Koran Jakarta | September 23 2018
No Comments
Komoditas Unggulan

Ekspor Sawit ke AS Meningkat 68%

Ekspor Sawit ke AS Meningkat 68%

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Ekspor minyak sawit Indonesia ke Amerika Serikat (AS) pada Januari 2018 meningkat 68 persen dibandingkan Desember 2017. Kenaikan tersebut terjadi justru di saat produk sawit Indonesia tengah menghadapi kampanye hitam dari sejumlah negar di Eropa.

Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Togar Sitanggang mengatakan pada Desember 2017 permintaan sawit Indonesia oleh AS sebanyak 115,29 ribu ton meningkat menjadi 193.47 ribu ton di Januari 2018.

“Tuduhan dumping biodiesel terhadap Indonesia sepertinya tidak mempengaruhi permintaan minyak sawit Negeri Paman Sam ini,” katanya melalui keterangan resminya di Jakarta, Selasa (13/3).

Kenaikan permintaan minyak sawit dari Indonesia juga dicatatkan oleh Bangladesh sebesar 244 persen dan Pakistan ikut membukukan kenaikan sebesar 3 persen. Sedangkan permintaan dari India, lanjutnya, naik sangat tipis yaitu hanya satu persen atau dari 593,25 ribu ton di Desember 2017 naik menjadi 598,35 ribu ton di Januari 2017.

Sepanjang Januari lalu, Tiongkok membukukan pelemahan permintaan yang cukup signifikan yaitu sebesar 15 persen atau dari 362,50 ribu ton di Desember 2018 melorot menjadi 307,49 ribu ton di Januari 2018. Menurut Togar, penurunan permintaan minyak sawit oleh Tiongkok disebabkan persediaan minyak kedelai yang melimpah.

“Pembelian kedelai melimpah karena besarnya konsumsi soymeal untuk peternakan di China,” katanya.

Penurunan Permintaan

Penurunan permintaan minyak sawit Indonesia juga diikuti oleh Uni Eropa (UE) sebesar delapan persen atau dari 437,94 ribu ton di Desember 2017 menjadi 404,22 ribu ton di Januari 2018. Hal yang sama diikuti negara Timur Tengah yang membukukan penurunan 31 persen dan Afrika 10 persen.

Secara keseluruhan, ujar Togar Sitanggang, pada Januari 2018, ekspor minyak sawit Indonesia (CPO dan turunannya tidak termasuk biodiesel dan oleochemical) membukukan kenaikan sebesar empat persen dibandingkan dengan Desember 2017 atau dari 2,63 juta ton naik menjadi 2,74 juta ton.

Sementara itu, tambahnya, serapan biodiesel di dalam negeri pada Januari lalu naik 14 persen dari Desember 2017 menjadi 218 ribu ton.

Sedangkan produksi minyak sawit Indonesia pada Januari 2017 turun 10 persen dari 3,8 juta ton pada Desember lalu menjadi 3,4 juta ton.

Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment