Koran Jakarta | September 23 2018
1 Comment

Disabilitas Bukan Halangan Mengejar Pendidikan

Disabilitas Bukan Halangan Mengejar Pendidikan
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Pendidikan dan Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus

Penulis : Jati Rinakri Atmaja

Penerbit : Rosdakarya

Cetakan : Januari, 2018

Tebal : 316 halaman

ISBN : 978-602-446-189-8

Akses pendidikan bagi anak disabilitas/difabel belum seluas anak-anak umumnya. Ada stigma bahwa anak difabel kurang perlu mendapat kesempatan pendidikan. Keterbatasan fisik ataupun mental dianggap bakal tak membawa perubahan berarti. Stereotip macam ini perlu diluruskan. Setiap kelahiran anak manusia merupakan anugerah terbesar orang tua dan lingkungan. Ini termasuk mereka yang disebut anak berkebutuhan khusus (ABK). 

Setiap anak memiliki keistimewaan dan potensi diri otentik (bakat/kecenderungan keahlian). Karena itu, dibutuhkan peran dan langkah tepat untuk memaksimalkan, terutama sekali ditujukan kepada ABK. Mereka berbeda dengan anak pada umumnya. Mereka mengalami hambatan cukup berarti dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental.

Jumlah ABK Indonesia pada 2014 ditaksir mencapai 1,4 juta, angka besar yang mesti mendapat pula perhatian besar. Buku ini untuk para orang tua ABK dan masyarakat luas. Orang tua ABK perlu mempunyai seperangkat ilmu dan praktik langkah tepat menanganinya. Sedini mungkin, orang tua bisa secara mandiri mengidentifikasi jenis ABK, sehingga tahu tindakan yang harus diambil (hlm 1).

Negara sudah mewedarkan seperangkat aturan pendidikan anak difabel. Ini termasuk layanan konseling dan terapi (hlm 3). Ada UU No 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta PP No 17 Tahun 2010 tentang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus. Meski demikian, senyatanya ketersediaan pada akses pendidikan khusus untuk ABK masih terbilang minim. Buku ini melihat belum ideal kebutuhan belajar anak difabel dengan jumlah sekolah luar biasa (SLB). Demikian juga, minimnya guru bersertifikasi pendidikan luar biasa (PLB). Hal ini kiranya pula yang melatarbelakangi banyak ABK “dipaksakan” masuk di sekolah umum.

Memang, anak difabel semacam tunanetra dalam keterbatasan penglihatan tertentu, masih bisa belajar di sekolah-sekolah umum. Namun, dalam cakupan luas, ini tetap dirasa tidak adil. Lantaran tuntutan ketersediaan buku-buku braille beserta fasilitas pendukung lain, terbilang sulit. Meski demikian, apa pun tingkatan keterbatasan fisik seorang anak tetap wajib bersekolah.

Sebagaimana bahasan berkait tunadaksa, tunarungu, tunawicara, tunanetra, autisme,  buku ini juga meliputi kajian disleksia beserta tata cara terapi. Di samping menggunakan pendekatan teknis seperti belajar pakai media gambar, selebihnya melalui pendekatan psikologis. Jangan pernah menyalahkan kondisi anak karena akan membuat makin depresi (hlm 267). Maka, orang tua dan guru agar senantiasa meningkatkan rasa kepercayaan dirinya dan selalu mendampingi saat belajar.

Buku ini secara rinci mengajak pembaca menyelami dunia difabel. Penulis sebagai penekun pendidikan khusus difabel menguraikan tiap-tiap klasifikasi difabilitas beserta kebutuhan pendidikan yang sesuai bagi tiap klasifikasi. Anak autis, misalnya, tidak lantas bisa dipukul rata dengan menstigma sebelah mata, nirkemampuan. Autisme juga terklasifikasi menjadi beberapa bagian.

Dengan ketepatan model pendidikan, anak difabel berjenis autis bisa ditingkatkan kecakapannya mulai kemandirian mengurus diri sendiri hingga berprestasi di ranah musik, misalnya. Buku ingin meluruskan anggapan bahwa difabel semacam autisme, tunanetra, dan sejenisnya murni merupakan takdir, tanpa sebab. Secara medis saintifik, disabilitas bisa dicegah kemunculannya (hlm 108). Ketercukupan gizi, pemeriksaan kesehatan rutin ibu kala mengandung beserta kebersihan lingkungan berandil besar saat kelahiran anak dan tumbuh kembangnya di usia emas (0–5 tahun). Walhasil, apa pun keadaan fisik seorang anak Indonesia, negara dan masyarakat wajib memberi akses pendidikan secara tepat, patut, dan optimal.  

Diresensi Muhammad Itsbatun Najih, Lulusan Sunan Kalijaga

View Comments

REBECCA ELLISOR
Rabu 25/4/2018 | 21:08

Halo.
Saya Miss Rebecca Ellisor pemberi pinjaman pinjaman pribadi yang memberikan pinjaman peluang seumur hidup kepada individu, perusahaan bisnis, asuransi, dll. Apakah Anda dalam kesulitan keuangan atau membutuhkan pinjaman untuk berinvestasi atau Anda memerlukan pinjaman untuk membayar tagihan Anda tidak perlu mencari lebih lanjut seperti kita di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda menjadi sesuatu dari masa lalu. Kami menawarkan semua jenis pinjaman dalam denominasi mata uang dengan tarif 2% tanpa biaya di muka. Saya ingin menggunakan media besar ini untuk memberi tahu Anda bahwa kami siap membantu Anda dengan segala jenis pinjaman untuk menyelesaikan masalah keuangan Anda.Jika ya kemudian kembali sekarang melalui Email (choosenloanfirms@gmail.com) untuk lebih jelasnya, ANDA SANGAT BERTEMU.

Submit a Comment