Koran Jakarta | April 20 2018
No Comments
L alu Lintas - Genap-Ganjil Juga Akan Diberlakukan di Tol Tangerang

Jumlah Kendaraan Turun di Tol Jakarta-Cikampek

Jumlah Kendaraan Turun di Tol Jakarta-Cikampek

Foto : Koran Jakarta/Wahyu AP
DICEGAT POLISI - Sejumlah polisi dan petugas Dishub mencegat kendaraan roda empat berpelat nomor ganjil saat akan memasuki Gerbang Tol (GT) Bekasi Timur 2 di Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/3). Kendaraan berpelat nomor ganjil diminta putar balik keluar dari gerbang tol itu saat mulai diberlakukan kebijakan ganjil genap.
A   A   A   Pengaturan Font
Peraturan ganjil-genap mulai diberlakukan di ruas jalan Tol Jakarta–Cikampek, tepatnya di pintu Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur pada Senin-Jumat, jam 6.00–9.00 WIB.

JAKARTA - Pemberlakuan paket kebijakan ganjil-genap, pembatasan angkutan barang, dan lajur khusus bus di Tol Jakarta–Cikampek, berdampak signifikan pada penurunan jumlah kendaraan yang memadati jalan tol itu.

Secara keseluruhan, penurunan kendaraan yang memasuki Gerbang Tol (GT) Bekasi Barat dan Bekasi Timur rata-rata mencapai 35 persen atau 2.783 kendaraan selama tiga jam pemberlakukan kebijakan itu.

“Penurunan yang signifikan itu dipengaruhi beberapa faktor. Pengguna jalan tol mempunyai tiga opsi, yaitu beralih rute ke jalur alternatif, beralih waktu perjalanan, dan beralih moda transportasi,” kata General Manager PT Jasa Marga (Persero) Tbk cabang Jakarta–Cikampek, Raddy R Lukman, di Jakarta, Senin (12/3).

Peraturan ganjil-genap mulai diberlakukan di ruas jalan Tol Jakarta–Cikampek, tepatnya di pintu Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur pada Senin–Jumat, jam 6.00–9.00 WIB.

Selain peraturan ganjil-genap, ada juga larangan melintas untuk kendaraan angkutan barang golongan III-V, di jam yang sama, dan penerapan lajur khusus bus sebagai alternatif transportasi.

Jumlah kendaraan yang melintas di gerbang Tol Bekasi Barat 1 mengalami penurunan dibandingkan dengan kondisi normal. Tercatat 1.820 kendaraan masuk melalui gerbang Tol Bekasi Barat 1 arah Jakarta. Jumlah tersebut turun 30 persen dari kondisi normal yang mencapai 2.600 kendaraan.

Sementara kendaraan menuju Jakarta dari gerbang Tol Bekasi Barat 2 mencapai 1.852 kendaraan atau turun 38,20 persen dari kondisi normal yang mencapai 3.000 kendaraan. Jumlah kendaraan dari Bekasi Timur 2 menuju Jakarta saat jam pemberlakuan kebijakan mencapai 1.545 kendaraan atau turun 35,60 persen dibanding kondisi normal yang biasa mencapai 2.400 kendaraan.

Menurut Raddy, banyak warga yang beralih waktu keberangkatan pada pemberlakuan kebijakan hari pertama. Kondisi ini terpantau di GT Bekasi Barat 1 mulai pukul 04.00–05.00, jumlah kendaraan naik 37 persen dari lalu lintas normal.

Untuk di Bekasi Timur, perubahan waktu perjalanan mulai dominan terasa sejak pukul 05.00–06.00 sebesar 23 persen dibanding hari biasa. Terkait kebijakan pembatasan kendaraan golongan 3–5, khususnya pada pintu Cikarut arah Cikampek mulai pukul 06.00–09.00, ada penurunan volume lalu lintas golongan 3–5 mencapai 70 persen dibanding kondisi normal.

Sementara kendaraan golongan 3–5 arah Jakarta yang masuk melalui gerbang Tol Cikarut mengalami penurunan 64 persen dibanding kondisi normal.

 

Jadi Percontohan

 

Di tempat terpisah, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengungkapkan peraturan ganjil-genap yang diberlakukan di ruas jalan Tol Jakarta–Cikampek merupakan percontohan, yang selanjutnya akan dibawa ke daerah lain.

Saat ini, Kementerian masih melakukan tinjauan mengenai daerah mana saja yang mengalami kemacetan parah dan cocok untuk diurai menggunakan solusi tersebut.

Daerah yang ditinjau antara lain jalur tol dari Tangerang. “Contoh ini akan kita refleksikan di beberapa tempat lain seperti Tangerang,” ujarnya.

 

mza/Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment