Koran Jakarta | April 23 2019
No Comments

Dipengaruhi Prospek FFR 2019

Dipengaruhi Prospek FFR 2019

Foto : s.d 18 des
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Sikap bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang cenderung tak terlalu agresif menaikkan bu­nga acuan tahun depan menekan pergerakan mata uang dollar AS terhadap hampir semua mata uang dunia.

Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar­bank di Jakarta, Selasa (18/12) sore, menguat 70 poin dari sehari sebelumnya menjadi 14.511 rupiah per dollar AS.

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada men­gatakan apresiasi rupiah seiring dengan ekspektasi pa­sar terhadap The Fed mengenai kebijakan suku bunganya (FFR) yang cenderung dovish pada 2019. “Dollar AS me­lemah karena spekulasi pelaku pasar bahwa kebijakan suku bunga The Fed tidak agresif pada tahun ini,” katanya di Ja­karta, kemarin.

Analis Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail mengatakan bahwa sentimen eksternal mengenai sikap The Fed yang dovish menekan pergerakan mata uang dollar AS terha­dap hampir semua mata uang dunia. “Ekspektasi investor semakin kuat bahwa The Fed akan memberikan arah kebi­jakan moneter yang lebih dovish pada 2019,” katanya. Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment