Koran Jakarta | July 16 2019
No Comments

Jadikan Nias sebagai Destinasi Wisata Berkelas Dunia

Jadikan Nias sebagai Destinasi Wisata Berkelas Dunia

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Sail Nias Tahun 2019 resmi diluncurkan di Jakarta, baru-baru ini. Dengan Sail Nias ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumate­ra Utara (Sumut) optimistis jika pariwisata di Nias akan bangkit. Pemprov yakin daerah tersebut akan menjadi desti­nasi wisata berkelas dunia.

Untuk itu, Pemprov yang mendapat dukungan dari sejumlah lembaga pemerin­tah pusat, seperti Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tengah mempersiapkan hal tersebut. Dengan kerja sinergis dari banyak pihak maka cita-cita menjadikan Nias sebagai wisata berkelas dunia bisa se­gera diwujudkan.

Untuk mengetahui lebih jauh terkait persiapan yang akan dilakukan jajaran Pem­prov Sumut menjadikan Nias sebagai wisata berkelas dunia, wartawan Koran Jakarta, Muhammad Zaki Alatas berkesempatan mewawanca­rai Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, di Jakarta, belum lama ini. Berikut peti­kan selengkapnya.

Seberapa yakin pengem­bangan wisata Nias akan berhasil?

Kami sangat yakin. Hal ini karena Nias memiliki potensi destinasi wisata yang luar bi­asa. Sekarang tinggal upaya kami mendorong supaya Nias lebih dikenal oleh wisatawan mancanegara (Wisman).

Apa saja wisata ung­gulan di Nias?

Nias memilki atraksi wisata alam, budaya, dan buat­an manusia, antara lain Desa Bawomataluo menjadi ikon wisata budaya Pulau Nias de­ngan daya tarik tari fataele dan fahombo batu. Pantai Sorake dan Lagundri juga merupakan salah satu spot surfing terbaik di dunia. Teluk Dalam, desti­nasi diving dengan pantai yang alami serta Desa Hilisao’oto yang memiliki Situs Megalitik Tetegewo di Nias Selatan se­bagai rumah bagi peradaban megalitikum yang hidup.

Upaya apa yang dilakukan untuk mendorong Nias men­jadi desitinasi dunia?

Salah satunya dengan membuat Sail Nias Tahun 2019 yang merupakan strategi pari­wisata yang tepat. Hal ini di­harap­kan men­da­tangkan banyak wisatawan domestik mau­pun mancanegara yang akan memberi kontribusi devisa dan membantu meningkat­kan pertumbuhan ekonomi Nias dan Sumut secara khusus, serta Indonesia secara umum.

Hanya itu saja?

Untuk menyukseskan Sail Nias ini, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Ini merupa­kan momentum strategis bagi Nias. Saya harapkan impian kami mengembangkan Nias sebagai destinasi wisata du­nia bukan hanya tahun 2019, tetapi berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya.

Maksudnya?

Iya, jadi setelah Sail Nias 2019, kami menginginkan event-event nasional dan internasional dihadirkan ke Nias. Dengan begitu, per­ekonomian di daerah akan bangkit dan meningkatkan wisatawan lokal maupun man­canegara yang berkunjung ke Nias dan Sumut.

Diisi acara apa saja Sail Nias itu?

Ada beberapa rang­kaian, di antara 17 kegiatan yakni world surf league Nias, won­derful expo, parade kapal nelayan tradisional, seminar warisan bu­daya Nias, kuliner, festival lompat batu (fahombo batu), ekspedisi, festival ke­pulauan, atraksi terjun payung, dan lainnya.

Berapa target wiasatawan yang berkunjung ke event tersebut?

Kami target 100 ribu orang saat Sail. Mudah-mudahan ini tercapai. Target itu kami dasar­kan sebelumnya event bertaraf Nasional Nias Pro juga sudah dilakukan di Nias. Kami yakin itu akan tercapai, apalagi kami bisa lihat dalam pembukaan ini antusias cukup luas biasa.

Jika boleh tahu, berapa jumlah wisatawan yang berkunjung ke Nias?

Jumlah pengunjungnya dalam empat tahun terakhir mencapai rata-rata 240 ribu orang per tahun dan proyeksi 2024 dikunjungi satu juta orang. Hal ini diyakini karena potensi wisata unggulan di Nias dapat mendongkrak jumlah wisatawan yang ada, terlebih ombak Pantai Nias menjadi salah satu ombak terbaik di dunia.

Bagaimana dengan infra­struktur pariwisata di sana?

Terus terang, kami masih mengejar beberapa infra­struktur yang dalam proses perbaikan hingga Sail Nias 2019 dapat segera difungsikan seperti sarana dan prasarana umum, Bandara, pelabuhan, dan lokasi-lokasi penginapan untuk para wisatawan ke de­pannya.

Bagaimana dengan hotel?

Kami melihat hotel-hotel di Nias sudah baik, cuma kami berharap banyak hotel yang bertaraf internasional bisa da­tang ke Nias dan berinvestasi supaya banyak wisatawan yang datang.

Lalu, untuk akses trans­portasi bagaimana?

Akses menuju Nias semakin mudah, penerbangan Jakar­ta–Gunung Sitoli 3 kali per minggu ditempuh dalam 2 jam 20 menit. Sedangkan pener­bangan Medan–Gunung Sitoli 6–7 kali per hari dengan waktu tempuh hanya 50 menit de­ngan pesawat jenis ATR. Juga penerbangan dari Padang–Gunung Sitoli 1 kali sehari dalam 1 jam, dan Padang–Tello–Gunung Sitoli–Sibolga 3 kali seminggu.

Hanya lewat udara?

Tidak. Untuk transpor­tasi laut dilayani dengan rute pelayaran Gunung Sitoli-Sibol­ga setiap hari ditempuh dalam 8 jam dan Teluk Dalam-Sibol­ga, Teluk Dalam-Tello-Padang, dan Gunung Sitoli-Padang.

Untuk bandara sudah in­ternasional?

Belum. Saat ini Bandara Binaka Nias baru dikembang­kan dengan panjang landasan pacu 2.200–2.500 meter dan lebar 30 meter sehingga baru bisa didarati pesat Bombardier CRJ 1.000 berkapasitas 100 penumpang. Untuk bandara internasional minimal panjang landasan 2.500 meter, lebar 45 meter dengan kekuatan me­nahan beban 56 PCN supaya dapat didarati pesawat jenis Boeing 737-800.

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment