Film “Semesta” Edukasi Perubahan Iklim | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
No Comments
Event

Film “Semesta” Edukasi Perubahan Iklim

Film “Semesta” Edukasi Perubahan Iklim

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Film dokumenter sepanjang 90 menit mengenai para pejuang lingkungan hidup dari tujuh kota, menarik para petinggi negeri ini untuk menonton bersama atau nobar. Film ini menjadi salah satu pengingat tentang bahaya perubahan iklim dan ingin menyadarkan publik akan pentingnya menjaga lingkungan.

Film yang dibuat atas kerja sama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan PT Talamedia (dengan Komisaris Nicolas Saputra) disutradarai Chairun Nissa akan diputar terbatas di bioskop mulai 30 Januari 2020.

Maka, nobar yang diberi nama “Press Screening Film Semesta” di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/1) malam itu pun dihadiri Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, serta Wakil Menteri LHK, Alue Dohong.

Ada juga perwakilan Uni Eropa, Lembaga Donor Internasional, negara sahabat, tokoh pengendalian perubahan iklim, dan pemeran utama film. Siti Nurbaya Bakar menilai, film Semesta garapan membawa pesan sangat relevan dan kuat dalam upaya penanggulangan perubahan iklim.

“Film Semesta sangat bagus dan kuat secara konteks budaya maupun agama dalam kaitannya penanggulangan perubahan iklim berdasarkan cara hidup masyarakat,” ujarnya. Siti berharap, film Semesta akan mengedukasi masyarakat agar semakin peduli terhadap perubahan iklim yang semakin nyata dampaknya.

“Para tokoh inspiratif ini bergerak beraktualisasi dalam pengendalian perubahan iklim. Mereka menjaga lingkungan dan sumber daya alam serta hidup damai atas dorongan agama,” tandas Siti.

Sementara itu Nicolas Saputra mengatakan, krisis ekologi di Indonesia sudah semakin mengkhawatirkan. Makanya penting untuk menjaga alam sekarang juga. “Film Semesta berkisah tentang orang-orang yang berusaha keras merawat Indonesia,” tambah dia.

Aktor yang melejit lewat Film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) ini mendatangi beberapa pelosok di Indonesia. Kisahnya lalu diangkat dalam film dokumenter. Syutingnya di Bali, Kalbar, NTT, Aceh, Papua Barat, Yogyakarta, dan Jakarta.  sur/G-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment