Koran Jakarta | June 26 2017
No Comments
Safari BTN

Dukung Pengembangan Pondok Pesantren

Dukung Pengembangan Pondok Pesantren

Foto : istimewa
Dirut BTN, Maryono (kiri), bersama Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) dalam kunjungan ke pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, pimpinan KH Mustofa Bisri.
A   A   A   Pengaturan Font

Selain komitmen di perumahan, BTN juga sangat berkesinambungan memberikan bantuan untuk kegiatan sosial dan bantuan bina lingkungan.

Mendukung program pemerintah sejuta rumah dan turut mendukung industri properti yang tumbuh positif dan berkelanjutan, Bank BTN telah mendirikan Housing Finance Center (HFC). Lembaga pusat riset, edukasi, dan konsultasi terkait pembiayaan perumahan ini juga turut mencetak pengembang handal yang profesional melalui program Mini MBA in Property. Para pengembang tersebut diharapkan mampu meningkatkan penyediaan rumah terutama bagi kalangan MBR.

“Bank BTN akan terus mewujudkan komitmen bagi pemenuhan kebutuhan rumah untuk kalangan MBR. Hal ini merupakan komitmen Bank BTN dalam mendukung program pemerintah di sektor perumahan nasional. BTN akan mengambil peran utama dalam merealisasikannya,” Direktur Utama BTN Maryono.

Selain komitmen di perumahan, BTN juga sangat berkesinambungan memberikan bantuan untuk kegiatan sosial dan bantuan bina lingkungan. Sebagai perbankan yang leading untuk pembiayaan sektor perumahan BTN, menyalurkan bantuan bina lingkungan senilai lebih dari 1 miliar rupiah ke beberapa pesantren di Jawa Tengah. Selain untuk berbagi kenikmatan dalam suasana bulan Ramadan, BTN juga berharap BUMN makin dikenal oleh masyarakat pesantren.

Dalam safari Ramadan ini, Direktur Utama BTN Maryono melakukan kunjungan ke pondok pesantren Assalafiyah, Brebes, pondok pesantren Al-Fusha, Pekalongan dan pondok pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut Maryono memberikan bantuan berupa beras, sembako dan keperluan pesantren.

“Safari Ramadan ini merupakan rencana program dari BUMN, dimana BUMN sebagai badan usaha milik pemerintah, BTN adalah bagian dari BUMN, maka dalam suasana Ramadan ini kita mensyukuri apa yang telah kita berikan kepada pemerintah betulbetul bisa dinikmati oleh masyarakat,” ujar Maryono di Rembang, Sabtu, (10/6).

Maryono mengatakan, dipilihnya pesantren sebagai tempat untuk berbagi kenikmatan oleh BUMN, karena pesantren merupakan tempat membimbing pemimpin masa depan yang baik. Selain memiliki moral yang tinggi juga mempunyai pengetahuan yang mumpuni.

“Maka masyarakat yang kita pilih untuk tahun ini adalah masyarakat pesantren karena masyarakat pesantren memiliki masa depan yang baik, dimana memiliki keunggulan dibidang keagamaan, mempunyai suatu moral yang tinggi dibandingkan yang lain sehingga jika bangsa ini dipimpin oleh seorang bermoral tinggi, memiliki agama yang taat pada aturan-aturan agama saya kira kita ini akan jadi bangsa pemenang ke depannya,” katanya.

Menurut Maryono pemerintah sangat peduli terhadap para santri, karena mereka adalah garda terdepan untuk mempertahankan NKRI. Untuk itulah BTN sebagai perusahaan BUMN, melakukan safari Ramadan untuk berbagi kenikmatan pada bulan yang penuh berkah ini dengan para santri.

“Bank BTN dan beberapa BUMN lainnya melakukan safari Ramadan di beberapa pesantren di Pulau Jawa sebagai tanggung jawab perusahaan untuk membangun moral dan peningkatan kualitas bangsa, dan pesantren merupakan tempat yang tepat, karena memiliki keunggulan dibidang keagamaan yang tetunya akan menciptakan generasi yang berkualitas bagi bangsa,” papar Maryono.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno menambahkan, Ramadahan tahun ini BUMN keliling, bertemu dengan para kiai membawa dirut-dirut BUMN. Hal ini dilakukan karena dirinya menekankan BUMN harus sering berkomunikasi kepada masyarakat, alim ulama dan pesantren. “Karena BUMN adalah milik masyarakat, tentunya juga milik para santri, milik pesantren yang tentunya akan memberikan kesempatan kepada para santri untuk dapat lebih mandiri, serta pesantrennya ke depannya lebih mandiri,” ungkap Rini.

Dalam kunjungan ke pesantren Rini mengaku meminta doa kepada para kyai, agar BUMN bisa lebih besar dan dikelola secara transparan serta dijalankan dengan hati nurani yang bersih.

“Kita menekankan betul bahwa direksi BUMN itu dalam mengelola perusahaan harus dengan hati nurani yang artinya BUMN tetap harus untung, tidak boleh tidak untung karena jika tidak untung maka tidak akan dapat terus berkembang, namun jika memiliki keuntungan harus selalu memikirkan lingkungannya,” katanya. yun/E-6

Terus Komitmen Biayai Pembangunan Rumah Murah untuk Pekerja

Dalam rangka menyukseskan Program Sejuta Rumah,BTN kembali menyediakan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Antara lain BTN menggandeng PT Arrayan Bekasi Development menyediakan rumah tapak (landed house) murah bagi kalangan MBR. Melalui kemitraan ini, kalangan MBR bisa memiliki rumah tapak dengan uang muka (down payment/DP) sekitar 1,12 juta rupiah dan cicilan sekitar 800.000 per bulan per bulan. Proyek rumah tapak bernama Villa Kencana Cikarang tersebut rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 105 hektar di Bekasi. Secara total, rumah yang akan dibangun mencapai sekitar 8.749 unit rumah yang diperuntukkan bagi kalangan MBR. Peresmian proyek ini pun, turut dihadiri Presiden Joko Widodo. Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan sebagai integrator Program Sejuta Rumah, pihaknya akan terus mendukung pemenuhan kebutuhan akan perumahan di Indonesia.

Dalam proyek perumahan ini, Bank BTN tak hanya berperan sebagai pemberi kredit pemilikan rumah (KPR), tapi juga menyalurkan kredit konstruksi bagi pengembang. “Kami terus berupaya memberikan fasilitas kredit tidak hanya bagi nasabah perorangan tapi juga bagi para pengembang untuk dapat memenuhi kebutuhan rumah masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat kelas menengah ke bawah,” jelas Maryono, belum lama ini.

Dalam rangkaian acara peresmian ini juga akan dilakukan akad KPR untuk 1.200 unit rumah. Adapun, pembangunan Villa Kencana Cikarang telah dimulai sejak 2016. Rumah yang dibangun bagi kalangan wong cilik ini memiliki tipe 25/60 dengan harga per unit mulai dari 112 juta rupiah hingga 141 juta rupiah.

Untuk akses KPR, masyarakat cukup mengeluarkan DP sebesar 1 persen dan bunga cicilan 5 persen fixed hingga 20 tahun. Hingga Maret 2017, Arrayan pun tercatat telah merealisasikan pembangunan 4.734 unit rumah di proyek perumahan Villa Kencana Cikarang.

Kemudian, Bank BTN juga telah menyalurkan kredit kurang lebih senilai 500 miliar rupiah untuk proyek tersebut. Fasilitas pinjaman tersebut diberikan baik untuk KPR subsidi bagi 3.612 rumah di perumahan Villa Kencana Cikarang, maupun untuk kredit konstruksi bagi Arrayan.

Sementara itu, berbagai kontribusi telah dilakukan Bank BTN dalam rangka mendukung Program Sejuta Rumah. Sejak program nasional ini diluncurkan pertama kali pada April 2015 hingga triwulan I/2017, Bank BTN telah menyalurkan kredit perumahan untuk 1,34 juta unit rumah. Jumlah tersebut terdiri dari 433.350 unit yang telah menjadi KPR dan 908.032 unit yang masih dalam proses pembangunan.

“Sejak diluncurkan pada 2015 hingga kuartal I/2017, nilai kredit perumahan yang telah disalurkan Bank BTN dalam rangka mendukung Program Sejuta Rumah mencapai sekitar Rp144,37 triliun,” papar Maryono.

Dukungan Bank BTN dalam Program Sejuta Rumah tersebut juga tersebar di seluruh Indonesia. Di Jawa misalnya, mulai April 2015 hingga kuartal I/2017, Bank BTN telah menyalurkan KPR dan kredit konstruksi untuk 851.204 unit rumah atau senilai 103,82 triliun rupiah.

Di Sumatera, Bank BTN mengucurkan kredit perumahan senilai 19,42 triliun rupiah untuk 235.226 unit rumah. Bank dengan kode emiten BBTN ini pun tercatat mengucurkan kredit perumahan untuk 116.787 unit rumah senilai 9,77 triliun rupiah di Kalimantan.

Lalu, di Sulawesi, tercatat ada 97.672 unit rumah yang mendapat kucuran kredit perumahan dari Bank BTN atau setara 7,18 triliun rupiah. Di Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat, Bank BTN juga menyalurkan kredit perumahan senilai 3,44 triliun rupiah untuk 33.851 unit rumah.

Kemudian di Papua, Bank BTN telah menyalurkan kredit perumahan senilai 722 miliar rupiah untuk 6.642 unit rumah. Selain melalui skema KPR subsidi, masyarakat di Indonesia pun dapat memiliki rumah lewat skema kemitraan Bank BTN dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK).

Melalui skema tersebut, masyarakat bisa mempunyai rumah senilai maksimal 500 juta rupiah dengan DP 1 persen dan bunga KPR sebesar 5 persen fixed hingga 20 tahun. Skema lainnya yakni melalui KPR Mikro untuk memiliki atau merenovasi rumah dengan plafon kredit maksimal sebesar 75 juta rupiah.

Kredit bagi pekerja informal dengan penghasilan berkisar 1,8 juta sampai 2,8 juta rupiah ini, dikenai DP sebesar 1 persen dan skema angsuran yang bisa dibayar harian atau mingguan.

BTN merupakan perusahaan yang telah hadir di Indonesia sejak 1897 dengan nama Postspaarbank. Pada 9 Februari 1950, bank ini berganti nama menjadi Bank Tabungan Pos dan tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari lahir Bank BTN.

Kemudian, pada 1974, Bank BTN pun ditunjuk pemerintah sebagai satusatunya institusi yang menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) bagi golongan masyarakat menengah ke bawah. yun/E-6

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment