Koran Jakarta | September 23 2019
No Comments
Perluasan Ganjil-Genap l Pengguna Transjakarta Capai Rekor 892 Ribu Orang

Jumlah Pelanggar yang Ditilang Meningkat

Jumlah Pelanggar yang Ditilang Meningkat

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Jumlah pelanggar kawasan ganjil-genap pada Selasa pagi mencapai 1.017 pelanggar meningkat dibandingkan dengan hari pertama sebanyak 941 kendaraan.

JAKARTA – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya men­jatuhkan sanksi tilang terhadap 1.017 kendaraan roda empat yang melanggar kawasan gan­jil-genap di hari kedua penera­pan perluasan kawasan ganjil-genap, Selasa pagi (10/9).

Kepala Subdirektorat Pem­binaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP M Nasir, me­ngatakan angka tersebut ada­lah data pelanggar kawasan ganjil-genap pada Selasa pagi yang diberlakukan pada pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB.

“Pagi ini, petugas menyita 616 SIM dan 401 STNK seba­gai bukti tilang. Jadi total ada 1,017 pelanggar yang ditindak,” kata Nasir di Polda Metro Jaya, Selasa. Nasir mengatakan jum­lah tersebut kemungkinan akan bertambah karena masih ada ganjil-genap sore yang akan dimulai pada pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Jumlah pelanggar kawasan ganjil-genap pada Selasa pagi yang mencapai 1.017 pelanggar juga meningkat dibandingkan dengan hari pertama perluasan kawasan ganjil-genap pada Se­nin pagi sebanyak 941 kenda­raan.

Pelanggar kawasan ganjil-genap terbanyak adalah Jakarta Barat dengan 242 perkara, disu­sul Jakarta Utara dengan 220 perkara, Jakarta Timur dengan 202 perkara, dan Jakarta Sela­tan dengan 128 perkara.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah mengeluarkan surat tilang kepada 1.904 peng­endara kendaraan roda empat yang melanggar peraturan di hari pertama peluasan kawasan ganjil-genap pada Senin (9/9).

Perluasan wilayah ganjil-genap diatur dalam Perubahan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas de­ngan Sistem Ganjil-Genap.

Rekor Transjakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengungkapkan jumlah pengguna angkutan umum mengalami kenaikan hingga satu juta orang per hari. Hal ini disebabkan pengaruh diterapkannya perluasan ganjil genap di beberapa ruas jalan.

“Alhamdulillah, jumlah pe­numpang Transjakarta men­capai rekor lebih dari 892 ribu penumpang per hari. Ini me­nunjukkan bahwa banyak dari masyarakat yang menggunak­an kendaraan umum. apalagi kalau ditambah dengan peng­guna MRT dan angkutan lain berarti dalam 1 hari sudah satu juta warga Jakarta yang meng­gunakan kendaraan umum,” ujar Anies di Tanjung Priok, Ja­karta Utara, Selasa (10/9).

Dengan semakin banyaknya warga Jakarta yang beralih ke angkutan umum, pihaknya ber­harap tingkat polusi yang ber­sumber dari kendaran pribadi semakin berkurang. Anies pun mengungkapkan, kebijakan perluasan ganjil genap diterap­kan untuk mendorong warga menggunakan angkutan umum.

“Angka emisi itu tidak bisa dil­ihat hanya dalam 1-2 hari karena dinamis sekali. Kita menyaksi­kan beberapa kota sangat jauh lebih tinggi polusinya dibanding Jakarta. Artinya kita tidak me­lihat data jam per jamnya tapi kita harus secara rata-rata terus menerus meningkatkan jumlah penumpang kendaraan umum, mengurangi jumlah kendaraan pribadi,” kata Anies.

Ke depan, pihaknya akan memperluas jangkauan ang­kutan umum hingga pemuki­man warga. Bahkan, Anies pun akan membuat survey kepua­san pengguna angkutan umum usai diberlakukannya per­luasan ganjil genap ini.

“Nanti lebih banyak orang merasakan kendaraan umum dan dari observasi kita, banyak pengguna kendaraan umum yang sudah lama tidak meng­gunakan kendaraan umum. Mereka ingatnya kendaraan umum yang sudah lama se­kali, sehingga memori mereka tentang kendaraan umum ti­dak nyaman. Ketika sekarang menggunakan kendaraan umum, ternyata nyaman dan berulang,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perhubun­gan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengungkapkan volume lalu lintas, berdasarkan uji coba kami kemarin 3 minggu, terjadi penu­runan volume lalu lintas di jalan itu sebesar 25.25 persen. Ini kan cukup tinggi ya,” jelasnya.

Syafrin Liputo mengklaim perluasan kawasan ganjil-ge­nap hari pertama, yang men­jadi salah satu program utama perbaikan kualitas udara, telah berhasil menurunkan kadar polusi udara Jakarta.

“Semalam Airvisual telah merilis hasil pengukuran me­reka. Jakarta yang sebelumnya ada di peringkat satu atau dua kota terpolusi di dunia, se­malam saya lihat di rilisnya su­dah turun jadi peringkat ke-9,” ujar Syafrin di Jakarta, Selasa (10/9).  pin/jon/P-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment