Di Balik Keunikan Sajian Yee Shang | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 26 2020
No Comments

Di Balik Keunikan Sajian Yee Shang

Di Balik Keunikan Sajian Yee Shang

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Selain pindang bandeng dan kue keranjang, Yee Shang atau Yesang atau Yusang menjadi sajian Imlek lainnya yang sarat akan makna dan simbol.

Berbeda dengan kue keranjang yang sudah populer sebagai kudapan Imlek sejak puluhan tahun lalu, di Indonesia, yee sang baru populer sebagai hidangan Imlek dalam beberapa tahun terahir. Saat ini sajian tersebut malah menjadi bagian dari menu-menu wajib untuk perayaan Imlek. Terutama di restoran-restoran yang menawarkan hidangan spesial perayaan Imlek.

Yee sang atau yusang sendiri sebenarnya merupakan makanan Tiochiu, yakni berupa salad ikan segar yang ditambah dengan irisan halus aneka sayuran. Jenis sayuran yang biasa digunakan seperti wortel dan lobak.

Beberapa sajian yee shang juga menggunakan bihun goreng. Untuk rasanya didapat dari saus yang digunakan sebagai taburan pelengkap di atasnya. Bahan dasar utama dari menu ini sendiri awalnya menggunakan potongan tipis daging ikan tuna yang direndam terlebih dahulu dengan bumbu perendam yang khas, berupa campuran minyak sayur dan minyak wijen serta bahan lain, seperti jahe ataupun merica.

Tapi, belakangan potongan ikan yang digunakan dalam yee shang biasanya lebih banyak menggunakan daging ikan salmon segar yang diberi kucuran jeruk lemon ataupun jahe. Selain ikan dan sayuran yang dirajang dengan sangat halus, satu hal lain yang tidak boleh dilewatkan dari sajian ini adalah ramuan saus untuk memberikan rasa.

Bumbu saus dalam yee shang biasanya menggunakan campuran minyak (minyak sayur dan minyak wijen) yang ditambahkan dengan buah prem, gula pasir serta bubuk kayu manis, sehingga rasanya menjadi begitu khas. Saat imlek tiba, seluruh anggota keluarga akan berkumpul untuk merayakan tahun baru dalam kalender Tiongkok ini.

Mereka duduk bersama dalam satu meja dengan menu yusang yang sudah terhidang dan beberapa menu imlek lainnya. Secara bersama-sama, mereka kemudian mengaduk hidangan yee shang yang biasanya disajikan dalam wadah besar.

Tradisi ini dinamai dengan lo hei. Yee shang diaduk dengan menggunakan sumpit dimana semua saling mengucap selamat tahun baru Imlek. Tak hanya asal mengaduk, rupanya dalam tradisi makan ini juga ada ritual doa-doa yang dipanjatkan.

Doa-doa biasanya berisi permohonan dan harapan agar, tahun baru yang datang membawa kebaikan, keberentungan, kelancaran dalam hidup dan dalam usaha serta berbagai permohonan lainnya. Termasuk kesehatan di tahun baru dan tak lupa agar diberi awet muda.

Tradisi Keluarga Nelayan Tradisi memakan irisan daging ikan segar ini, sebenarnya tidak cukup lazim dalam acara bersantap warga Tionghoa. Tapi, menurut beberapa sumber, yee shang ini lebih diadaptasi dari tradisi makan keluarga nelayan yang ada di daerah Guangdong, Tiongkok, dimana mayoritas penduduk di wilayah tersebut umumnya merupakan keluarga nelayan.

Tradisi menyantap yee shang bahkan diperkirakan sudah ada sejak zaman Dinasti Song. Dari Guangdong, tradisi inilah kemudian menyebar dan di adaptasi di Singapura hingga kemudian dijadikan sebagai salah satu hidangan saat perayaan Imlek.

Sebenarnya tidak hanya populer di Singapura saja, secara umum hidangan ini juga populer sebagai sajian Imlek oleh warga keturunan di wilayah Semenanjung Malaka. Termasuk diantaranya adalah Malaysia dan kini juga berkembang di Indonesia.

Yee shang sebagai hidangan khas saat perayaan Imlek karena diyakini sebagai lambang keberuntungan. Sebagai sajian menu, yee shang juga berarti berlimpah ruah. Maka dipercayai, hidangan ini menjadi simbol kelimpahan dan kemakmuran bagi siapapun yang memakannya.

Berbagai Menu Imlek

Yee Shang, kini menjadi salah satu hidangan Imlek yang banyak ditawarkan oleh sejumlah restoran dalam daftar sajian menu Imlek mereka. Salah satunya adalah Spectrum Restaurant di Fairmont Jakarta. Menyambut Tahun Baru Imlek pada 25 Januari 2020, Spectrum Restaurant menyajikan menu-menu yang diyakini membawa keberuntungan.

Pasalnya, tahun baru Imlek kali ini bertepatan dengan tahun tikus logam yang diyakini berlimpah keberuntungan. Menu yee shang merupakan salah satu yang dipersiapkan sebagai sajian untuk dinikmati bersama keluarga dan kerabat.

Tim kuliner yang berpengalaman di Fairmont Jakarta akan menyajikan makanan tradisional Yee Shang yang terdiri dari aneka ragam bahan-bahan segar, seperti irisan wortel, lobak, bihun goreng, jahe dan banyak lagi bahan lainnya, dengan spesial ramuan saus untuk ditaburkan di atasnya.

“Kami juga menambahkan kulit salmon goreng untuk memberikan rasa lebih gurih,” kata Malinda Yasmin, Marketing Communication Manager Fairmont Jakarta.

Menurut Malinda, alasan menghadirkan yee shang karena hidangan ini dipercaya dapat membawa keberuntungan dimana ada ritual tersendiri sebelum menyantapnya.

Sebelumnya para tamu secara bersama-sama mengaduk bahan-bahan yang sudah tersedia, lalu bersama-sama menariknya ke atas.” Semakin tinggi mengangkat isian yee shang, semakin besar kemakmuran yang akan dicapai,” kata Malinda.

Selain yee shang, Spectrum yang merupakan restoran all-day-dining dan buffet di Fairmont Jakarta, juga akan mempersembahkan berbagai macam sajian lezat yang disiapkan oleh para chef handal hotel bintang lima ini.

Para tamu dapat mencicipi hidangan istimewa seperti bebek peking panggang dengan panekuk dan saus hoisin, ayam char siew, mi goreng Hong Kong dengan ayam, udang windu goreng dengan bawang putih, asparagus, cabai dan daun kari, serta tahu tumis dengan sayur dan jamur.

Spectrum juga menyajikan hidangan pork seperti lap chong, ham jamon panggang dan bak kut teh serta berbagai macam dim sum. Menu spesial Imlek tersedia khusus pada malam pergantian tahun, Jumat, 24 Januari 2020 ini.

Sedangkan, saat hari raya Imlek pada Sabtu, 25 Januari 2020 buffet tersedia untuk makan siang dan makan malam. Para tamu yang menginginkan perayaan yang lebih eksklusif dan intimate, dapat merayakan di ruangan privat dengan akomodasi dari 12 sampai 16 orang.

Sementara Holiday Inn & Suites Jakarta Gajah Mada menyambut datangnya tahun baru Imlek, tikus logam dengan berbagai penawaran spesial dan beragam pilihan kuliner berlimpah dengan cita rasa Oriental. Menu spesial dan perayaan makan malam Imlek diselenggarakan pada 24 Januari 2020 mulai dari pukul 7 malam di dua tempat, Duta Café & Restaurant dan Harmony Grand Ballroom.

Di Duta Café & Restaurant lantai 3, menu Imlek yang dihidangkan diantaranya, yee shang atau biasa dikenal dengan prosperity toss, sup hipio dengan daging kepiting, bebek panggang, pork ribs dengan anggur merah, ikan dori goreng dengan saus jeruk bali, puding serai, dan masih banyak lagi.

Para tamu akan dihibur dengan penampilan barongsai, guzheng dan penampilan musik Er Hu, pesulap dan ilusionis, serta penyanyi Oriental dengan live music. Para tamu juga bisa menikmati makan malam sepuasnya ala buffet. Lalu di Harmony Grand Ballroom akan menghidangkan 10 set menu dengan rasa Oriental yang dibuat langsung oleh chef spesialis masakan Oriental. nik/R-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment