Koran Jakarta | November 19 2017
No Comments
Suksesi Politik Singapura

Halimah Berjanji Melakukan yang Terbaik

Halimah Berjanji Melakukan yang Terbaik

Foto : REUTERS/Edgar Su
Mantan Ketua Parlemen Singapura, Halimah Yacob, meninggalkan kantor Komisi Pemilu setelah menyerahkan berkas-berkas kelengkapan agar bisa mengikuti jadi calon presiden lewat pemilihan umum pada Senin (11/9) lalu.
A   A   A   Pengaturan Font

SINGAPURA – Singapura diproyeksi bakal mencetak sejarah setelah pada Senin (11/9) kemarin (11/9), Komisi Pemilu Umum menyatakan Halimah Yacob sebagai satu-satunya kandidat yang paling memenuhi syarat untuk menduduki kursi jabatan Presiden Singapura ke-8. Jika tidak ada kandidat lain yang memenuhi syarat untuk melawannya, maka Halimah, 63 tahun, akan menjadi presiden perempuan Singapura pertama dan berasal dari etnis Melayu.

“Saya berjanji melakukan yang terbaik dalam melayani masyarakat Singapura dan janji ini tidak akan berubah apakah ada atau tidak ada pemilihan presiden. Keinginan dan komitmen untuk melayani masyarakat Singapura akan tetap sama,” kata Halimah, usai mengambil sertifikat kandidat yang memenuhi syarat sebagai Presiden Singapura di Komisi Pemilihan Umum Singapura, Selasa (12/9).

Seperti dikutip Strait Times, rencananya Halimah akan datang ke kantor pusat Asosiasi Rakyat pada Rabu (13/9), untuk melengkapi berkas pencalonan dirinya sebagai Presiden Singapura. Jika segala sesuatu berjalan lancar dan tak ada pesaing lainnya yang maju setelah batas waktu penominasian ditutup, maka petugas Asosiasi Rakyat akan mengumumkan Singapura tak perlu menggelar pemilu bagi memilih presiden pada 23 September mendatang dan Halimah otomatis akan jadi presiden terpilih akan dinyatakan sebagai presiden terpilih dan akan diambil sumpah jabatan pada keesokan harinya.

Sejak lolos seleksi sebagai kandidat Presiden Singapura pada akhir bulan lalu, Halimah telah diselimuti oleh pertanyaanpertanyaan terkait legitimasinya memenangkan kursi presiden, mengingat dia sebagai satu-satunya kandidat dari komunitas Melayu yang lolos dalam pemilu presiden tahun ini. Namun saat menyampaikan sekilas misi dan visinya kemarin, ia menjamin komitmennya untuk terus memajukan dan menyatukan Singapura.

“Saya ingin mendorong seluruh masyarakat Singapura agar bekerja sama dengan saya sehingga kita bisa bersama-sama bekerja untuk persatuan Singapura dan memperkuat negara ini. Ini adalah sebuah perjalanan yang harus kita lalui samasama,” kata Halimah, menjawab pertanyaan soal rencananya menyatukan Singapura.

Dihadapan para kuli tinta yang mencegatnya di gedung Komisi Pemilihan Umum Singapura pada Selasa, Halimah menyadari adanya perdebatan yang luas, mengingat dia berasal dari etnis Melayu, sebuah etnis minoritas di Singapura. Namun dia menegaskan presiden adalah untuk semua orang, seluruh komunitas, ras dan agama apapun. “Saya sudah berjumpa banyak masyarakat Singapura dalam beberapa pekan terakhir dan saya sangat bersyukur atas dukungan dan dorongan yang diberikan,” pungkas Halimah. uci/SB/StraitsTimes/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment