Dukcapil Siap Bantu Cegah Kejahatan Digital | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 26 2020
No Comments
Antisipasi Tindak Kriminal

Dukcapil Siap Bantu Cegah Kejahatan Digital

Dukcapil Siap Bantu Cegah Kejahatan Digital

Foto : ISTIMEWA
Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrullo
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemen­terian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) si­ap membantu operator tele­komunikasi mencegah ke­jahatan digital lewat modus penggantian kartu subscrib­er identity module (SIM) se­luler. Operator bisa meman­faatkan data kependudukan Kemendagri.

“Kami siap. Mari kita ber­sama-sama berantas keja­hatan seperti itu,” kata Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrullo saat di­hubungi Koran Jakarta, di Ja­karta, Rabu (22/1). Apa yang disampaikan Zudan ini dalam upaya mencegah kejahatan digital lewat modus penggan­tian kartu SIM seluler, seper­ti yang diusulkan Badan Regu­lasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

Zudan siap bekerja dengan pihak operator. Pada prinsip­nya, lembaga seperti operator telekomunikasi, bisa me­manfaatkan data kepen­dudukan untuk mening­katkan pelayanan kepada pelanggannya. Termasuk untuk memverifikasi data pelanggan. Sehingga, bisa sama-sama mencegah po­tensi kejahatan digital le­wat modus pergantian kar­tu SIM.

Operator bisa meman­faatkan data kependudukan Kemendagri. Misalnya, da­ta biometrik untuk memver­ifikasi data pengguna kartu SIM yang mengajukan pergan­tian kartu. Terkait keamanan data pengguna kartu seluler, Zudan menegaskan aman ka­rena pihak yang bekerja sama dengan Dukcapil Kemendagri hanya diberi hak akses data sa­ja. Data kependudukan telah dilindungi dengan sistem ke­amanan berlapis.

Sebelumnya, BRTI mengge­lar acara konferensi pers me­nyikapi kasus pembobolan rekening bank dengan modus penggantian kartu SIM yang di­alami wartawan senior, Ilham Bintang. Dalam konferensi pers itu, anggota BRTI, I Ketut Prihadi Kresna Mukti menga­takan agar kejadian pembobol­an tak terulang lagi, pihak ope­rator mengevaluasi prosedur pergantian kartu SIM. Prose­dur harus diperketat.

Verifikasi Data

Salah satunya dengan menggunakan verfikasi data le­wat data biometrik pengguna, seperti sidik jari, iris mata, dan face recognition atau penge­nalan wajah. Pihak yang telah mempunyai data biometrik se­cara lengkap adalah Dukcapil Kemendagri. Ia sarankan, ope­rator bisa bekerja sama dengan menggandeng pihak Dukcap­il untuk memperketat prose­dur pergantian atau penukaran kartu SIM.

“Ke depannya registrasi bi­sa biometrik. Dengan sidik jari, iris mata, face recognition atau pengenalan wajah,” katanya.

Untuk tindak lanjutnya, pi­haknya segera memanggil se­luruh operator untuk membi­carakan evaluasi standar ope­rasional prosedur pergantian atau registrasi kartu SIM. Pi­hak BRTI akan membicarakan ini dengan pihak Dukcapil Ke­mendagri, untuk merancang sistem verifikasi data pengguna kartu seluler yang lebih aman dan terjamin keamanannya.

“Itu akan dibicarakan ke operator dan Kependudukan dan Pencatatan Sipil,” katanya.

Penggunaan data biometrik untuk memverifikasi registrasi kartu seluler, lanjut Ketut, me­mang masih wacana. Tapi me­nurutnya ini sangat diperlu­kan, disamping cara lain yang bisa digunakan untuk mence­gah penyalahgunaan kartu SIM untuk tindak kejahatan digital.

“Data biometrik ini terekam di Dukcapil, sistem Dukcapil a­kan tersambung dengan sistem yang dikelola operator. Kami a­kan memanggil seluruh ope­rator untuk mengevaluasi sis­tem SOP mereka. Standar yang akan dievaluasi terkait prose­dur yang dilakukan operator saat pelanggan melakukan re­gistrasi hingga pergantian kar­tu SIM,” ujarnya.

Wakil Ketua BRTI, Semu­el Abrijani mengatakan da­lam mencegah kejahatan dig­ital lewat modus kartu SIM, prinsip kehati-hatian yang ha­rus diterapkan operator. Indi­kator kehati-hatian, yang ha­rus ditingkatkan. Misalnya, ka­lau ada yang ingin mengganti atau menukar kartu SIM-nya, jika diperlukan, dibutuhkan su­rat kuasa. Orangnya pun, harus tertangkap kamera. ags/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment