Koran Jakarta | June 24 2017
No Comments

Jika Wawancara Kerja Berjalan Buruk

Jika Wawancara Kerja Berjalan Buruk

Foto : KORAN JAKARTA
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan :

Bu Rossa saya sudah tiga kali gagal saat wawancara. Apa yang harus saya lakukan jika wawancara tidak berjalan lancar? Romi, Jakarta

Jawaban :

Jujur Jika Mengalami Kendala

Tidak ada yang bisa meramalkan apa yang terjadi esok. Begitupun kamu tidak bisa memprediksi apakah interview yang akan kamu jalani berjalan lancar atau tidak. Saat kamu mengalami kendala, sebaiknya informasikan kepada pewawancara. Bila kendala tersebut berasal dari faktor luar seperti ada keluarga yang sakit atau meninggal, sangat dianjurkan kamu segera menginformasikan kepada perusahaan dan tekankan juga bahwa kamu antusias untuk menemui pewawancara secara langsung.

Bukan tidak mungkin, saat kamu menjelaskan kendala tersebut, pewawancara malah akan menghargai kejujuran dan kemampuanmu dalam menghadapi seituasi genting dengan tenang. Jika kamu beruntung, kesempatan untuk ke tahap selanjutnya akan semakin terbuka lebar.

Peka Saat Wawancara Kerja Berlangsung

Tips jitu lainnya untuk menyelamatkan wawancara kerjamu yang terlanjur buruk adalah kamu harus peka terhadap perubahan suasana yang terjadi di antara kamu dan pewawancara. Peka terhadap suasana interview, juga dapat mencegah interviewmu lebih buruk dari yang kamu bayangkan. Perhatikan pula sikapmu saat wawancara.

Contohnya, kamu harus mengetahui kenapa dan kapan pewawancara mulai terlihat bosan dan tidak antusias. Apakah kamu menjawab pertanyaan secara monoton? Atau apa gaya bicaramu seperti orang berpidato? Atau malah kamu berbicara melantur? Ubahlah gaya bicaramu jika pewawancara mulai menunjukkan kebosanan. Jangan malu untuk menatap mata sang pewawancara karena ini juga dapat menunjukkan kesungguhanmu mendapatkan pekerjaan.

Perjelas Kualifikasimu

Topik tentang di atas atau di bawah kualifikasi pastilah akan muncul saat wawancara pekerjaan. Jika kamu tidak mempersiapkan secara matang, bukan tidak mungkin akan memperkecil kesempatanmu untuk direkrut perusahaan tersebut.

Kemampuanmu menjelaskan hal yang berkaitan dengan apakah kamu berada di bawah atau di atas rata-rata kualifikasi bisa membantu menyelematkan wawancara kerjamu. Tak masalah apakah kamu di atas atau di bawah rata-rata kualifikasi, asalkan kamu bisa menyakinkan perusahaan bahwa kamu sangat tertarik dan akan bekerja dengan baik.

Yang Harus Kamu Lakukan Setelah Wawancara Kerja Berakhir

Berikan Ucapan “Terima Kasih”

Biasanya ucapan “Terima Kasih” digunakan untuk mengutarakan rasa terima kasihmu saat interview berlangsung dan juga berguna sebagai penyelamat saat interview telah berakhir. Gunakan untuk menjelaskan kesalahan yang terjadi saat wawancara kerja berlangsung atau kamu bisa juga memasukkan informasi penting yang mungkin terlewat untuk disampaikan. Usahakan singkat dan jangan terlalu melebihkan saat meminta maaf. Hal penting di ucapan “Terima Kasih” ini adalah kamu bisa menjelaskan minat, komitmen dan dedikasi kamu untuk posisi yang kamu lamar.

Minta Untuk Interview Lanjutan

Meminta interview lanjutan merupakan tips yang cukup tricky. Jangan meminta untuk diadakan interview lanjutan jika kamu tidak mempunyai alasan yang cukup kuat dan rasional. Selalu pilih untuk berbicara kepada pewawancara melalui telepon dibanding e-mail.Ini dikarenakan pewawancara lebih sulit untuk menolak permintaanmu melalui telepon. Jika wawancara kerjamu gagal dikarenakan kamu kurang menyiapkan dengan baik, maka jadikan ini pelajaran dan lakukan lebih baik di kesempatan selanjutnya.

Wawancara pekerjaan yang gagal akan mengakibatkan kurangnya kepercayaan diri terhadap kemampuan yang kamu miliki. Tapi jika kamu telah menyiapkan wawancaramu dengan bersungguh-sungguh, janganlah terlalu berkecil hati saat gagal. Masih ada banyak interview pekerjaan yang menantimu di depan. Jadikan wawancara kerja yang gagal sebagai pengalaman dan pelajaran. Terus berusaha menjadi yang terbaik sehingga kamu akan bisa meraih pekerjaan impian secepatnya.

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment