Koran Jakarta | August 25 2019
No Comments
Strategi Bisnis

Emiten Properti Dorong Penjualan Proyek Dekat MRT

Emiten Properti Dorong Penjualan Proyek Dekat MRT

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) akan fokus mengembangkan delapam proyek properti milik Perseroan yang terintegrasi dengan Moda Raya Terpadu (MRT)di sepanjang Lebak Bulus hingga Bunderan Hotel Indonesia (HI).

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Development, Archied Noto Pradono, mengatakan untuk delapan proyek tersebut meliputi 57 Promenade di kawasan Hotel Indonesia, Intiland Tower di Sudirman, 1 Park Avenue yang dekat dengan Blok M, South Quarter dan South Quarter Res di Fatmawati, serta South Grove, Serenia Hills, dan Poins yang dekat dengan stasiun Lebak Bulus.

“Kita sedang gencar membuat satu campaign tentang produk kita yang dekat dengan jalur MRT dengan tema Stay On The Blue Line. Kami memiliki delapan colection di jalur tersebut dan akan gencar lagi penjualannya di semester II ini,” ungkapnya di Jakarta, Senin (15/7).

Sejak awal, Perseroan sudah gencar melakukan campaign dengan tema Living Connected. Saat ini, Perseroan memilki 7 hingga 8 proyek yang berada di dekat koridor MRT. Menurut Archied, proyekproyek tersebut memiliki nilai tambah sehingga bisa mendongkrak penjualan. Terlebih dengan makin populernya MRT juga akan meningkatkan pangsa pasar.

Dari delapan proyek yang berada di dekat koridor MRT telah berkontribusi secara signifikan pada marketing sales. Hanya saja, ia belum bisa menyebutkan realisasi angka yang diperoleh. Perseroan berkeyakinan hingga akhir tahun ini bisa membukukan marketing sales sebesar 2,53 triliun rupiah.

Hal tersebut ditopang oleh maraknya sentimen positif bagi pelaku properti seperti relaksasi perpajakan dan rampungnya gelaran pemilihan Presiden periode 2019-2024. Meski hingga akhir kuartal II - 2019, capaian marketing sales masih belum sesuai harapan, karena penjualan Perseroan membidik market menengah ke atas, sehingga banyak yang menunda pembelian.

Akan tetapi, kata Archied, penjualan akan meningkat signifikan pada kuartal III dan IV, apalagi adanya insentif yang diberikan Pemerintah seperti pajak akan turut mendorong penjualan Perseroan.

Adapun pada kuartal I-2019, Perseroan mencatatkan marketing sales mencapai 254 miliar rupiah. “Target kami masih di angka 2,53 triliun rupiah, meski di semester pertama ini masih kurang mengembirakan tapi kita belum revisi target tersebut. Masih akan kita kejar, dan optimis target akam tercapai,” ujar dia.

Perseroan memperkirakan industri properti pada semester kedua ini akan lebih cerah. Sebab, Indonesia telah melewati pesta demokrasi yang membuat para pelaku pasar khususnya investor dan konsumen cenderung mengambil sikap menahan diri atau wait and see. “Kita harap diparuh kedua urusan pemilu sudah beres, kemarin berita juga menyejukan bagus buat kita, masalah kinsolidasi berjalan lancar kita berjalan kembali,” kata dia. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment