Koran Jakarta | July 21 2017
No Comments
Konflik Marawi - Kehadiran Militan dari Timur Tengah Membuat Konflik Makin Brutal

Densus 88 Tangkap Lima Teroris

Densus 88 Tangkap Lima Teroris

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Dua orang yang ditangkap di Bima merupakan kelompok jaringan JAD Bima. Polisi Filipina menangkap pengawal pemimpin Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon, bernama Hamsi Amajad Marani alias Hamsi.

 

JAKARTA – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkap lima orang terduga teroris. Mereka ditangkap di tiga lokasi berbeda, yakni Kendal, Temanggung Provinsi Jawa Tengah dan Bima, Nusa Tenggara Barat.

Yang ditangkap di Kendal berinisial Z dan R, sedangkan yang ditangkap di Temanggung berinisial AZ. Sementara itu, yang ditangkap di Bima berinisial K dan NH.


“R ditangkap di Kecamatan Ringinarum sekitar pukul 09.50 WIB, sedangkan Z diamankan Densus 88 di Desa Payung, Kecamatan Weleri, Kendal, sekitar pukul 06.30 WIB.

Teroris ketiga, AZ, ditangkap di Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung, sekitar pukul 07.20 WIB,” ucap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Djarod Padakova, Minggu (18/6).


Djarod menjelaskan R, 45 tahun, merupakan pemilik sebuah bengkel di Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, Jateng.

Saat melakukan penangkapan, tim Densus 88 juga mengamankan barang bukti termasuk bendera merah putih bertuliskan Arab. Menurut salah satu karyawan bengkel, Gito, tim Densus 88 tiba di rumah R didampingi perangkat desa setempat.


“Hanya 10 menit di dalam rumah dan Pak R dibawa masuk ke mobil dengan tangan diikat,” kata Gito.


Ketua RT setempat, Samsodin, yang mendampingi proses penggeledahan, mengatakan tim Densus 88 turut membawa peralatan las dan bendera merah putih dengan tulisan Arab.


“Polisi mencari barang bukti dan membawa peralatan las seperti selang dan lainnya. Polisi juga mengamankan bendera merah putih dengan tulisan lafaz tauhid,” ujar Samsodin.


Pihak keluarga dan tetangga cukup kaget dengan penangkapan tersebut. Menurut Samsodin, tidak ada perilaku aneh dari R, kecuali selalu pergi setiap malam di bulan Ramadan.

R juga tidak ikut kegiatan di masjid dekat rumahnya. “Setiap malam pergi begitu selesai berbuka puasa. Ke mana dan ikut jamaah apa tidak tahu,” kata Samsodin.


Sementara itu, istri R, Nur Khasanah, mengaku terkejut karena tidak pernah merasa aneh dengan tingkah laku suaminya. “Saya belum tahu kenapa suami saya ditangkap,” ujar Nur.


Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror melakukan penangkapan terhadap dua orang terduga teroris di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keduanya ditangkap pada Sabtu (17/6).


“Pada tanggal 17 Juni 2017 sekitar pukul 15.55 Wita, telah dilakukan penangkapan terhadap dua orang yang merupakan kelompok jaringan JAD Bima,” ucap Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, dalam keterangannya, Minggu (18/6).


Keduanya yaitu berinisial K dan NH. Mereka merupakan warga Palibelo, Bima, NTB. Selain menangkap dus terduga teroris itu.

Tim Densus 88 juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa bom rakitan dan senapan angin. Saat ini, mereka sudah diamankan di Mako Brimob Bima dan menjalani pemeriksaan lanjutan.


Masih Terjadi


Sementara itu, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menegaskan pertempuran melawan milisi Maute masih terjadi sampai sekarang ini, tetapi intensitasnya mulai menyusut.

“Sulit untuk melawan mereka yang ingin tewas. Mereka telah mengorupsi nama Tuhan dalam bentuk agama untuk membunuh masyarakat tidak bersalah tanpa arti,” kata Duterte saat menemui pasukan militer Filipina di Kota Butuan, Mindanao.


Diperkirakan 310 orang tewas dalam konflik bersenjata di Filipina selatan itu, di antaranya 225 militan, 59 tentara dan 26 warga sipil. Duterte menyebut kehadiran militan-militan dari Timur Tengah telah membuat konflik bersenjata di wilayahnya menjadi sangat brutal.


Di tempat berbeda, Komandan Militer Mindanao Barat, Letnan Jenderal Carlito Galvez Jr, menjelaskan bahwa aparat gabungan tentara dan polisi Filipina di Zamboaga menangkap pengawal pemimpin Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon, bernama Hamsi Amajad Marani alias Hamsi.


Penangkapan pengawal pemimpin Abu Sayyaf ini berdasarkan laporan dari warga yang melihatnya sedang berada di Purok 4, Sitio Niyog-Niyog, Barangay Muti, Kota Zamboaga, pada Sabtu (17/6) .


Anggota gugus dan tugas bersama Zamboaga dan polisi kemudian menindaklanjuti laporan warga untuk menangkap Marani, ahli perakit bom kelompok milisi Abu Sayyaf, pada Sabtu, pukul 01.30, waktu setempat. uci/eko/Ant/Rtr/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment