Koran Jakarta | September 23 2019
No Comments
Program Kemlu

Indonesia Gaungkan Diplomasi Digital

Indonesia Gaungkan Diplomasi Digital

Foto : Dok Kemlu RI
Buka Konferensi l Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, memberi sambutan pada pembukaan Konferensi Regional Diplomasi Digital (Regional Conference on Digital Diplomacy/RCDD) di Jakarta, Selasa (10/9). Penyelenggaraan RCDD ditujukan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dalam menjalankan diplomasi di era digital.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, me­nekankan pentingnya penye­lenggaraan Regional Diploma­si Digital (Regional Conference on Digital Diplomacy/RCDD) yang dapat menjadi wadah bagi para pemangku kepen­tingan terkait di kawasan.

Hal itu disampaikan saat dia memberi sambutan pada pembukaan RCDD, di Jakarta, Selasa (10/9) pagi.

Melalui penyelenggaraan RCDD bisa dibahas peluang dan tantangan mengenai ba­gaimana diplomasi dijalan­kan di era digital dan cara-cara menggunakan dan meman­faatkan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dalam diplomasi menuju kem­ajuan dan kemakmuran ber­sama.

RCDD juga diharapkan mendorong kerja sama di masa depan dalam mengurangi ke­senjangan teknologi dan dig­ital (technological and digi­tal divide) di kawasan. Kegiat­an ini diharapkan pula menjadi kesempatan bagi semua pi­hak yang hadir, termasuk sek­tor swasta, untuk membangun peluang kerja sama di bidang teknologi digital.

“Ketidakmampuan ki­ta dalam mengikuti lompatan teknologi akan membuat ki­ta tertinggal,” kata Menlu Ret­no. “Begitu juga dengan diplo­masi. Bila tidak dapat menye­suaikan dengan transformasi yang cepat, diplomasi tidak a­kan relevan lagi. Itulah sebab­nya sekarang ini saatnya kita menyandingkan diplomasi de­ngan digital,” imbuh dia.

Menlu Retno selanjutnya menyebutkan 4 manfaat dari diplomasi digital. Pertama, digital diplomasi dapat digu­nakan untuk menyebarkan pe­san perdamaian. Kedua, seba­gai alat untuk penguatan kerja sama ekonomi. Ketiga, sebagai alat untuk melindungi warga negara. Dan keempat, sebagai alat untuk memajukan pemba­ngunan.

“Idenya sederhana, untuk menjadikan industri teknolo­gi siap memberikan landasan bagi para pemimpin dunia, pe­mimpin agama, dan pemimpin komunitas untuk menyebar­kan pesan toleransi dan perda­maian secara daring,” kata dia.

Untuk itu, Menlu Retno me­nekankan bahwa diploma­si harus dapat beradaptasi de­ngan transformasi yang terjadi akibat kecepatan dunia digital agar bisa tetap relevan.

Konferensi Pertama

RCDD merupakan konfe­rensi pertama yang dilakukan di kawasan terkait dengan bi­dang diplomasi digital. Konfe­rensi itu dihadiri perwakilan dari 16 negara, yakni perwa­kilan dari 10 negara anggota Asean dan enam negara lain­nya, yaitu Australia, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru.

Konferensi regional itu akan menyepakati dokumen hasil The Jakarta Message on Regio­nal Cooperation on Digital Di­plomacy yang berisi antara lain pengakuan akan pentingnya diplomasi digital, komitmen bersama dalam membangun pesan dan kerja sama diploma­si digital antara pemangku ke­pentingan terkait, termasuk se­ruan untuk membangun ko­munitas yang terbebas dari informasi palsu.  Ant/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment