Koran Jakarta | September 23 2019
No Comments

Haornas Bangkitkan Semangat Olah Raga

Haornas Bangkitkan Semangat Olah Raga

Foto : ANTARA/BAYU PRATAMA
A   A   A   Pengaturan Font

Hari Olah Raga Nasional diharapkan akan menjadi momentum bagi masyarakat untuk berolah raga.

BANJARMASIN - Puluhan insan berprestasi dan berpengaruh di dunia olah raga na­sional menerima penghargaan dari pemerintah dalam acara puncak Hari Olah Raga Nasi­onal (Haornas) 2019 yang dige­lar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (8/9) malam.

Di panggung yang diba­ngun di atas sungai Martapura itu, sejumlah perwakilan atlet seperti lifter pemecah rekor dunia remaja angkatan clean and jerk Muhammad Faathir, pebalap sepeda peraih medali emas Asian Para Games 2018 M Fadli Imammudin, hingga purna olahragawan Hasiati La­wole, mantan ratu jalan cepat Indonesia, malam itu mene­rima secara langsung penghar­gaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi.

Prosesi penyerahan hadiah berlangsung simbolis. Menpo­ra yang menempati panggung VIP di sisi sungai yang berlain­an, menyeberang menggunak­an perahu panjang ditemani oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, selaku tuan rumah peringatan Haor­nas yang ke-36 itu.

Sejatinya ada 91 nama yang berada di dalam daftar peraih penghargaan itu, namun ha­nya 21 dari mereka yang mene­rima langsung disaksikan oleh masyarakat yang berkumpul di sekitar Menara Pandang Ban­jarmasin malam itu.

Menpora ingin menyampai­kan pesan kepada khalayak jika para olahragawan itu menjadi salah satu ujung tombak un­tuk meningkatkan kehormatan suatu bangsa dan pemerin­tah akan terus berkomitmen memerikan penghargaan kepada tokoh olah raga berprestasi.

Tentunya penghargaan yang bernilai belasan hingga pu­luhan juta rupiah itu tak cukup, kata Menpora, “tak seimbang dengan pengorbanan yang me­reka lakukan karena mereka telah berjuang untuk martabat Indonesia dan Merah Putih.”

Olah raga juga tak terban­tahkan menjadi suatu alat pemersatu bangsa yang ter­diri dari berbagai suku, ras dan agama. “Indonesia telah mem­buktikan diri menjadi yang ter­baik dan seluruh anak negeri dari Sabang sampai Merauke telah bersatu padu... untuk mengibarkan Merah Putih di tiang tertinggi,” kata Imam.

Menpora pun berharap Ha­ornas yang diperingati setiap 9 September itu menjadi mo­mentum untuk mengajak ma­syarakat untuk berolah raga di mana saja dan kapan saja.

Selain membuat badan se­hat, olah raga juga bisa mena­namkan nilai-nilai kepemim­pinan, kepeloporan dan saling menghormati dan menghar­gai. Para jagoan olah raga itu adalah manifestasi semua itu. “Yang menang tak jemawa, yang kalah tak putus asa. Di sini sportivitas yang diutamak­an,” ungkap Menpora.

Antusiasme Warga

Sesuai dengan tema Haor­nas yang hampir setiap tahun sama itu, tuan rumah Kali­mantan Selatan juga berhasil menggerakkan ribuan warg­anya untuk berolah raga hari itu melalui upaya pemecahan rekor MURI untuk gerakan kata dengan jumlah karateka ter­banyak.

Terbukti, MURI mencatat sebanyak 5.502 karateka dari anak-anak hingga orang de­wasa berpartisipasi dan memecahkan rekor hari itu. “Saya dari Badan Keuangan Dae­rah Provinsi. Baru-baru saja ikut karate. Berlatih mungkin sekitar satu hingga dua bulan,” kata Auni Maulida usai pecah rekor.

Di hari yang sama, kurang lebih 7.000 orang juga digerak­kan untuk mengikuti program sepeda santai Gowes Nusan­tara yang start di depan kantor wali kota Banjarmasin.

Deputi Pembudayaan Olah Raga Kementerian Pemuda dan Olah Raga Raden Isnanta, selaku ketua panitia pelak­sana Haornas 2019, mengaku terkesan oleh antusiasme warga Kalimantan Selatan da­lam upaya pemecahan rekor karate dan program Gowes Nu­santara itu.

“Rekor MURI dengan jum­lah karateka terbanyak ini luar biasa. Dengan jumlah yang begitu banyak minimal ini bisa menginspirasi masyarakat un­tuk ikut karate,” kata Isnanta.

Hal itu juga sejalan dengan program Kemenpora dalam hal pembudayaan olah raga meng­ingat peringatan Haornas 2019 digunakan sebagai momentum mendorong masyarakat agar lebih aktif berolahraga dengan mengusung tema #ayoolahraga #dimanakapansaja.

“Ini berarti gerakan olah raga di sini sudah masif,” kata Isnanta. Ant/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment