E-commerce Pacu Tumbuhnya Ekosistem Pembayaran Digital | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments

E-commerce Pacu Tumbuhnya Ekosistem Pembayaran Digital

E-commerce Pacu Tumbuhnya Ekosistem Pembayaran Digital

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Tempo kembali mengadakan acara Ngobrol@TEMPO bertemakan e-commerce atau bisnis online. Kali ini, diskusi tidak hanya membahas e-commerce yang member kemudahan di zaman yang serba cepat dan instan ini, tetapi juga dari sisi dari perkembangan industri digital.Acara yang dilaksanakan pada Rabu, 20 November 2019 di Ruang & Tempo, Gedung Tempo Media, Palmerah ini bertajuk “Peran E-Commerce dalam Mendorong Peningkatan Industri Pembayaran Digital”.

 Selama beberapa tahun terakhir, berbagai platform e-commerce bermunculan di tanah air dan tumbuh dengan drastis. Bank Indonesia bahkan menyebutkan bahwa di tahun 2019 ini, jumlah transaksie-commerce per bulannyamencapai Rp 11–13 triliun. Berdasarkan prediksi McKinsey, pertumbuhan e-commerce di Indonesia meningkat delapan kali lipat dari total belanja online senilai US$8 miliar pada 2017 menjadi US$55 miliar hingga US$65 miliar pada 2020.

 Semakin berkembangnya pasar e-commerce ini, turut mengubah gaya hidup masyarakat dalam sistem pembayaran. Hal ini dapat terlihat dari beberapa e-commerce yang paling diminati oleh pengguna seperti Shopee dan Tokopedia, dimana terbukti pembayaran elektronik semakin meningkat saat belanja online.Data Survey Perilaku Belanja Online 2019 yang dirilis Pusat Data dan Analisa Tempo (PDAT) juga menunjukkan saat ini pembayaran secara elektronik lebih banyak diminati. Walaupun belanja dilakukan secara offline, seperti di pusat perbelanjaan, tetapi sebagian besar (70%) responden melakukan pembayaran secara elektronik.Pembayaran elektronik diminati baik oleh laki-laki maupun perempuan dan di semua kelompok usia.

 Awareness masyarakat terhadap keberadaan e-commerce pun sudah cukup tinggi. Tingkat awareness kunjungan dan pembelian yang tinggi pada e-commerce telah mendorong pada cara pembayaran secara elektronik. Saat ini jenis pembayaran yang paling banyak dilakukan ketika belanja online adalah dengan cara mentransfer uang melalui internet banking atau mobile banking (37%). Cara ini telah menggeser cara transfer melalui ATM (20%). Sementara itu, uang elektronik berada di urutan ketiga sebagai alat pembayaran ketika berbelanja di e-commerce

 Menariknya, pembayaran dengan cara tersebut banyak dilakukan ketika berbelanja di e-commerce. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa konsumen telah memanfaatkan sistem pembayaran non tunai dalam transaksinya.Hal ini tentunya membuka peluang layanan keuangan berbasis teknologi untuk terus berkembang di Indonesia, salah satunya industry pembayaran digital.Uang elektronik pun diprediksi akan semakin banyak diminati dalam setahun mendatang dan menggeser cara transfer melalui internet banking atau mobile banking yang saat ini paling banyak dilakukan.

 Pemanfaatan sistem pembayaran digital pun mendukung masyarakat dalam menggunakan transportasi online, parkir, membayar tol, membeli makanan hingga transaksi di berbagai e-commerce. Tentu ada banyak aspek dan pihak yang terlibat di dalamnya, sehingga perlu diketahui publik.

 Seputar e-commerce dan pembayaran digital diulas lebih lanjut oleh Filianingsih, Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia; Mercy Simorangkir, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan Joshua Dharmawan, Indonesia E-commerce Assoctiation (IdeA).

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment