solok Selatan Dicekal ke Luar Negeri | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
Kasus Suap

Bupati Solok Selatan Dicekal ke Luar Negeri

Bupati Solok Selatan Dicekal ke Luar Negeri

Foto : ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARS
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Komisi Pem­berantasan Korupsi (KPK) melakukan pelarangan ke luar negeri terhadap tersangka Bu­pati Solok Selatan, Murni Za­karia (MZ). Murni merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa pada Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Solok Selatan Tahun 2018.

Selain Bupati Murni, pelarangan juga dilakukan ter­hadap tersangka pemilik Grup Dempo atau PT Dempo Bangun Bersama (DBB), Muham­mad Yamin Kahar (MYK), yang diduga sebagai pemberi dalam kasus ini. Mereka, kata Febri, dilarang ke luar negeri selama enam bulan. Terhitung, sejak tanggal 8 November 2019.

“KPK mengirimkan surat ke imigrasi tentang pelarangan ke luar negeri terhadap dua orang tersangka dalam kasus suap terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Solok Selatan,” kata Juru Bi­cara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Selasa (19/11).

Pembangunan Masjid

Dalam kasus ini, Bupati Murni diduga menerima suap terkait dengan pembangunan tempat ibadah yaitu Masjid Agung Solok Selatan. Diduga, Murni menawarkan Kahar pa­ket pengerjaan pembangunan Masjid Agung Solok Selatan dan Kahar menyatakan berminat.

Diketahui, Pemkab Solok pada TA 2018 mencanang­kan beberapa proyek strategis di antaranya adalah pem­bangunan Masjid Agung Solok dengan pagu anggaran sekitar 55 miliar rupiah dan pembangunan Jembatan Am­bayan dengan pagu anggaran sekitar 14,8 miliar rupiah.

Selanjutnya, pada bu­lan Februari atau Maret 2018, Bupati Murni kembali menawarkan paket pekerjaan pembangunan Jembatan Am­bayan untuk dikerjakan oleh perusahaan Kahar. Diduga pada bulan Januari sampai dengan Maret 2018, baik se­cara langsung maupun ti­dak langsung, Bupati Murni memerintahkan bawahannya agar paket pekerjaan terse­but diberikan kepada atau di­menangkan oleh perusahaan yang digunakan oleh Kahar.

Terima 460 Juta Rupiah

Secara total, diduga Bupati Murni menerima uang 460 juta rupiah dari Kahar dalam be­berapa kali permintaan, baik secara langsung maupun me­lalui perantara. Diduga, pem­berian uang dari Kahar ini yang telah teralisasi terkait proyek Jembatan Ambayan dalam rentang waktu April sampai Juni 2018. Dengan rincian, 410 juta rupiah diterima dalam bentuk uang, 50 juta rupiah diterima dalam bentuk barang.

Sedangkan terkait dengan proyek pembangunan Masjid Agung Solok Selatan, Kahar telah memberikan uang pada sejumlah bawahan Murni yang merupakan pejabat di Pemerintahan Kabupaten Solok Selatan sejumlah 315 juta rupiah. ola/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment