Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments
Pembangunan Infrastruktur

Jembatan Batam-Bintan Segera Dibangun pada 2020

Jembatan Batam-Bintan Segera Dibangun pada 2020

Foto : ISTIMEWA
Rancangan Jembatan Batam-Bintan
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pemerintah sedang mempersiapkan kajian pembangunan Jembatan Batam–Bintan (Babin) di Kepulauan Riau (Kepri). Pembangunan jembatan untuk meningkatkan konektivitas, mengurangi biaya logistik, mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, kawasan industri, serta pariwisata Pulau Galang dan Bintan yang berdekatan Singapura.

Jembatan Babin mempunyai panjang 7.035 meter yang dibagi menjadi tiga trase, yakni trase pertama menghubungkan Pulau Batam ke Pulau Tanjung Sauh sepanjang 2.124 meter, trase kedua Pulau Tanjung Sauh ke Pulau Buau sepanjang 4.056 meter, dan trase ketiga Pulau Buau ke Pulau Bintan 855 meter.

“Pembangunan Jembatan Babin direncanakan pada 2020, tentunya didasarkan kelayakan teknis dan ekonomisnya. Saya sempat bertanya pada Duta Besar Indonesia di Singapura saat datang ke sini, Singapura sedang membuat Terminal 5 Changi (Bandara International Changi) yang intermoda sampai ke Bintan, sehingga jembatan itu sangat mendukung sekali,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Kamis (11/7).

Menteri Basuki mengatakan Presiden Joko Widodo memutuskan jembatan Babin dibangun dengan lama pembangunan konstruksi sekitar 3–4 tahun. Saat ini, Kementerian PUPR tengah menyusun Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) yang diharapkan dapat selesai pada akhir 2019.

Biaya pembangunan jembatan Babin diperkirakan mencapai tiga triliun rupiah sampai empat triliun rupiah dengan skema tahun jamak (multiyears contrac). Menteri Basuki menekankan hitungan tersebut tergantung pada hasil DED yang sedang disusun Kementerian PUPR.

Pemerintah juga membuka peluang partisipasi Badan Usaha dalam bentuk Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pembiayaan. Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) telah menindaklanjuti dengan melakukan survei lapangan dan kajian keterpaduan dengan pengembangan wilayah/kawasan serta daya dukung.

Survei dilakukan secara bertahap dengan meninjau landing point rencana kaki Jembatan Babin di sisi Bintan (Tanjung Uban) untuk rencana trase lama/awal. Dilanjutkan dengan susur landing point di sisi Kabil, yakni di Pulau Tanjung Sauh, Pulau Ngenang dan di Tanjung Uban. 

 

suh/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment