Dinkes DKI Imbau Warga Ibu Kota Waspadai Wabah Pneumonia | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
No Comments

Dinkes DKI Imbau Warga Ibu Kota Waspadai Wabah Pneumonia

Dinkes DKI Imbau Warga Ibu Kota Waspadai Wabah Pneumonia

Foto : ANTARA
Penyakit pneumonia misterius dari Tiongkok yang diduga disebabkan virus korona tipe baru
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau seluruh warga Jakarta waspada terhadap wabah pneumonia berat yang berawal dari Kota Wuhan, Tiongkok, sejak 31 Desember 2019.

“Sesuai perkembangan kasusnya, penyakit ini dapat menular antarmanusia secara terbatas dan belum ada vaksin yang dapat mencegah penyakit tersebut,” demikian keterangan Dinkes DKI Jakarta pada Kamis (23/1).

Kendati sampai 22 Januari 2020 belum ditemukan penderita pneumonia akibat virus baru Novel Coronavirus (nCoV) di DKI Jakarta, upaya kewaspadaan dini telah dilaksanakan oleh jajaran Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Adapun bentuk kerja sama tersebut, antara lain (1) mengaktifkan thermal scanner di pintu masuk negara yakni bandara dan pelabuhan, (2) membuat surat edaran kewaspadaan terhadap pneumonia novel Coronavirus kepada rumah sakit, puskesmas dan klinik untuk meningkatkan kewaspadaan, menyiapkan alat pelindung diri (APD) sesuai standar, meningkatkan kompetensi petugas kesehatan dan mengatur alur rujukan pasien terduga pneumonia akibat Novel Coronavirus, dan (3) memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Novel Coronavirus melalui media elektronik dan media sosial.

Adapun tindakan kewaspadaan dan pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghindari penularan pneumonia akibat Novel Coronavirus, yaitu (1) untuk masyarakat yang mengalami gejala demam, batuk, sesak nafas dan baru kembali dari negara terjangkit dalam 14 hari sebelum sakit, agar segera berobat ke puskesmas/RS terdekat. Berikan informasi kepada dokter dan tenaga kesehatan tentang riwayat perjalanan, (2) terapkan etika batuk (menutup mulut/hidung saat bersin atau batuk dengan menggunakan tisu), (3) gunakan masker jika menderita sakit dengan gejala infeksi saluran napas (demam, batuk dan flu) dan segera berobat, (4) sering mencuci tangan terutama setelah batuk atau bersin, sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah merawat binatang, (5) cuci tangan dengan air mengalir dan sabun serta bilas kurang lebih 20 detik. Jika tidak tersedia air, dapat menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol 70-80 persen, dan yang terakhir (6) jika sedang sakit, kurangi aktivitas di luar rumah dan batasi kontak dengan orang lain. Ant/ils

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment