Jika Terbukti Serangan dari Iran, Saudi Anggap sebagai Perang | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
No Comments
Krisis Teluk

Jika Terbukti Serangan dari Iran, Saudi Anggap sebagai Perang

Jika Terbukti Serangan dari Iran, Saudi Anggap sebagai Perang

Foto : IRANIAN PRESIDENCY/AFP
HADIRI PARADE I Presiden Hassan Rouhani (tengah) didampingi Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Mohammad Hossein Bagheri (kiri) saat menghadiri parade militer di Teheran, Minggu (22/9).
A   A   A   Pengaturan Font

RIYADH - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memperingatkan Iran un­tuk siap menerima konsekuensi jika ternyata berada di balik serangan pe­sawat tanpa awak (drone) ke fasilitas minyak Aramco. Apabila penyelidik­an menunjukkan serangan itu dilun­curkan dari wilayah Iran, Arab Saudi menganggapnya sebagai tindakan perang meski Riyadh tengah mencari resolusi damai.

“Kami menganggap Iran bertang­gung jawab karena rudal dan drone yang ditembakkan ke Arab Saudi adalah buatan Iran dan dikirim oleh Iran. Jika Anda melancarkan serang­an dari wilayah Anda, jika itu yang terjadi maka kami akan menganggap­nya sebagai tindakan perang,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi, Adel al-Jubeir, seperti dikutip sejumlah media, Minggu (22/9).

Jubeir mengatakan kepada wartawan sebelumnya bahwa Riyadh sedang menunggu hasil penyelidikan setelah mengundang penyelidik in­ternasional untuk bergabung.

Serangan pada 14 September lalu memusnahkan separuh dari produksi minyak mentah Arab Saudi. Serangan itu merupakan yang terbesar terha­dap fasilitas minyak di negara peng­ekspor minyak terbesar dunia. Saudi telah menolak klaim gerakan pembe­rontak Houthi Yaman sebagai pelaku serangan meski mereka mengeklaim melakukannya. Amerika Serikat juga menuding Iran, namun pemerintah negara para Mullah itu menyangkal keterlibatan apa pun.

“Jika mereka melanjutkan jalan ini maka mereka mengambil risiko ke­mungkinan aksi militer,” kata Jubeir tentang Teheran.

Akan tetapi, dia menimpali pernya­taannya bahwa tidak ada pihak yang mau berperang. “Semua pihak ingin menyelesaikan ini dengan damai dan hasil akhirnya harus mengakhiri kebi­jakan agresif Iran,” kata Jubeir.

Saudi Arabia menyebut serangan terhadap fasilitas kilang minyak di Abqaiq dan Khurais tersebut sebagai ujian atas upaya mempertahankan tatanan internasional. Negara kera­jaan itu akan berupaya membentuk satu front persatuan di Majelis Umum PBB, di New York, minggu depan.

Iran Tuduh Asing

Sementara itu, Presiden Iran, Has­san Rouhani, mengatakan kehadiran pasukan asing, seperti dari AS, men­ciptakan rasa tidak aman di Teluk.

“Pasukan asing dapat menyebab­kan masalah dan rasa tidak aman bagi rakyat kami dan bagi wilayah kami,” kata Rouhani saat pidato pada acara parade militer tahunan yang disiar­kan televisi, Minggu. Angkatan ber­senjata Iran tampak mengarak per­alatan terbaru, di antaranya termasuk rudal dan kendaraan lapis baja.

Rouhani meminta kekuatan asing di wilayah Teluk untuk pergi. “Jika mereka tulus maka mereka seharus­nya tidak menjadikan wilayah kami tempat perlombaan senjata,” katanya.

“Kehadiran Anda selalu membawa kesengsaraan dan penderitaan bagi wilayah ini. Semakin jauh Anda men­jauhkan diri dari wilayah kami dan negara-negara kami, semakin akan ada keamanan untuk wilayah kami.” AFP/ang/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment