Koran Jakarta | December 11 2017
No Comments

Edukasi Kemaritiman lewat Aplikasi “Game Android”

Edukasi Kemaritiman lewat Aplikasi “Game Android”

Foto : istimewa
Permainan Kemaritiman - Bentuk permainan edukasi kemaritiman lewat permainan ular tangga di ponsel.
A   A   A   Pengaturan Font

Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia memiliki kekayaan alam bawah laut yang sangat besar pula. Berbagai biota laut hidup dan berkembang di perairan Indonesia. Namun, pengetahuan mengenai kondisi kemaritiman itu masih sangat kurang. Hal ini terkait dengan lemahnya pendidikan kemaritiman di Indonesia yang hingga saat ini belum ada metode maupun media yang memfasilitasi pembelajaran dengan menerapkan sistem kemaritiman.

Penerapan pembelajaran kemaritiman sejak dini sangat diperlukan demi terciptanya negara yang berbasis SDA pada maritim. Berkaitan dengan persoalan itulah, empat mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (Unair) menawarkan karya cipta sebuah sarana edukasi kemaritiman untuk usia dini menggunakan perangkat lunak permainan (software game) melalui piranti telepon genggam dengan sistem operasi Android.

Di bawah bimbingan dosen, Annur Ahadi Abdillah, keempat mahasiswa tersebut, antara lain Rusdiatin (ketua kelompok), dengan anggota Nur Wantika, M Athoillah Sholahudin, dan Shobrina Silmi Qori Tartila, membuat software game dengan judul “SNAIL (Snake and Invincible Ladder) Fishieries Education Games: Aplikasi Pengenalan Dunia Maritim pada Anak-Anak”.

Proposal tentang software ini berhasil lolos dari penilaian Dirjen Dikti pada Kemenristekdikti, yang kemudian memberinya dana pengembangan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) tahun 2016. “Software ini kami harapkan tidak hanya sekadar sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bahan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan anak usia dini terkait dengan kemaritiman, khususnya tentang biota laut,” kata ketua kelompok, Rusdiatin, akhir pekan lalu.

Rusdiatin menambahkan, SNAIL merupakan sebuah game berbasis Android yang dapat dimainkan oleh dua orang atau lebih. Ketika akan memulai, pemain disuguhkan dengan dua tema background berbeda yang dapat dipilih. Tema tersebut terdiri dari laut dan terumbu karang. Di samping memilih tema, pemain juga diharuskan memilih karakter dan jumlah karakter yang ingin dimainkan.

“Karakter tersebut, antara lain clawn fish, starfish, jellyfish, dan crab. Ketika pemain memilih tema dan karakter sesuai dengan yang diinginkan maka akan muncul sebuah informasi mengenai tema maupun karakter yang dipilih. Di sinilah salah satu letak edukasinya,” papar Rusdiatin. Game tersebut terdiri dari 100 bidak dengan jumlah ular lima dan tangga lima.

Cara menjalankan karakter dari game ini dengan kocok dadu. Ketika pemain sampai pada bagaian ular maupun tangga, pemain akan dihadapkan pada sebuah pertanyaan seputar maritim. SNAIL buatannya ini memiliki keunggulan di bidang pendidikan maritim, yaitu memberikan sebuah pembelajaran mengenai kemaritiman pada anak.

Tidak hanya pertanyaan seputar kemaritiman yang ditonjolkan, tetapi juga dari segi tampilan, background, dan karakter yang dapat menambah pengetahuan anak mengenai maritim. “Dengan anak bermain game ini diharapkan para orang tua tidak perlu khawatir dan takut anaknya akan lalai atau lengah dengan tugas sekolahnya seperti pada game-game lain yang tidak memberikan manfaat pada anak. SNAIL dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang edukatif dan kreatif pada anak,” pungkas dia. SB/E-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment