Koran Jakarta | August 18 2018
No Comments
Prospek Usaha - DMAS Garap Kawasan Berkonsep “Smart-town Residential Estate”

Emiten Kawasan Terpadu Kejar Target Prapenjualan Rp1,25 Triliun

Emiten Kawasan Terpadu Kejar Target Prapenjualan Rp1,25 Triliun

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Target marketing sales DMAS pada tahun 2018 diperkirakan tercapai karena banyaknya permintaan yang masuk hingga lebih dari 100 hektare.

JAKARTA - Emiten kawasan terpadu, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) pada tahun ini membandrol target prapenjualan (marketing sales) mencapai 1,25 triliun rupiah. Perseroan pun berkeyakinan dapat meraih marketing sales tahun ini di tengah situasi yang cukup menantang. Direktur DMAS, Tondy Suwanto, mengatakan target tersebut tidak jauh berbeda dibandingkan raihan marketing sales pada tahun 2017 di luar penjualan lahan ke proyek JV (joint venture). “Target marketing sales kami itu 1,25 triliun rupiah,” ujar dia, Rabu (14/2).

Adapun sepanjang tahun 2017, marketing sales Perseroan mencapai 1,4 triliun rupiah yang berasal dari segmen industri, hunian, komersial, dan penjualan lahan ke proyek JV. Di tengah situasi yang cukup menantang, kata Tondy, Perseroan meyakini bahwa target marketing sales pada tahun 2018 dapat tercapai karena banyaknya permintaan yang masuk hingga lebih dari 100 hektare. Meski beberapa inquiries masih merupakan tahap negosiasi awal. “Perseroan juga memiliki lahan yang masih sangat luas

. Per 30 September 2017, luas gross cadangan lahan Perseroan mencapai sekitar 1.600 hektare, termasuk salah satu yang terluas di antara para pelaku industri lain,” papar dia. Secara lebih detail, Tondy menuturkan, penjualan lahan kawasan industri mencapai 1,02 triliun rupiah. Selanjutnya, komersial sebesar 160 miliar rupiah, penjualan residensial sebesar 16 miliar rupiah, sedangkan penjualan lahan ke proyek JV ke PT Panahome Deltamas Indonesia tercatat senilai 213 miliar rupiah. “Dari segi luasan, Perseroan berhasil menjual lahan industri sebesar 59,1 hektare, sesuai dengan target yang ditetapkan Perseroan untuk penjualan pada tahun 2017,” tutur Tondy.

Lahan Industri

Adapun dari target marketing sales tersebut, Tondy memperkirakan penjualan lahan industri masih akan mendominasi raihan di tahun 2018 ini. Pengembangan dan penjualan lahan industri masih menjadi fokus Perseroan di tahun 2018 dalam membangun Kota Deltamas sebagai kawasan kota terpadu berbasis industri.

“Namun demikian, pembangunan kawasan hunian dan komersial juga akan dilakukan secara sinergis seiring dengan meningkatnya populasi di wilayah Kota Deltamas,” papar Tondy. Sebagaimana diketahui pada tahun lalu, Perseroan membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan PT Panahome Gobel Indonesia, perusahaan properti perumahan di bawah Grup Panasonic. Perusahaan patungan yang bernama, PT Panahome Deltamas Indonesia tersebut akan mengembangkan sebuah kawasan hunian berkonsep smart-town residential estate di dalam kawasan Kota Deltamas. Pemegang saham mayoritas dan pengendali dari Perseroan adalah AFP International Capital Pte. Ltd. (53,87 persen), merupakan bagian dari Sinar Mas Land, pengembang terkemuka di Indonesia, dan Sojitz Corporation (25,00 persen), perusahaan general trading dari Jepang. yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment