Hongaria Diminta Bantu Cerahkan Pandangan Uni Eropa | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
No Comments
Diplomasi Sawit | Segera Dibentuk Indonesia Hungary Investment Fund

Hongaria Diminta Bantu Cerahkan Pandangan Uni Eropa

Hongaria Diminta Bantu Cerahkan Pandangan Uni Eropa

Foto : ISTIMEWA
MASALAH SAWIT | Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hongaria, Péter Szijjártó (kiri) berbicara dengan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, di Jakarta, Kamis (23/1). Keduanya membahas kerja sama di berbagai bidang. Retno berharap Szijjártó mencerahkan pandangan Eropa terhadap CPO Indonesia.
A   A   A   Pengaturan Font
Kedua Menlu juga membahas rencana pembentukan “Indonesia Hungary Investment Fund” untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. Nilai pendanaan ditambah dengan investasi swasta bisa mencapai 1,5 miliar dollar AS.

 

JAKARTA – Indonesia minta bantuan Hongaria untuk mem­promosikan minyak sawit ke negara-negara Eropa. Hal ini dikatakan Menteri Luar Neg­eri, Retno Marsudi, usai mene­rima kunjungan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hon­garia, Péter Szijjártó, di Jakarta, Kamis (23/1).

“Sebagai mitra sejati Indo­nesia, saya harapkan Hongaria dapat menyebarkan pandangan yang komprehensif dan seim­bang mengenai minyak sawit In­donesia kepada negara-negara Uni Eropa,” ungkap Retno.

Jadi, menurut Retno, Hon­garia dapat mempejernih pan­dangan Eropa tentang minyak sawit dari Indonesia. Ini adalah masalah dalam bidang ekonomi dan perdagangan. “Kita minta dukungan mitra Hongaria guna memberi pandangan yang seim­bang terkait minyak sawit Indo­nesia kepada mitra Uni Eropa,” ujar Retno.

Selama ini Uni Eropa memang diskriminatif terhadap minyak kelapa sawit (CPO) Indonesia. Isinya antara tuduhan bahwa sawit Indonesia ditanam di atas lahan mengakibatkan kerusah­kan hutan (deforestasi) atau CPO berdampak buruk terhadap kes­ehatan. Sementara itu, terhadap minyak kedelai Amerika, Eropa berkata lain. Menurut Uni Eropa minyak kedelai Amerika sebagai minyak nabati berisiko rendah alih fungsi lahan.

“Maka, keberadaan Hongaria diharapkan dapat memberi pan­dangan yang seimbang terhadap CPO kita,” harap Menlu. Indone­sia dan Hongaria selama ini juga telah berhasil melakukan sejum­lah kerja sama. Dia ingin melan­jutkan kerja sama tersebut.

Hongaria telah menanamkan sejumlah investasi terkait pen­gelolaan air bersih dan mod­ernisasi rumah sakit. Proyek tersebut kini sudah rampung. Hongaria bermaksud untuk te­rus melanjutkan. Hongaria telah menanamkan investasi sebesar 36 juta dollar AS untuk proyek tersebut. Proyek air di wilayah Indonesia bagian timur karena akses air bersihnya masih ku­rang di 36 kecamatan.

Sebelumnya, Hongaria telah melanjutkan kerja sama serupa dengan negara-negara bekas Uni Soviet. Hongaria berharap kerja sama serupa akan bisa sukses di Indonesia. Sedang menyangkut proyek infrastruktur, Hongaria dan Indonesia ingin melaku­kan pengembangan sistem jalan tol, seperti e-tol. Dia siap berin­vestasi atau memberi pinjaman dengan bunga sangat kecil.

Secara keseluruhan yang dibahas dua menteri menyang­kut implementasi kerja sama bidang investasi, perdagangan, pembangunan infrastruktur perhubungan e-tol, fasilitas kes­ehatan rumah sakit, teknologi informasi, dan ekonomi digital.

Investment Fund

Kedua Menteri juga mem­bahas rencana pembentukan Indonesia Hungary Investment Fund untuk mendukung pem­bangunan infrastruktur di In­donesia. “Nilai pendanaan di­tambah dengan investasi swasta bisa mencapai 1,5 miliar dollar AS,” tambah Menlu Szijjártó.

Hongaria juga meningkat­kan pemberian beasiswa bagi 100 mahasiswa Indonesia dari 50. Mereka dapat melanjutkan studi di Hongaria pada berbagai disiplin ilmu mulai tahun ini. Di sisi lain, Indonesia akan me­ningkatkan alokasi bagi peserta Hongaria untuk program dar­masiswa. Menlu Szijjarto juga menegaskan dukungan Hon­garia untuk proses pembebasan visa ke Eropa bagi WNI.

Secara keseluruhan, jumlah investasi Hongaria di Indonesia senilai 164 juta dollar AS dan kebanyakan dalam produk elek­tronik, sepatu, tekstil, serta karet. Menludag Peter Szijjarto berkun­jung ke Indonesia dalam rangka mendampingi Kunjungan Kerja PM Viktor Orbán ke Indonesia. Kunjungan PM Orban untuk ha­dir pada Pertemuan Komite Ek­sekutif Centrist Democrat Inter­national yang diselenggarakan di Yogyakarta dan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Joko Widodo, kemarin.

Hongaria merupakan ne­gara mitra penting Indonesia di kawasan Eropa Tengah. Negara dengan pertumbuhan ekonomi terlaju di Eropa itu kini merupa­kan mitra perdagangan dan in­vestasi terbesar ke-3 dari Eropa. Sedang jumlah wisatawan ke In­donesia terbesar ke-2 di Eropa. ang/G-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment