Emiten Farmasi Terbitkan MTN Rp400 Miliar | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 23 2017
No Comments
Surat Utang

Emiten Farmasi Terbitkan MTN Rp400 Miliar

Emiten Farmasi Terbitkan MTN Rp400 Miliar

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) menerbitkan surat utang jangka menengah (Medium Term Notes/MTN) Tahap I sebesar 400 miliar rupiah. Jumlah tersebut merupakan bagian dari keseluruhan plafon MTN KAEF sebesar 1 triliun rupiah. Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir mengatakan penerbitan MTN KAEF sebesar 1 triliun rupiah akan dilakukan dalam dua tahap dengan jangka waktu masing-masing selama tiga tahun.

“Untuk MTN Tahap I bernilai 400 miliar rupiah dengan kupon yang ditawarkan 8,1 persen,” ungkap dia di Jakarta, Rabu (13/9). Dalam aksi korporasi ini bertindak sebagai agen pemantau MTN KAEF ini adalah PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT BNI Sekuritas. MTN Tahap I KAEF mendapatkan peringkat AA- (double A minus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Dana hasil penerbitan MTN Tahap I senilai 400 miliar rupiah akan digunak a n untuk pendanaan ekspansi usaha, belanja modal (capital expendicture/ capex), maupun biaya operasional. Selain itu dana hasil penerbitan MTN akan digunakan untuk refinancing utang yang berkupon lebih tinggi.

Adapun sisa penerbitan MTN Tahap II sebesar 600 miliar rupiah rencananya akan digunakan untuk membiayai ekspansi, melalui investasi beberapa proyek lain dari Kimia Farma Group. Diharapkan penerbitan MTN Tahap II akan diterbitkan pada kuartal pertama 2018. Pada tahun ini emiten farmasi pelat merah ini menargetkan pendapatan dan laba bersih bisa tumbuh 15-20 persen.

Hingga semester pertama 2017, Kimia Farma berhasil mencatatkan pendapatan sebesar 2,63 triliun rupiah atau meningkat 5,85 persen secara year on year (yoy). Sementara itu, raihan laba bersih Perseroan meningkat 2,75 persen atau mencapai 98,17 miliar rupiah. Total aset Perseroan sepanjang semester pertama 2017 meningkat 30,46 persen atau dibukukan sebesar 4,97 triliun rupiah.

Perseroan juga berencana melakukan ekspansi ke Timur Tengah. Untuk itu, Perseroan mengalokasikan nilai investasi sebesar 100 miliar rupiah. Rencananya Perseroan pun akan mengambil porsi 60 persen atas kepemilikan saham di dalam perusahaan farmasi asal Arab Saudi yakni DWAA Ltd Co.

Diharapkan pada akhir September 2017, Perseroan bisa mendapatkan izin dari Kementerian- BUMN terkait rencana ekspansi usaha tersebut. “Kami harapkan closing deal pada Oktober 2017,” papar dia. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment