Gagal Terima Pataka, Imam Minta Sesmenpora Mundur | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
No Comments
Kasus Suap Kemenpora

Gagal Terima Pataka, Imam Minta Sesmenpora Mundur

Gagal Terima Pataka, Imam Minta Sesmenpora Mundur

Foto : ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARSO
JADI SAKSI I Sesmenpora Gatot S Dewa Broto (kanan) memberikan kesaksian bagi terdakwa asisten mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Miftahul Ulum (kedua dari kiri) dalam sidang kasus suap penyaluran pembiayaan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (13/2).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Sekretaris Men­teri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot Sulistiantoro Dewa Broto, mengaku pernah diminta mengundur­kan diri dari jabatannya oleh Imam Nahrawi saat menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

“Jadi pernah kejadian di tanggal 2 Oktober 2018 siang hari. Saya menerima WA (pesan WhatsApp) dari Pak Ulum (Aspri Menpora Imam Nahrawi). Jadi, karena saat itu baru saja berlangsung pengu­kuhan kontingen Indonesia di Istana Negara oleh Bapak Presiden (Jokowi),” kata Gatot saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Ja­lan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Kamis (13/2).

“Kemudian, intinya Pak Ulum mengabarkan kepada saya mengirimkan caption-nya WA antara Pak Menteri dan Pak Ulum yang intinya saya diminta mengundurkan diri,” tambah Gatot.

Jaksa kemudian menampil­kan percakapan WhatsApp an­tara Miftahul Ulum dan Imam Nahrawi dalam sidang. Dalam percakapan melalui WhatsApp itu, Imam mengaku sakit hati saat menghadiri pengukuhan kontingen Indonesia untuk Asian Games 2018, di Istana Negara. Saat itu, Imam tidak diberikan peran apa pun oleh Istana. Imam berharap dirin­ya menjadi penerima Pataka dalam acara itu. Tetapi Pataka diserahkan ke Puan Maharani, selaku Menko PMK.

“Sakit hatiku di Istana tadi nggak ada peran apa pun ke saya sampai soal penyerahan bendera ke CDM dari Presiden RI pun tidak. Ke mana Sesmen dan protokol Kemenpora???? Bodoh semua,” ungkap Imam kepada Miftahul Ulum melalui WhatsApp.

“Sesmen suruh mundur saja sekarang juga. Suruh buat surat pengunduran diri,” pinta Imam kepada Miftahul Ulum.

Gatot mengatakan dia juga menerima pesan WA itu dari Miftahul Ulum. “Ya WA-nya antara dia (Ulum) sama Pak Menteri, di-forward ke saya,” ucap Gatot.

Gatot mengaku telah me­minta maaf kepada Imam kare­na tidak bisa menempatkan Menpora sebagai penerima Pataka. “Karena penerima Pa­taka itu adalah di atasnya Pak Menteri, yaitu Ibu Puan Ma­harani selaku Menko PMK. Kedua, yang mengatur kegiatan itu kan protokol di Istana, Ke­pala Staf Kepresidenan, bukan area saya. Saya minta maaf ke Pak Menteri karena itu di luar kemampuan saya,” jelas dia.

Selanjutnya, Gatot mengatakan Imam mengirimkan surat permohonan pergantian Sesmenpora yang dijabat Gatot kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tapi surat terse­but tidak ditindaklanjuti oleh Jokowi.

“Lazimnya surat menteri itu ada parafnya Sesmen. Tapi, karena itu terkait saya pribadi, itu langsung dan alhamdulillah itu tidak ditindaklanjuti oleh Presiden. Saya tahunya itu dari media, saya juga lihat copy-nya dari media,” tutur dia. ola/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment