Koran Jakarta | November 19 2017
No Comments
Fondasi Negara

Isu Makar Menyeruak, 4 Pilar Harus Digencarkan

Isu Makar Menyeruak, 4 Pilar Harus Digencarkan

Foto : Koran Jakarta/M Fachri
A   A   A   Pengaturan Font

BANGKA BELITUNG – Menyeruaknya aksi makar di Tanah Air akhir-akhir ini membuktikan kalau sosialisasi empat pilar Kebangsaan masih sangat dibutuhkan. Namun, sosialisasi yang dilakukan selain intensitasnya semakin digencarkan juga harus membutuhkan terobosan-terobosan.

Terobosan-terobosan tersebut perlu dilakukan karena sosialisasi harus mengena ke semua lapisan masyarakat, dipraktikkan dalam keseharian, berkesinambungan, dan mempunyai tolok ukurnya. Sekjen MPR RI, Ma’ruf Cahyono mengatakan hal itu dalam acara “Media Expert Meeting, Strategi Publikasi MPR melalui Media Massa” di Bangka Belitung, Kamis (15/12).

“Kita menyadari dalam sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan itu memang membutuhkan terobosan. Terobosan itu harus bersifat kekinian, sesuai dengan kondisi yang berkembang, dan menyerap aspirasi dari bawah ke atas,” ungkapnya.

Menurut Ma’ruf, pada 2017 mendatang, terobosan yang bersifat kekinian itu menyangkut banyak aspek seperti isu kebinekaan, makar, dan sebagainya. “Kita harus masuk ke isu-isu kekinian, seperti isu penistaan agama, makar, yang menyangkut dengan persoalan kebangsaan,” katanya.

Ma’ruf mengakui di tengah kewenangan MPR yang terbatas, tentunya tugas dan wewenang mengawal kebangsaan dan konstitusi itu sangat berat.

Untuk itu, terang dia, dibutuhkan terobosan-terobosan yang impact dan output-nya bisa dirasakan. Kendatipun pada faktanya sumber daya di Lembaga MPR sangat terbatas.

“Pada 2017 nanti harus memiliki strategi yang by design, tidak asal jadi. SDM yang ada harus ada panduan yang komprehensif dan dinamis serta ada skala prioritas,” ujar Ma’ruf.Oleh karena itu dibutuhkan arah kebijakan yang jelas dan terarah serta ada tolok ukurnya.

“Jangan sampai apa yang telah dilakukan oleh lembaga MPR ini tidak diketahui masyarakat atau bahkan dianggap tidak melakukan apa-apa. Ini berarti ada persoalan yang harus dicarikan langkah dan solusinya,” imbuhnya.

Diharapkan dengan adanya terobosan-terobosan yang bersifat kekinian itu sistem nilai, sistem hukum, pranata sosial bisa sampai ke masyarakat. Pelembagaan internalisasi Pancasila dan ketahanan nasional harus menguat sehingga pada akhirnya menjadi stimulan yang positif.

Selama ini, masyarakat menilai Sosialisasi Empat Pilar merupakan hal yang membosankan dan monoton. Kondisi tersebut tentunya membutuhkan terobosan yang kreatif, proaktif serta mengerti betul dengan yang dibutuhkan di masyarakat bawah.

“Masyarakat berpandangan demikian, kita akan mencari cara untuk membuat Sosialisasi Empat Pilar menjadi hal yang menarik, seksi dalam pemberitaan, dan utamanya diterima masyarakat. Perlu ada icon khusus tentang Sosialisasi, dan lainnya,” jelasnya.

Pihaknya akan masuk pada diskusi-diskusi yang isunya tengah hangat terutama yang menyangkut masalah kebangsaan dan kebinikaan. MPR juga harus memiliki tolok ukur atas keberhasilan atau evaluasi dari Sosialisasi Empat Pilar yang telah dilakukan.

“Tolok ukur ini bisa melalui survei, meski sifatnya kuantitatif. Ini perlu, karena ini berkesinambungan dan penting untuk pemetaan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf juga mengakui bahwa adanya aksi 212 kemarin merupakan berkah bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. ion/AR-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment