Koran Jakarta | November 19 2017
No Comments
Prospek Usaha - MKNT Akuisisi Perusahaan Dalam Jaringan

Emiten Telkomunikasi Menargetkan Penjualan 6 Triliun Rupiah

Emiten Telkomunikasi Menargetkan Penjualan 6 Triliun Rupiah

Foto : ANTARA/SIGID KURNIAWAN
A   A   A   Pengaturan Font
Penjualan MKNT didominasi oleh produkproduk Telkomsel seperti voucer isi ulang pulsa dan sim card yang mencapai 994,85 miliar rupiah.

JAKARTA - PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menargetkan penjualan tahun ini mencapai enam triliun rupiah. Guna mencapai target penjualan tersebut, Perseroan akan terus menggenjot penjualan voucer. Perseroan pun memasang langkah-langkah strategis baik internal maupun eksternal.

Direktur Utama MKNT, Jefri Junaedi, mengatakan Perseroan optimistis membukukan kenaikan penjualan dan laba seiring dengan langkah strategis yang dicanangkan Perseroan, guna mengerek omzet penjualan agar lebih besar lagi. “Kegiatan usaha telekomunikasi dan internet memiliki prospek yang masih sangat menjanjikan,” ungkapnya, di Jakarta, Senin (19/6).

Hingga kuartal pertama 2017, laba bersih Perseroan meningkat 203,08 persen menjadi 7,88 miliar rupiah dibandingkan tahun lalu sebesar 2,6 triliun rupiah. Peningkatan laba bersih ditopang oleh penjualan yang melonjak 438,83 persen atau menjadi 1,05 triliun rupiah dibandingkan periode sama tahun lalu 195,97 miliar rupiah.

Penjualan Perseroan didominasi oleh produk-produk Telkomsel seperti voucer isi ulang pulsa dan sim card yang mencapai 994,85 miliar rupiah. Selain voucer isi ulang pulsa dan sim card, penjualan aksesori dan modem cukup fantastis mencapai 76,74 miliar rupiah. “Pendapatan kami mayoritas didominasi oleh penjualan isi ulang karena kebutuhan masyarakat yang konsisten dan juga harga yang cukup terjangkau,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan MKNT, Setiawan Parikesit Kencana, menuturkan Perseroan akan tetap memfokuskan pada penjualan voucer. Saat ini, Perseroan memiliki dua tipe voucer yakni yang bersifat tradisional dan online channel, khususnya di Telkomsel. Porsi penjualan voucer mencapai 95 persen dan 5 persen device.

“Sekarang, omzet kita sebulan saja 600 miliar rupiah dari voucer Telkomsel,” terang Setiawan. Perseroan pun menargetkan penjualan voucer Telkomsel 100 triliun rupiah pada tahun ini. Adapun posisi Perseroan sebagai distributor menempati urutan kedua setelah Telesindo dengan penjualan per bulan sekitar dua triliun rupiah, sedangkan Perseroan 600 miliar rupiah.

 

Akuisisi “E-commerce”

 

Perseroan pun merambah bisnis dalam jaringan (daring) dengan mengakuisisi pendatang baru di dunia e-commerce, yakni Kioson (www.kioson. com). Perseroan mengakuisisi kepemilikan saham 4 persen atas Kioson. Kendati demikian, akuisisi Kioson belum terlalu besar pengaruhnya ke pendapatan Perseroan.

Nantinya, kegiatan pendistribusian produk-produk Telkomsel meliputi prepaid voucer dan sim card dapat dilakukan secara online sehingga lebih mudah, cepat, dan lebih banyak karena selama ini Kioson melakukan penjualan pulsa sebagai salah satu produknya. Melalui kerja sama ini maka akan menambah stock keeping unit (SKU) dan meningkatkan penjualan e-commerce di jaringan penjualan Perseroan.

Selain itu, variasi produk yang dimiliki Perseroan juga bertambah sebanyak produk yang dimiliki oleh Kioson seperti payment point online bank (PPOB) dan financial inclusion product. Adapun per April 2017, mitra Kioson telah mencapai 12.000 mitra bisnis aktif dan melayani lebih dari satu juta pelanggan tersebar di seluruh Indonesia dengan jaringan terbesar di kota lapis kedua.

Pada tahun ini Perseroan tidak mengalokasikan belanja modal (capital expendicture/ capex) secara spesifik. Sebab, Perseroan merupakan distributor sehingga berbeda dengan perusahaan telekomunikasi. Meski begitu, aksi korporasi Perseroan lebih pada investasi seperti akuisisi. Perseroan pun belum mengalokasikan anggaran untuk akuisisi selanjutnya. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment