Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments
Kesehatan Masyarakat

Iklan Rokok di Semua Media Sebaiknya Dilarang

Iklan Rokok di Semua Media Sebaiknya Dilarang

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Langkah Ke­menterian Komunikasi dan Informatika (Kemenkoinfo) memblokir iklan rokok di in­ternet diharapkan bisa berlan­jut pada pelarangan total, ter­masuk di media penyiaran dan media luar griya.

Ketua Lentera Anak, Lis­da Sundari, mengatakan hal tersebut sangat bisa dilakukan asalkan Menteri Kesehatan mengambil kepemimpinan da­lam pengendalian tembakau, serta ada kemauan dari ber­bagai pihak.

Apalagi, lanjutnya, pemba­hasan revisi Undang-Undang 32 Tahun 2002 tentang Penyiar­an masih belum rampung dan iklan rokok merupakan salah satu hal yang masih diperde­batkan. “Kalau Menteri Komu­nikasi dan Informatika mem­perjuangkan pelarangan iklan rokok di media penyiaran, saya yakin bisa terlaksana,” kata Lis­da, di Jakarta, Jumat (14/6).

Begitu pula dengan iklan-iklan rokok di luar griya yang menjadi kewenangan peme­rintah daerah. Saat ini sudah ada beberapa praktik terbaik daerah-daerah yang melarang iklan rokok, seperti Provinsi DKI Jakarta, Kota Bogor, dan Kabupaten Kulon Progo.

Menurut Lisda, ketika Ke­menterian Dalam Negeri mem­buat surat edaran tentang ka­wasan tanpa rokok, sudah cukup menjadi perhatian pemerintah-pemerintah daerah. “Barang­kali Menteri Kesehatan juga bisa menyurati Menteri Dalam Ne­geri untuk meminta pelarangan iklan rokok luar griya,” katanya.

Seperti diketahui bahwa se­belumnya Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, mengirimkan surat kepada Menkoinfo, Ru­diantara, untuk meminta pem­blokiran iklan rokok di internet.

Permimintaan tersebut di­respons cepat oleh Menkoin­fo yang pada Kamis (13/6) malam langsung memblokir iklan atau konten rokok pada sejumlah platform media so­sial atau internet.

Kemenkoinfo melalui Direk­torat Jenderal Aplikasi Informa­tika menelusuri konten iklan rokok di dunia maya dan mene­mukan 114 kanal yang memuat konten tersebut di platform Fa­cebook, Instagram dan YouTube.

Reaksi Cepat

Secara terpisah, Koordi­nator Solidaritas Advokat Publik untuk Pengendalian Tembakau Indonesia (Sapta), Tubagus Haryo Karbyanto, memuji tanggapan cepat Men­koinfo, Rudiantara, terhadap surat Menkes Nila F Moeloek tentang pemblokiran iklan rokok di internet.

Ia mengatakan Undang-Undang 36 Tahun 2009 ten­tang Kesehatan memang tidak memiliki aturan khusus tentang pelarangan iklan rokok. Aturan tersebut ada pada Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bah­an yang Mengandung Zat Adik­tif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. ruf/Ant/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment