Ekonomi Jerman Sangat Terguncang | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 4 2020
No Comments
Dampak Korona I Tiongkok Pasar Strategis Mercedes

Ekonomi Jerman Sangat Terguncang

Ekonomi Jerman Sangat Terguncang

Foto : AFP/JOHANNES EISELE
SANGAT TERPUKUL I Dua mobil Mercedes Benz sedang diparkir di depan show room di Shanghai, Tiongkok. Daimler sangat terpukul akibat virus korona yang melanda Tiongkok. Tiongkok adalah pasar strategis Mercedes Benz.
A   A   A   Pengaturan Font
Tiongkok telah menjadi pasar penting bagi seluruh produsen mobil Jerman. Tahun lalu, Daimler menjual hampir 700.000 mobil Mercedes-Benz di Tiongkok.

 

FRANKFURT – Dampak ekonomi virus korona jenis baru, Covid 19, yang menye­bar di Jerman dan Eropa, sulit untuk dibendung. Guncangan ekonomi yang cukup kuat di­rasakan oleh Jerman. Jerman dan Uni Eropa pun berpotensi masuk dalam jurang resesi.

Itulah ramalan sebagian besar ekonom. “Semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk melanjutkan produksi, sema­kin tinggi risikonya bagi nega­ra-negara di Eropa, termasuk Jerman,” kata kepala ekonom Commerzbank, Jorg Kramer, di Frankfurt.

Contohnya, salah satu perusahaan paling terkemuka di Jerman, Daimler. Bagi Daimler, dengan beberapa pabrik mobil di Tiongkok, krisis akibat virus korona ini merupakan salah satu ketidakpastian.

Gubernur Federal Reserve, Jerome H Powell, juga memberi­kan peringatan. “Seluruh dunia juga bisa menderita secara eko­nomi. Kami sedang memantau dengan cermat munculnya virus korona, yang dapat menyebab­kan gangguan di Tiongkok, yang meluas ke seluruh ekonomi global,” kata Jerome H Pow­ell memperingatkan anggota Komisi Keuangan Parlemen AS.

Dalam laporan, Selasa, Daimler menggarisbawahi mengapa zona Eropa yang berjum­lah 19 negara akan mengalami kemerosotan dan penurunan dalam perdagangan global, yang termanifestasi jauh sebe­lum virus Covid 19 memakan korban pertamanya. Daimler mengatakan bahwa laba peru­sahaan itu merosot ke warna merah pada akhir 2019, ter­pukul oleh biaya penyesuaian penggunaan teknologi baru dan akibat sanksi dari kecurangan emisi diesel.

Kendaraan adalah ekspor terbesar Jerman, serta men­jadi bagian penting dari iden­titas nasional. Banyak ekonom memperkirakan bahwa data resmi yang akan diterbitkan Jumat ini akan menunjukkan bahwa ekonomi Jerman me­nyusut pada kuartal keempat tahun 2019 karena penurunan di sektor manufaktur.

Kerugian Triwulan

Masalah yang dialami pro­dusen mobil Jerman bergema di seluruh benua, karena be­gitu banyak pemasok suku cadang kecil dan menengah di negara-negara yang bergan­tung pada kelanjutan produksi untuk penjualan mereka.

Daimler melaporkan keru­gian triwulanan sebesar 11 juta Euro, atau sekitar 12 juta dol­lar AS, dibandingkan dengan laba 1,6 miliar euro yang diraih pada kuartal keempat tahun 2018. Penghasilan yang menguap menempatkan Daim­ler, pembuat mobil dan truk Mercedes-Benz, dalam posisi lemah, karena menghadapi konsekuensi ekonomi dari wa­bah virus Covid 19.

Daimler dan produsen mobil lain terpaksa menutup pabrik mereka di Tiongkok lebih lama dari yang diren­canakan untuk masa liburan Tahun Baru Imlek. Wabah ko­rona telah memaksa orang eng­gan datang ke ruang pameran.

Tiongkok telah menjadi pasar penting bagi seluruh pro­dusen mobil Jerman. Tahun lalu, Daimler menjual ham­pir 700.000 mobil Mercedes di Tiongkok, lebih dari dua kali lipat dari yang dijual di AS. Dalam satu tahun, laba bersih Daimler anjlok 64 persen menjadi 2,7 miliar euro, dan penjualan pada 2019 naik 3 persen, menjadi 173 miliar euro. “Sangat mungkin resesi di Jerman awal tahun ini,” kata ekonom Deutsche Bank, Stefan Schneider, dalam sebuah catatan. newyorktimes/ bloomberg/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment