Koran Jakarta | November 19 2017
No Comments
Politik AS

Eks Model jadi Direktur Komunikasi Gedung Putih

Eks Model jadi Direktur Komunikasi Gedung Putih

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menunjuk mantan model bernama Hope Hicks, untuk menjabat sebagai direktur komunikasi Gedung Putih. Kabar ini disampaikan seorang pejabat Gedung Putih, pada Selasa (12/9). Hicks, 28 tahun, sudah mengkonfirmasi sendiri perihal pengangkatan resminya menjadi direktur komunikasi Gedung Putih melalui email.

Hicks sebenarnya telah menjadi pelaksana tugas direktur komunikasi Gedung Putih sejak pengunduran diri Anthony Scaramucci yang dipecat pada Juli lalu, setelah kurang dari dua minggu bertugas. Hicks, yang merupakan direktur komunikasi Gedung Putih ke- 3 di era pemerintahan Presiden Trump, diketahui dikenal di sekitar West Wing karena hubungan dekatnya dengan keluarga Presiden Trump dan pembela citra Trump.

Hicks pernah jadi penasihat Ivanka Trump dan kemudian menjabat sebagai juru bicara untuk kampanye pemilihan presiden Trump. Setelah itu Hicks bekerja sebagai salah satu asisten presiden. Hicks juga diketahui telah bekerja untuk Trump Organization, sebuah konglomerat swasta global milik keluarga Trump, termasuk bekerja sebagai humas pada perusahaan mode milik Ivanka Trump.

Sejak awal pemerintahan Trump, dia memegang jabatan tidak resmi sebagai penasihat terpercaya presiden yang bisa menyampaikan pemikiran Trump mengenai isu-isu yang berkaitan dengan pers. New York Times malah menyebut Hicks sebagai orang kepercayaan Trump paling utama.

“Tak Tersentuh”

Harian asal Inggris, The Telegraph, menyebut Hicks seebagai “orang dalam” Gedung Putih yang tak tersentuh. Sebutan itu terkait dengan investigasi tudingan adanya koneksi Russia dalam tim sukses pemenangan pemilu presiden AS bagi Donald Trump.

Atas tudingan itu Hicks telah menyewa mantan pengacara dari Kementerian Kehakiman AS, Robert Trout, untuk mewakilinya dalam investigasi oleh penyelidik khusus Robert Mueller mengenai kemungkinan adanya kolusi anak buah Trump dan Russia.

Sebagai bagian dari penyelidikan itu, Mueller ingin mewawancarai Hicks dan lima orang lainnya yang saat ini masih bekerja untuk Trump serta sejumlah mantan ajudan Trump yang di antaranya adalah mantan jubir Gedung Putih, Sean Spicer, dan mantan Kepala Staf Gedung Putih, Reince Priebus. Ant/VoA/Politico/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment